Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Siapa tak kenal FX Hadi Rudyatmo sebagai loyalis Megawati Soekarnoputri? Siapa pun yang suka membaca berita politik pasti mengenalnya. Dia masuk Partai Demokrasi Indonesia (PDI), yang kemudian bermetamorfosis di awal era Reformasi menjadi PDI Perjuangan, sejak 1977. Sejak itu ia tak pernah jedah atau berpindah ke partai politik lain. Apalagi setelah Megawati memimpin PDI dan kemudian PDIP sejak 1993.
Rudi yang memulai kariernya di partai dari tingkat desa ini banyak digencet semasa Orde Baru. “Kami selalu sembunyi-sembunyi ketika rapat koordinasi. Sabetan rotan dari aparat sudah biasa,’ katanya di Jakarta akhir pekan lalu.
Puncak karier Rudi di partai adalah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Jawa Tengah, setelah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surakarta selama 5 periode atau 25 tahun.
Sedangkan puncak karier Rudi di eksekutif adalah sebagai Walikota Surakarta, Jateng, hingga 2021.
Pria low profile yang lahir dari keluarga miskin di bantaran sungai Bengawan Solo, Pucangsawit, Jebres, Surakarta, tahun 1960 ini pernah menjadi anggota DPRD Kota Surakarta, yakni sejak 2004 hingga menjadi Wakil Walikota Surakarta tahun 2010 mendampingi Joko Widodo selaku walikota. Ketika Jokowi maju menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun 2012, Rudi naik takhta menjadi walikota. Di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surakarta tahun 2015, Rudy terpilih menjadi walikota.
Pada Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jateng Desember lalu, Rudy sempat digadang-gadang sebagai Ketua DPD PDIP Jateng definitif. Namun di tengah jalan ia “mutung kasarung”. Mungkin karena merasa ditelikung. Ia pun menyatakan mundur dari struktur PDIP dan hanya menjadi kader biasa.
Kemudian terpilihlah Dolfie OFP sebagai Ketua DPD PDIP Jateng, dengan putri Puan Maharani alias cucu Megawati Soekarnoputri, Pinka Haprani sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jateng.
Tak mungkin Megawati tak mengetahui upaya orang-orang sekelilingnya menjegal Rudi. Tahu tapi melakukan pembiaran. Artinya, Rudy ditendang.
Di sisi lain, Rudy tetap disayang Megawati. Buktinya, bekas Walikota Surakarta ini diberi penghargaan oleh Presiden ke-5 RI itu. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Jakarta akhir pekan lalu, Megawati menyematkan Bintang Jasa Kehormatan Leit Star kepada Rudy.
Rudy pun berikrar untuk tetap berjuang meski dari balik layar demi kemenangan PDIP di Jateng, khususnya di Solo atau Surakarta pada Pemilu 2029, “sampai titik darah penghabisan”.

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)




















