• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

Ali Syarief by Ali Syarief
June 5, 2026
in Feature, Lingkungan Hidup
0
Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila
Share on FacebookShare on Twitter

Hikarigaoka, Jepang.Pagi ini saya berkunjung ke rumah seorang sahabat, Shigen Ogasawara, di Hikarigaoka, Tokyo. Seperti biasa, obrolan kami mengalir dari satu topik ke topik lain. Dari urusan keluarga, budaya, hingga pengalaman hidup yang telah dilalui selama puluhan tahun. Namun di tengah percakapan itu, saya mendapatkan sebuah kisah yang membuat hati saya terenyuh sekaligus sedih.

Sahabat saya bercerita bahwa sekitar 30 tahun lalu, ia pernah datang ke Jakarta sebagai salah seorang peserta kegiatan bakti penanaman mangrove di kawasan Belahan Kapuk. Saat itu, bersama sejumlah relawan lainnya, ia ikut menanam pohon bakau untuk membantu menjaga ekosistem pesisir Jakarta. Tujuannya sederhana namun mulia: menyelamatkan lingkungan, mencegah abrasi, dan menjaga habitat berbagai biota laut, termasuk udang yang menjadi bagian penting dari rantai kehidupan di kawasan tersebut.

Saya terdiam mendengarnya.

Betapa ironis. Tiga puluh tahun lalu, seorang warga Jepang rela menempuh ribuan kilometer untuk membantu menyelamatkan hutan bakau di negeri kita. Mereka memahami bahwa alam bukan sekadar sumber keuntungan ekonomi, melainkan titipan yang harus dirawat demi generasi mendatang. Mereka datang tanpa kepentingan politik, tanpa ambisi bisnis, tanpa harapan memperoleh keuntungan pribadi. Mereka datang karena sadar bahwa manusia dan alam adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Namun apa yang terjadi hari ini?

Kawasan mangrove yang dahulu ditanam dengan penuh harapan justru menghadapi ancaman serius. Lahan-lahan pesisir yang seharusnya menjadi benteng alami Jakarta perlahan berubah fungsi. Hutan bakau yang menjadi rumah bagi ikan, kepiting, burung, dan udang kini terdesak oleh pembangunan yang mengutamakan keuntungan jangka pendek. Sebagian kawasan bahkan terancam berubah menjadi deretan vila mewah dan properti eksklusif yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang.

Pertanyaannya sederhana: untuk siapa pembangunan itu dilakukan?

Jika hutan mangrove hilang, bukan hanya pohon yang lenyap. Bersamanya akan hilang fungsi ekologis yang sangat vital. Mangrove adalah pelindung alami dari abrasi dan banjir rob. Ia menjadi tempat pembesaran berbagai jenis ikan dan udang yang menopang kehidupan nelayan. Ia juga menjadi penyerap karbon yang efektif dalam menghadapi perubahan iklim.

Ketika mangrove ditebang, kerugian yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga diwariskan kepada anak cucu kita.

Yang lebih menyedihkan adalah kenyataan bahwa kesadaran menjaga lingkungan justru terkadang datang dari orang-orang yang tinggal jauh dari negeri ini. Mereka memahami nilai sebuah pohon bakau, sementara sebagian dari kita hanya melihat nilai jual tanah yang berdiri di atasnya.

Kisah sahabat saya di Tokyo pagi ini mengingatkan bahwa cinta terhadap lingkungan tidak mengenal batas negara. Seorang Jepang bisa mencintai mangrove Jakarta. Sebaliknya, kita yang lahir dan besar di negeri ini seharusnya memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar untuk menjaganya.

Jangan sampai sejarah mencatat bahwa orang asing pernah datang menanam bakau untuk masa depan Indonesia, sementara generasi kita justru sibuk mengubahnya menjadi kawasan mewah yang menguntungkan segelintir orang.

Sebab ketika pohon terakhir ditebang dan habitat terakhir hilang, kita akan menyadari bahwa keuntungan ekonomi sesaat tidak pernah mampu menggantikan kerugian ekologis yang berlangsung sepanjang zaman.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Isu Penggulingan Prabowo di Balik Isu Masuknya Said Iqbal ke Kabinet

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pencopotan Dadan: Bersih-bersih atau Ganti Aktor doang?
Feature

Pencopotan Dadan: Bersih-bersih atau Ganti Aktor doang?

June 4, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN
Feature

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026
Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

June 5, 2026
Isu Penggulingan Prabowo di Balik Isu Masuknya Said Iqbal ke Kabinet

Isu Penggulingan Prabowo di Balik Isu Masuknya Said Iqbal ke Kabinet

June 5, 2026
Maling Berkedok Gizi Terbukti!

Maling Berkedok Gizi Terbukti!

June 4, 2026
Pencopotan Dadan: Bersih-bersih atau Ganti Aktor doang?

Pencopotan Dadan: Bersih-bersih atau Ganti Aktor doang?

June 4, 2026
Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

June 5, 2026
Isu Penggulingan Prabowo di Balik Isu Masuknya Said Iqbal ke Kabinet

Isu Penggulingan Prabowo di Balik Isu Masuknya Said Iqbal ke Kabinet

June 5, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...