• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari MOTAH 65 ke Jepang: Ketika Pengelolaan Sampah Masih Terjebak Cara Primitif

Ali Syarief by Ali Syarief
June 5, 2026
in Feature
0
Dari MOTAH 65 ke Jepang: Ketika Pengelolaan Sampah Masih Terjebak Cara Primitif
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Hikarigaoka, Tokyo—Cara sebuah masyarakat memperlakukan sampah sesungguhnya mencerminkan tingkat peradabannya. Di negara-negara maju, sampah dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi. Sebaliknya, di tempat yang pengelolaannya buruk, sampah hanya dipindahkan dari satu masalah ke masalah lain, bahkan sering kali menjadi sumber pencemaran baru yang mengancam kesehatan masyarakat.

Pemandangan yang terjadi di MOTAH 65, Kota Bandung, memperlihatkan betapa jauhnya kita tertinggal dalam urusan pengelolaan sampah. Alih-alih menjadi solusi lingkungan, keberadaan fasilitas tersebut justru menimbulkan persoalan baru. Bau menyengat tercium hingga ke rumah-rumah warga. Truk-truk pengangkut sampah datang dari berbagai wilayah, menumpuk limbah di tengah lingkungan permukiman padat penduduk. Lalat, belatung, dan aroma busuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah praktik pembakaran sampah yang masih dilakukan. Asap hitam membubung ke udara. Sampah plastik ikut terbakar. Padahal, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pembakaran plastik menghasilkan zat-zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Dioksin, furan, partikel halus PM2.5, dan berbagai senyawa kimia lainnya dapat masuk ke paru-paru, merusak sistem pernapasan, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis dalam jangka panjang.

Ironisnya, semua itu terjadi di tengah kawasan permukiman. Anak-anak menghirup udara yang sama. Lansia dan kelompok rentan menjadi pihak yang paling berisiko menerima dampaknya. Sementara itu, residu hasil pembakaran tampak dibuang begitu saja tanpa pengelolaan yang memadai. Abu dan sisa pembakaran berpotensi mencemari tanah maupun saluran air di sekitarnya.

Sulit untuk tidak menyebut praktik semacam ini sebagai cara yang primitif. Bukan karena pembakaran sampah tidak dikenal dalam sistem modern, melainkan karena pembakaran yang dilakukan tanpa teknologi pengendalian emisi, tanpa perlindungan lingkungan yang memadai, dan tanpa memperhatikan kesehatan masyarakat adalah pendekatan yang sudah lama ditinggalkan oleh negara-negara maju.

Saya menyempatkan diri mencari tahu lebih jauh bagaimana negara lain menangani persoalan yang sama. Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengunjungi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Osaka, Jepang. Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam. Di sana, sampah memang dibakar. Namun pembakaran dilakukan dengan teknologi tinggi, melalui sistem tertutup yang dirancang untuk mencegah pencemaran udara.

Baru-baru ini saya kembali melihat fasilitas serupa di kawasan pinggiran Tokyo, tepatnya di Distrik Hikarigaoka. Sekilas bangunannya bahkan tidak tampak seperti tempat pengolahan sampah. Lingkungannya bersih, tertata, dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar. Tidak ada bau menyengat. Tidak ada asap hitam yang mengepul. Tidak ada tumpukan sampah yang mengundang lalat dan belatung.

Teknologi yang digunakan memungkinkan panas hasil pembakaran dimanfaatkan untuk menghasilkan energi. Energi tersebut kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari listrik hingga penyediaan air panas untuk mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Dengan kata lain, sampah tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan diubah menjadi sumber manfaat.

Perbedaan antara yang saya lihat di Jepang dan yang terjadi di MOTAH 65 bukan sekadar soal teknologi. Perbedaannya terletak pada cara berpikir. Jepang memulai pengelolaan sampah dari penghormatan terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Teknologi dipilih untuk memastikan bahwa solusi terhadap masalah sampah tidak melahirkan masalah baru.

Sebaliknya, pendekatan yang terlihat pada MOTAH 65 justru berpotensi memindahkan persoalan dari satu tempat ke tempat lain. Sampah memang berkurang volumenya setelah dibakar, tetapi polusi udara meningkat. Tumpukan sampah mungkin berkurang, tetapi risiko kesehatan warga bertambah. Persoalan lingkungan tidak diselesaikan, hanya diubah bentuknya.

Yang lebih mengherankan, praktik semacam ini masih berlangsung ketika pemerintah pusat sedang mendorong Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Semangat yang dibangun pemerintah adalah menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Namun di lapangan, masyarakat justru menyaksikan pembakaran sampah yang menimbulkan bau, asap, dan pencemaran.

Pertanyaan yang patut diajukan adalah: apakah warga sekitar MOTAH 65 dianggap layak menghirup udara yang tercemar demi menyelesaikan persoalan sampah kota? Apakah kesehatan masyarakat dapat dikorbankan atas nama solusi yang murah dan praktis?

Pengelolaan sampah tidak boleh hanya diukur dari seberapa cepat sampah menghilang dari pandangan. Ukuran keberhasilannya harus mencakup perlindungan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan hidup, dan keberlanjutan jangka panjang. Jika sampah hilang tetapi udara menjadi beracun, maka sesungguhnya kita tidak sedang menyelesaikan masalah. Kita hanya sedang menyembunyikannya.

Bandung adalah kota yang selama ini dikenal sebagai kota kreatif dan kota pendidikan. Sudah saatnya pengelolaan sampah di kota ini mencerminkan semangat tersebut. Bukan dengan cara-cara primitif yang menghasilkan asap dan bau, melainkan dengan pendekatan modern yang menghormati hak warga untuk hidup di lingkungan yang bersih, sehat, dan bermartabat.

Karena pada akhirnya, ukuran kemajuan sebuah kota bukan hanya dilihat dari gedung-gedung yang dibangunnya, melainkan dari bagaimana kota itu memperlakukan lingkungan dan melindungi kesehatan warganya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

Next Post

Plot Twist Pencopotan Kepala BGN

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Maling Berkedok Gizi Terbukti!

Plot Twist Pencopotan Kepala BGN

IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...