• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Manusia Merasa Tak Lagi Butuh Tuhan

Ali Syarief by Ali Syarief
July 21, 2025
in Feature, Spiritual
0
Ketika Manusia Merasa Tak Lagi Butuh Tuhan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di era algoritma, superkomputer, dan kecerdasan buatan, umat manusia seolah telah menemukan apa yang selama ini dicarinya: kontrol atas dunia. Penyakit bisa dikendalikan, data bisa diramalkan, bahkan perilaku manusia bisa dianalisis dan diprediksi oleh mesin. Kita hidup dalam zaman yang tidak lagi bergantung pada doa untuk hujan, atau wahyu untuk petunjuk moral. Lalu muncul pertanyaan mendasar yang mengguncang banyak jiwa modern: masihkah kita perlu Tuhan?

Tuhan dan Masa Ketidaktahuan

Dalam sejarah, Tuhan sering menjadi penjelasan atas apa yang tidak diketahui manusia. Petir dianggap sebagai amarah dewa. Wabah dipahami sebagai hukuman dari langit. Tuhan adalah jawaban atas ketidaktahuan dan keterbatasan. Maka ketika ilmu pengetahuan berkembang, sebagian orang mulai menyimpulkan: “Jika kita bisa menjelaskan segalanya dengan sains, maka Tuhan tak lagi diperlukan.”

Bahkan, filsuf Nietzsche dengan lantang mengumumkan:

“Tuhan telah mati, dan kitalah yang membunuh-Nya.”
Bagi Nietzsche, manusia telah beranjak dari ketergantungan pada entitas transenden. Ia menantang manusia untuk menciptakan makna sendiri, tanpa bergantung pada langit.

Sains Menjawab “Bagaimana”, Bukan “Mengapa”

Namun sains, sejauh apapun kemajuannya, hanya menjawab satu sisi dari realitas: bagaimana sesuatu terjadi. Ia tidak, dan mungkin tidak akan pernah, mampu menjawab pertanyaan:

  • “Mengapa kita ada?”

  • “Apa arti hidup?”

  • “Mengapa kita harus berbuat baik bahkan ketika tidak ada yang melihat?”

Pertanyaan-pertanyaan itu bukan sekadar teka-teki logika. Ia adalah getaran eksistensial manusia. Dan dalam ruang inilah, Tuhan hadir bukan sebagai jawaban, tetapi sebagai makna.

Ketika Makna Dicabut dari Kehidupan

Manusia modern mungkin merasa tak lagi butuh Tuhan, tetapi di saat yang sama, ia juga kehilangan arah. Banyak orang hidup dalam kelimpahan teknologi tapi menderita secara emosional dan spiritual. Depresi, krisis identitas, kehampaan batin—semua itu menjadi hantu zaman yang tidak bisa disingkirkan dengan chip silikon atau kecanggihan digital.

Tuhan bukan sekadar penjelas gejala alam. Ia adalah sumbu kesadaran, yang membuat manusia tahu bahwa ada yang lebih tinggi dari dirinya—yang menahan kesombongan, mengingatkan pada batas, dan memelihara nurani.

Tuhan Sebagai Cermin Kemanusiaan

Bagi sebagian orang, meninggalkan Tuhan adalah simbol kebebasan. Tapi kebebasan tanpa batas akan segera berubah menjadi kekacauan. Dalam dunia yang tidak lagi mengenal kebenaran mutlak, segalanya bisa dibenarkan atas nama relativisme: kekuasaan, keserakahan, bahkan kekejaman.

Maka bukan soal apakah manusia perlu Tuhan, tapi apakah manusia sanggup hidup tanpa rasa bertuhan: tanpa rasa tunduk, hormat, dan kagum pada sesuatu yang lebih tinggi dari egonya sendiri.

Penutup: Bukan Soal Keberadaan, Tapi Kehadiran

Barangkali, di zaman ini, pertanyaan yang lebih penting bukanlah “Apakah Tuhan masih ada?”—melainkan:

“Apakah kita masih membuka ruang bagi-Nya untuk hadir dalam hidup kita?”

Tuhan tidak mati. Yang mati barangkali adalah rasa butuh kita pada makna, keheningan, dan kesadaran akan batas. Dan mungkin, di ujung kemajuan inilah, manusia akan kembali mengetuk pintu langit—bukan karena tidak tahu, tapi karena ingin benar-benar mengerti: untuk apa hidup ini dijalani.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Biografi Palsu, Hukum Mandul: Kita Tunggu Akhir Cerita di Meja Hakim

Next Post

Koruptor Kambing Hitam

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Tom Lembong Dituntut 7 Tahun: Di Mana Airlangga? Ke Mana Zulhas?

Koruptor Kambing Hitam

Satu Jam yang Misterius: Membongkar Tabir Pertemuan Prabowo-Jokowi di Tengah Gejolak Dunia

Satu Jam yang Misterius: Membongkar Tabir Pertemuan Prabowo-Jokowi di Tengah Gejolak Dunia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist