• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Gabah Apa Adanya: Untung di Atas Kertas, Risiko di Tangan Bulog

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
May 17, 2025
in Economy, Feature
0
Gabah Apa Adanya: Untung di Atas Kertas, Risiko di Tangan Bulog
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Setidaknya ada empat risiko besar jika Perum Bulog menyerap gabah petani secara apa adanya, tanpa seleksi kualitas—kebijakan yang belakangan ini menjadi sorotan.

Pertama, risiko kualitas.
Gabah berkualitas rendah sangat mungkin mengandung kotoran, kadar air tinggi, hingga kadar hampa berlebih. Jika gabah seperti ini diserap secara masif, kualitas beras yang dihasilkan akan menurun drastis. Bulog akan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan mutu beras cadangan pemerintah.

Kedua, risiko pengolahan.
Gabah dengan kualitas buruk jelas menyulitkan proses penggilingan dan penyimpanan. Biaya pengolahan bisa membengkak, belum lagi risiko kerusakan selama distribusi. Ini menjadi beban operasional tersendiri bagi Bulog sebagai operator pangan nasional.

Ketiga, risiko finansial.
Kualitas rendah berarti efisiensi rendah. Jika ongkos pengolahan naik, sementara harga jual beras tetap atau bahkan menurun karena kualitasnya buruk, maka kerugian akan menghantam neraca keuangan Bulog. BUMN ini bisa mengalami defisit yang tidak kecil.

Keempat, risiko reputasi.
Bulog bukan sekadar operator teknis, tapi simbol ketahanan pangan nasional. Jika masyarakat menerima beras buruk dari program pemerintah, maka kepercayaan publik akan terkikis. Kerusakan reputasi seperti ini sulit diperbaiki dalam jangka pendek.

Kondisi ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan penyerapan gabah kering panen tanpa syarat teknis. Suka tidak suka, Perum Bulog perlu diberi ruang untuk melakukan seleksi kualitas—demi keberlanjutan fungsi strategisnya.

Sayangnya, meskipun ada pelonggaran syarat kadar air dan kadar hampa, kesadaran petani untuk tetap menjaga kualitas belum terbentuk. Banyak petani justru mengambil sikap pragmatis: menjual gabah basah atau kotor, toh tetap dibeli Bulog dengan harga Rp6.500/kg.

Inilah sisi gelap dari kebijakan yang terlalu longgar. Alih-alih memperbaiki ekosistem pertanian, justru membuka ruang moral hazard di tingkat akar rumput. Jika tidak dikoreksi, kondisi ini bisa menjadi bom waktu dalam sistem pangan nasional.

Bulog memang berhasil menyerap 1,88 juta ton gabah hingga pertengahan Mei 2025. Bahkan pemerintah optimis angka itu akan menembus 2 juta ton saat panen raya berakhir. Dampaknya, cadangan beras pemerintah kini mencapai 3,8 juta ton, dan diprediksi menembus 4 juta ton. Dari sisi kuantitas, capaian ini patut diapresiasi.

Namun catatan kritisnya: mengapa kebijakan seperti ini tidak dilakukan sejak dulu? Mengapa kesejahteraan petani baru dianggap penting saat ini, setelah bertahun-tahun pemerintah sebelumnya lebih banyak berwacana daripada bertindak?

Pemerintahan Presiden Prabowo memang tampil berbeda. Sebagai mantan Ketua Umum dan Dewan Pembina HKTI selama hampir dua dekade, ia memahami realitas di lapangan. Ia tahu bahwa kesejahteraan petani tak akan pernah terjadi tanpa jaminan harga yang menguntungkan dan kepastian pasar.

Langkah awal Presiden Prabowo untuk menetapkan kebijakan satu harga gabah dan memperbesar serapan Bulog adalah bentuk keberpihakan nyata pada petani. Tapi keberhasilan kuantitas harus dibarengi dengan keberlanjutan kualitas.

Adalah fakta bahwa gabah yang diserap Bulog saat ini bukanlah yang terbaik. Itu risiko yang tak terhindarkan dari kebijakan bebas syarat kadar air dan kadar hampa. Tapi di sinilah peran strategis Bulog diuji: bagaimana mengelola risiko tersebut tanpa mengorbankan kualitas dan kepercayaan publik.

Bulog harus tetap menjadi pelindung petani, bukan korban dari kebijakan populis sesaat. Ke depan, keseimbangan antara kualitas dan kuantitas harus dicapai, agar ketahanan pangan tidak hanya kokoh dalam angka, tapi juga nyata dalam kualitas hidup rakyat.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

TPUA Klarifikasi ke UGM dan Rumah Jokowi, Damai Hari Lubis Tanggapi Sinis Pernyataan Abraham Samad

Next Post

Referendum Hukuman Mati bagi Koruptor, Bandar Narkoba, dan Bandar Judi Online

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Feature

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026
Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Next Post
Referendum Hukuman Mati bagi Koruptor, Bandar Narkoba, dan Bandar Judi Online

Referendum Hukuman Mati bagi Koruptor, Bandar Narkoba, dan Bandar Judi Online

Dualisme Yang Semakin Menajam di Tubuh PDIP ; Hasto VS Puan

Ketika PDIP Tersandera Hasto

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...