• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

FTA Kritik Keras Komposisi Komite Reformasi Kepolisian Bentukan Presiden

fusilat by fusilat
November 14, 2025
in News, Politik
0
POLITIK DINASTI BUKAN PRAKTEK NORMAL DEMOKRASI
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta/New York, 11 November 2025 — Forum Tanah Air (FTA), jaringan tokoh, akademisi, aktivis, serta diaspora Indonesia di 22 negara dan 38 provinsi, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait pembentukan Komite Reformasi Kepolisian Republik Indonesia yang diumumkan Presiden. Dalam pernyataan sikap resmi, FTA menilai komposisi Komite tersebut tidak mencerminkan representasi publik dan berpotensi menghambat agenda reformasi yang selama ini dinantikan.

FTA menilai reformasi kepolisian merupakan agenda strategis nasional yang berkaitan langsung dengan keadilan, keamanan publik, serta kualitas demokrasi. Karena itu, lembaga yang dibentuk untuk merumuskan arah perubahan institusi Polri seharusnya inklusif, terbuka, dan mewakili suara rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Namun, FTA menyebut komposisi Komite saat ini justru menunjukkan homogenitas. Dari 10 anggota, lima berasal dari unsur perwira tinggi Polri, sementara lima lainnya berlatar hukum. Tidak ada perwakilan masyarakat sipil, akademisi ilmu politik, tokoh agama, maupun unsur TNI yang selama ini terlibat langsung dalam persoalan keamanan nasional.

Menurut FTA, susunan seperti itu tidak hanya menutup keberagaman perspektif, tetapi juga berpotensi menjadikan Komite sekadar formalitas administratif tanpa kekuatan melakukan transformasi mendasar.

Kritik terhadap Penempatan Eks Kapolri

Dalam pernyataan sikapnya, FTA menilai penempatan lima jenderal aktif maupun purnawirawan dalam Komite sebagai langkah yang tidak tepat. Mereka dianggap sebagai aktor institusional yang memegang peran penting pasca-reformasi, namun gagal memastikan Polri tumbuh menjadi lembaga yang profesional, objektif, dan bebas dari intervensi politik.

FTA juga secara khusus menolak keterlibatan tiga mantan Kapolri — Jenderal (Purn.) Tito Karnavian, Jenderal (Purn.) Idham Azis, dan Jenderal (Purn.) Listyo Sigit Prabowo — karena dinilai memiliki tanggung jawab terbesar atas kondisi kepolisian dalam sepuluh tahun terakhir. FTA menyoroti menguatnya loyalitas politik di tubuh Polri, meningkatnya kriminalisasi terhadap warga sipil, serta merosotnya tingkat kepercayaan publik.

Desakan Perluasan Komposisi

Forum ini mendesak agar Komite Reformasi Kepolisian memasukkan ilmuwan politik dan ahli tata negara untuk memastikan desain kelembagaan Polri tetap berada di bawah kontrol sipil sebagaimana mandat Reformasi 1998.

FTA juga meminta adanya perwakilan TNI dalam komite guna mengharmoniskan relasi Polri–TNI yang kerap bersinggungan dalam isu keamanan wilayah dan penegakan hukum. Selain itu, kehadiran tokoh agama dan masyarakat sipil dianggap penting agar reformasi tidak terjebak pada pendekatan teknokratis semata dan tetap berpijak pada nilai moral serta aspirasi rakyat.

Tuntutan Soal Transparansi Tata Kerja

FTA menuntut ketua Komite menjamin transparansi penuh dalam proses deliberasi. Beberapa aspek yang diminta untuk dibuka meliputi agenda pembahasan, daftar isu prioritas, hingga argumentasi setiap keputusan yang diambil.

Isu-isu mendasar yang wajib dibahas antara lain:

  • Evaluasi posisi institusional Polri, apakah tetap di bawah Presiden atau dialihkan ke badan pengawas independen.
  • Desentralisasi fungsional hingga tingkat daerah.
  • Reformasi struktur kepangkatan agar tidak menyerupai struktur militer.
  • Pembagian fungsi antara Kepolisian Nasional dan Kepolisian Daerah.
  • Pemindahan penanganan terorisme, narkoba, dan korupsi dari Polri ke lembaga independen yang melibatkan unsur sipil dan militer.

FTA menegaskan reformasi kepolisian harus menghasilkan Polri yang profesional, jujur, humanis, dan dicintai rakyat — bukan sekadar perubahan simbolik atau struktural. Reformasi, menurut mereka, harus menyentuh akar persoalan, termasuk relasi kepolisian dengan kekuasaan politik dan orientasi kelembagaan.

Forum Tanah Air memastikan akan terus mengawal proses ini, menggerakkan dukungan publik, dan tidak menutup kemungkinan membawa evaluasi ke lembaga hukum nasional maupun internasional.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh Tata Kesantra Donny Handricahyono atas nama Forum Tanah Air.

 


Pernyataan Forum Tanah Air (FTA)
Terkait Pembentukan Komite Reformasi Kepolisian Republik Indonesia

Kami, Forum Tanah Air (FTA)—yang terdiri atas tokoh masyarakat, akademisi, peneliti, serta Diaspora Indonesia di 22 negara dan perwakilan dari 38 provinsi—pada 11 November 2025 telah menyampaikan pernyataan sikap terkait pembentukan Komite Reformasi Kepolisian Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut memuat keprihatinan sekaligus kekecewaan kami atas diumumkannya Komisi Reformasi Kepolisian RI oleh Presiden Republik Indonesia. (Pernyataan lengkap FTA telah dimuat di sejumlah media.)

Menanggapi keinginan Ketua Komisi Reformasi Polri untuk menyerap aspirasi publik, FTA menyatakan kesiapan untuk berdiskusi dan menyampaikan pandangan secara langsung. Berikut argumentasi akademis kami terkait kebutuhan dan tuntutan reformasi Polri:


1. Penolakan terhadap Dominasi Jenderal Aktif atau Purnawirawan

Kehadiran lima jenderal dalam Komite Reformasi Kepolisian menimbulkan conflict of interest. Teori kelembagaan menjelaskan bahwa reformasi efektif hanya dapat dilakukan oleh aktor yang independent from the structure being reformed (North, 1990). Lembaga tidak dapat mengubah dirinya secara fundamental tanpa dorongan eksternal (Mahoney & Thelen, 2010).
Contoh internasional menunjukkan hal serupa: Korea Selatan berhasil melakukan reformasi karena melibatkan akademisi dan aktivis HAM, bukan perwira polisi. Sebaliknya, Filipina gagal karena komite reformasinya didominasi eks polisi.


2. Pengecualian terhadap Tiga Jenderal: Tito Karnavian, Idham Azis, dan Listyo Sigit Prabowo

Ketiganya merepresentasikan kontinuitas satu dekade kepemimpinan Polri, periode yang ditandai meningkatnya politisasi kepolisian serta penurunan kepercayaan publik. Transparency International (2023) mencatat penurunan trust index terhadap penegak hukum sebesar 12% (2018–2023).
Hal ini sejalan dengan konsep path dependency (Pierson, 2004) di mana kepemimpinan dari lingkaran yang sama mereproduksi pola lama. Model Afrika Selatan pasca-apartheid menunjukkan pentingnya memisahkan aktor lama dari lembaga reformasi.


3. Kewajiban Melibatkan Ilmuwan Politik dan Ahli Tata Negara

Sebagai lembaga Weberian dengan monopoli penggunaan kekerasan yang sah, Polri memerlukan desain reformasi berbasis politik dan tata negara, bukan hanya teknokrasi hukum.
Studi OECD (2015) menunjukkan kesuksesan Chile dan Georgia dalam reformasi kepolisian berkat keterlibatan ilmuwan sosial yang merancang accountability framework dan kelembagaan baru.


4. Keterlibatan Unsur TNI

Diperlukan untuk mengatasi jurisdictional overlap dalam keamanan internal. Sinergi TNI–Polri harus berbasis functional differentiation (Luhmann, 1995). Ketidakhadiran TNI berpotensi memperpanjang friksi lapangan, sebagaimana terjadi di Papua dan Poso.
Contoh baik terlihat di Spanyol, di mana koordinasi Guardia Civil dan Policía Nacional dilakukan melalui Consejo de Seguridad Nacional.


5. Representasi Tokoh Agama dan Masyarakat Sipil

Menurut teori public accountability (Bovens, 2007), legitimasi lahir dari partisipasi moral dan sosial. Tanpa unsur agama dan masyarakat sipil, reformasi Polri hanya menjadi proyek administratif.
Pengalaman Inggris pasca–Stephen Lawrence Inquiry menunjukkan pentingnya melibatkan pemuka agama dan komunitas publik dalam reformasi kepolisian.


6. Transparansi dan Akuntabilitas Proses Komite

Deliberasi publik sah hanya jika terbuka dan rasional (Habermas, 1996). Transparansi agenda, notulen, serta argumentasi mutlak diperlukan.
Keberhasilan reformasi Ukraina (2014–2016) menunjukkan peningkatan kepercayaan publik hingga 45% berkat keterbukaan proses. Sebaliknya, reformasi tertutup Thailand (2015) gagal total.


7. Substansi Reformasi Struktural dan Fungsional Polri

a) Posisi Polri
Penempatan Polri langsung di bawah Presiden menciptakan political dependency. Banyak demokrasi menempatkan polisi di bawah kementerian atau badan independen, seperti RCMP di Kanada.

b) Desentralisasi Fungsional
Diperlukan untuk memperkuat community policing dan akuntabilitas lokal, sebagaimana model Brasil.

c) Reformasi Kepangkatan
Struktur kepangkatan mirip militer menghambat profesionalisme. Reformasi seperti di Estonia dan Latvia menunjukkan bahwa pemangkasan rantai komando meningkatkan meritokrasi dan menekan korupsi.

d) Pemindahan Fungsi Terorisme, Narkoba, dan Korupsi
Untuk mencegah mission creep, banyak negara memindahkan isu-isu tersebut ke lembaga independen: MACC (Malaysia), CPIB (Singapura).


8. Penutup: Reformasi Polri adalah Reformasi Demokrasi

Reformasi kepolisian tidak dapat dipisahkan dari kualitas demokrasi. Polri yang otonom, transparan, dan akuntabel merupakan fondasi demokrasi substantif.


New York / Jakarta, 12 November 2025
Forum Tanah Air

Radhar Tribaskoro — Ketua Komite Kajian Ilmiah
Tata Kesantra — Ketua Umum FTA

Narahubung: Ida (0812-9536-0690), Syafril (0877-8288-8321)

Tembusan:

  1. Dewan Pakar dan Tim Ahli FTA
  2. Ketua MPR RI
  3. Ketua DPR RI
  4. Ketua DPD RI
  5. Ketua Komisi III DPR RI
  6. Ketua BAM DPR RI
  7. Ketua Umum Partai Politik di DPR RI
  8. Pimpinan MUI
  9. Pimpinan NU
  10. Pimpinan Muhammadiyah
  11. Para Rektor PTN/PTS se-Indonesia
  12. Ormas Pemuda dan BEM seluruh Indonesia
  13. Media nasional TV, cetak, dan online

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Negara Panik pada Hal yang Bisa Dibuktikan?

Next Post

Resmikan Lift Masjid Agung Discovery Residences, Walikota Tangsel: Masjid Tempat Pemberdayaan Umat

fusilat

fusilat

Related Posts

Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Feature

Panggung Roy Suryo di Polda Metro Jaya: Gelar Perkara atau Gelar Kekuasaan?

December 15, 2025
Terbaru Penembakan di Pantai Bondi, Sydney – 16 Orang Tewas
Crime

Terbaru Penembakan di Pantai Bondi, Sydney – 16 Orang Tewas

December 15, 2025
Deretan Libur Panjang dan Jadwal Libur Sekolah di Seluruh Indonesia
News

Deretan Libur Panjang dan Jadwal Libur Sekolah di Seluruh Indonesia

December 15, 2025
Next Post
Resmikan Lift Masjid Agung Discovery Residences, Walikota Tangsel: Masjid Tempat Pemberdayaan Umat

Resmikan Lift Masjid Agung Discovery Residences, Walikota Tangsel: Masjid Tempat Pemberdayaan Umat

GBHN DI DALAM SISTEM NEGARA DEMOKRASI LIBERAL: APAKAH MUNGKIN?

GBHN DI DALAM SISTEM NEGARA DEMOKRASI LIBERAL: APAKAH MUNGKIN?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Berebut Tuah Kiai Ma’ruf
Feature

Berebut Tuah Kiai Ma’ruf

by Karyudi Sutajah Putra
December 13, 2025
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - KH Ma'ruf Amin ternyata masih cukup bertuah....

Read more

Menguji Reformasi Polri: dari Penunjukan Kapolri Langsung hingga Penegasan Jabatan Sipil

December 12, 2025
Urgensi Penguatan Prinsip Penghormatan HAM dan Lingkungan dalam Skema Industri Nikel: Temuan Riset Responsible Mining 2025 di Sulawesi Tenggara

Urgensi Penguatan Prinsip Penghormatan HAM dan Lingkungan dalam Skema Industri Nikel: Temuan Riset Responsible Mining 2025 di Sulawesi Tenggara

December 11, 2025
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

18
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bangun Sepenuhnya: Kesadaran Pagi antara Zen dan Islam

Bangun Sepenuhnya: Kesadaran Pagi antara Zen dan Islam

December 15, 2025
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta

Panggung Roy Suryo di Polda Metro Jaya: Gelar Perkara atau Gelar Kekuasaan?

December 15, 2025
Terbaru Penembakan di Pantai Bondi, Sydney – 16 Orang Tewas

Terbaru Penembakan di Pantai Bondi, Sydney – 16 Orang Tewas

December 15, 2025
Deretan Libur Panjang dan Jadwal Libur Sekolah di Seluruh Indonesia

Deretan Libur Panjang dan Jadwal Libur Sekolah di Seluruh Indonesia

December 15, 2025
PPWI Nyatakan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional Luar Biasa

PPWI Nyatakan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional Luar Biasa

December 15, 2025
Di Balik Banjir Bandang Sumatera: Jejak Panjang Izin Sawit Zulkifli Hasan

Politik Pundak Beras dan Kamera: Ketika Kepedulian Menjadi Pencitraan

December 15, 2025

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bangun Sepenuhnya: Kesadaran Pagi antara Zen dan Islam

Bangun Sepenuhnya: Kesadaran Pagi antara Zen dan Islam

December 15, 2025
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta

Panggung Roy Suryo di Polda Metro Jaya: Gelar Perkara atau Gelar Kekuasaan?

December 15, 2025

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist