• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Koruptor Kambing Hitam

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 21, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Tom Lembong Dituntut 7 Tahun: Di Mana Airlangga? Ke Mana Zulhas?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Demikianlah nasib koruptor. Sudah divonis penjara, terstigma buruk seumur hidup, masih dijadikan kambing hitam pula.

Adalah Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan koruptor sebagai kambing hitam, atau orang yang disalahkan atas suatu masalah.

Saat berpidato di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, Ahad (20/7/2025) malam, Prabowo menuduh koruptor sebagai pihak yang membiayai aksi-aksi demonstrasi di Tanah Air, termasuk yang bertajuk “Indonesia Gelap”.

Mengapa objek tuduhan itu kita kategorikan sebagai kambing hitam? Karena Prabowo disinyalir tidak punya bukti koruptor mana yang membiayai aksi-aksi demo itu. Kalau punya bukti, tentu koruptor yang membiayai demo itu sudah dia tangkap. Ironis, bukan?

Lebih ironis lagi, Prabowo justru membiarkan orang-orang yang disinyalir berada dalam pusaran dugaan korupsi berada di “inner circle” atau lingkaran dalamnya.

Sebut saja Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih, Budi Arie Setiadi yang saat menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika di Kabinet Indonesia Maju diduga terlibat korupsi perlindungan situs judi online.

Juga sejumlah menteri lainnya yang pernah diperiksa Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi saat duduk di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, seperti Airlangga Hartarto, kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian lagi, dan Dito Ario Tedjo yang kini kembali menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga.

Pun, Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan di Kabinet Indonesia Maju yang kini menjadi Menteri Koordinator Bidang Pangan di Kabinet Merah Putih yang pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juga Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Kabinet Merah Putih yang pernah diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi.

Patut diduga, mereka dibiarkan tidak diproses hukum karena satu perahu dengan Prabowo.

Sebaliknya, mereka yang berbeda perahu dengan Prabowo diproses secara hukum. Sebut saja Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, Menteri Perdagangan di Kabinet Indonesia Maju yang saat Pemilihan Presiden 2024 mendukung Anies Baswedan, rival Prabowo.

Dus, dalam pemberantasan korupsi, Prabowo disinyalir diskriminatif alias tebang pilih. Pilih dulu baru tebang.

Meski dijadikan kambing hitam, tapi yakinlah tidak ada koruptor yang akan melawan Prabowo. Apalagi bekas Komandan Jenderal Kopassus itu tak spesifik menyebut nama koruptor tertentu.

Di sinilah letak pengecutnya Prabowo. Kalau memang ada koruptor yang membiayai aksi demo Indonesia Gelap, mengapa tidak ditangkap?

Di sinilah justru Prabowo patut diduga melakukan aksi adu domba, suatu yang selama ini ia tuduhkan kepada mereka yang bersikap kritis terhadap pemerintah.

Alhasil, langkah Prabowo mengambinghitamkan koruptor sebagai pihak yang membiayai aksi-aksi demo di Tanah Air, serta mudahnya Prabowo menuduh mereka yang bersikap kritis terhadap pemerintah sebagai pengadu domba sesungguhnya sekadar gimik politik belaka demi menutupi kelemahannya selama kurang-lebih sembilan bulan memimpin Indonesia. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Manusia Merasa Tak Lagi Butuh Tuhan

Next Post

Satu Jam yang Misterius: Membongkar Tabir Pertemuan Prabowo-Jokowi di Tengah Gejolak Dunia

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Satu Jam yang Misterius: Membongkar Tabir Pertemuan Prabowo-Jokowi di Tengah Gejolak Dunia

Satu Jam yang Misterius: Membongkar Tabir Pertemuan Prabowo-Jokowi di Tengah Gejolak Dunia

Di Tengah Klaim Pemerintah Terkait Kecukupan Stok, Harga Beras Terus Melonjak

Stabilisasi Semu di Tengah Skandal Oplosan: Saat Perut Rakyat Dikorbankan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...