• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gajah Merah dan PSI Tbk: Ketika Imajinasi Politik Tersesat di Etalase

Ali Syarief by Ali Syarief
July 21, 2025
in Feature, Politik
0
Gajah Merah dan PSI Tbk: Ketika Imajinasi Politik Tersesat di Etalase
Share on FacebookShare on Twitter

Kita hidup di zaman ketika simbol dipilih lebih karena daya klik, bukan daya tafsir.

Dan PSI tampaknya tahu betul ritme zaman itu. Maka mereka memutuskan mengganti mawar merah—yang barangkali sudah dianggap layu—dengan seekor gajah berkepala merah. Lalu menambahkan akhiran “Tbk.” seolah partai adalah entitas yang bisa dibeli per lembarnya, seperti saham yang bergerak naik-turun oleh cuaca opini publik.

Namun, seperti kata penyair yang saya lupa namanya, tidak semua yang mengkilap adalah emas. Dan tidak semua yang “rebranding” adalah kemajuan.


Tbk, tiga huruf yang dalam dunia bisnis mengandung struktur hukum yang rigid, tiba-tiba disisipkan ke dalam tubuh partai yang katanya progresif. Ini bukan soal legal formal belaka. Ini soal nalar: sejak kapan partai politik menjadi perusahaan terbuka?

Apakah solidaritas kini bisa dihitung dividen tahunannya?

PSI seolah sedang bermain-main di antara dua dunia: satu dunia politik yang memerlukan ideologi, prinsip, dan konsistensi; dan dunia dagang yang hidup dari impresi, instan, dan grafik performa. Di titik perlintasan itu, mereka tersandung oleh kesembronoan simbolik.


Gajah—dalam banyak peradaban—adalah lambang kekuatan, kebesaran, bahkan kesetiaan. Tapi simbol bukan sekadar bentuk binatang. Ia tumbuh dari sejarah dan pertarungan nilai. Ketika Partai Demokrat Amerika menggunakan gajah dan keledai, itu lahir dari satire politik berusia lebih dari satu abad. Ada narasi panjang yang menopang simbol itu, bahkan ketika ia diperdebatkan.

Lalu dari mana PSI menemukan gajah merahnya?

Ia muncul begitu saja. Tanpa akar. Tanpa cerita. Dan justru karena itu: hampa.

Simbol tanpa konteks ibarat patung tanpa alas. Ia mudah tumbang.


Di satu sisi, PSI mungkin ingin menunjukkan keterbukaan, kekuatan, dan keberanian. Tapi ketika semua itu diwujudkan dalam rupa-rupa yang kabur dan tidak dijelaskan, kita malah mendapati satu hal: kegamangan.

Barangkali PSI sedang mencari perhatian. Tapi perhatian adalah mata uang yang murah dalam politik. Ia bisa dibeli dengan sensasi, tetapi tidak bisa ditukar dengan kepercayaan. Dan publik Indonesia, meski sering dianggap mudah lupa, sebenarnya tidak sebodoh yang dibayangkan politisi muda yang sibuk bermain TikTok.


Maka esai pembanding yang menyebut “krisis simbolik” itu benar adanya. PSI bukan sedang berinovasi, melainkan sedang kehilangan arah. Antara keinginan tampil segar dan tekanan relevansi, mereka memilih kemasan daripada isi. Padahal partai, jika ingin bertahan, harus dibangun dari pertanyaan-pertanyaan berat: kepada siapa aku berpihak? Untuk siapa aku bersuara?

Bukan: bagaimana agar aku tampak keren?


Mungkin inilah paradoks PSI: partai yang dilahirkan dengan niat mulia melawan politik tua, tapi kini terjebak dalam estetika yang terlalu muda. Dan seperti gajah yang kehilangan habitat, mereka terlihat besar, tapi berjalan tanpa arah.

Mereka lupa: politik adalah tentang merawat ingatan, bukan sekadar tampil di timeline.

Dan saya tak yakin, apakah gajah merah mereka akan diingat sebagai simbol kekuatan… atau hanya sebagai meme yang gagal.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika yang Disebut “Bau Tanah” – Kini Membentuk Barisan

Next Post

Biografi Palsu, Hukum Mandul: Kita Tunggu Akhir Cerita di Meja Hakim

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026
Birokrasi

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Economy

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Next Post
ETIKA HUKUM : Ahli ‘akal-akalan’ Hukum

Biografi Palsu, Hukum Mandul: Kita Tunggu Akhir Cerita di Meja Hakim

Ketika Manusia Merasa Tak Lagi Butuh Tuhan

Ketika Manusia Merasa Tak Lagi Butuh Tuhan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist