• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Ketika yang Disebut “Bau Tanah” – Kini Membentuk Barisan

Ali Syarief by Ali Syarief
July 21, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Ketika yang Disebut “Bau Tanah” – Kini Membentuk Barisan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada saat ketika sebuah kata bisa memecah sunyi. Ada waktu ketika kalimat sembrono bisa membangunkan sesuatu yang selama ini memilih diam.

Purnawirawan TNI itu sudah lama tak berseragam. Tapi di dalam dirinya, disiplin dan loyalitas tetap hidup seperti sisa api dalam arang yang belum padam.

Maka ketika seorang politisi—Sylvester Matutina—menyebut mereka “bau tanah”, reaksi itu datang bukan sebagai letupan emosional semata, tapi sebagai panggilan untuk bersatu kembali, sebagaimana mereka dilatih sejak taruna: esprit de corps, jiwa korsa.

Letnan Jenderal (Purn) Suwarno, misalnya, bicara dengan suara tenang tapi penuh peringatan:

“Kami ini bukan siapa-siapa, tapi kami pernah menjadi bagian dari penjaga republik ini. Menyebut kami ‘bau tanah’ sama saja menghina sejarah pengabdian kami.”

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo tak langsung marah, tapi memilih membalas dengan sindiran halus:

“Tanah memang tempat kita kembali. Tapi sebelum kami kembali ke tanah, kami akan pastikan tanah ini tetap utuh untuk generasi kalian.”

Sementara Letjen (Purn) Syarwan Hamid berkata dengan nada getir,

“Orang yang menyebut kami ‘bau tanah’ barangkali lupa, bahwa tanah yang diinjaknya sekarang, adalah tanah yang kami perjuangkan dengan darah.”

Dan mereka pun berkumpul. Tak ada komando resmi. Tak ada instruksi panglima. Tapi satu per satu bersuara, dan suara itu menggema seperti gema laras panjang di lereng pegunungan yang pernah mereka bela.

Karena sejak mereka masuk Akademi Militer, mereka belajar bukan hanya menembak dan berbaris, tapi juga bersatu. Dalam lelah, dalam luka, dalam senyap. Disatukan oleh peluh di tenda darurat, oleh dendang senja di pos perbatasan, oleh bendera yang tak boleh jatuh.

Jiwa itu tidak mati bersama pensiun. Ia hanya berganti medan. Dulu mereka melawan separatis, kini mereka melawan penghinaan. Dulu mereka melawan musuh bersenjata, kini mereka melawan laku pongah yang meremehkan sejarah.

Mungkin para purnawirawan itu tak bisa menulis cuitan lebih cepat dari para buzzer. Mungkin mereka tak tahu strategi media sosial. Tapi mereka tahu cara bertahan. Mereka tahu bagaimana bertempur dalam badai. Mereka tahu bagaimana menunggu dengan tenang sampai musuh kelelahan oleh dirinya sendiri.

Dan kini, mereka bangkit bukan untuk kekuasaan. Tapi untuk kehormatan.
Karena bagi mereka, seperti kata Letjen (Purn) Agus Widjojo:

“Tentara bisa pensiun, tapi kehormatan tidak bisa ditanggalkan. Ia menempel sampai napas terakhir.”

Goenawan pernah berkata, dalam salah satu catatannya, bahwa yang tua adalah tubuh, bukan makna. Dan makna tidak mati, ia hanya menunggu untuk dihidupkan kembali.

Mereka yang disebut “bau tanah” itu kini kembali membentuk barisan. Barisan senyap yang tahu persis: musuh paling berbahaya bukan yang membawa senjata, tapi yang membawa kesombongan dan melupakan sejarah.

Dan kita, yang masih berjalan di atas tanah yang mereka jaga, mestinya bertanya: siapa sebenarnya yang layak disebut “bau tanah”? Mereka yang pernah berkorban untuk negeri, atau mereka yang baru belajar mengeja makna perjuangan?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tragedi di Pernikahan Anak Dedi Mulyadi: 30 Korban Tercatat

Next Post

Gajah Merah dan PSI Tbk: Ketika Imajinasi Politik Tersesat di Etalase

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Gajah Merah dan PSI Tbk: Ketika Imajinasi Politik Tersesat di Etalase

Gajah Merah dan PSI Tbk: Ketika Imajinasi Politik Tersesat di Etalase

ETIKA HUKUM : Ahli ‘akal-akalan’ Hukum

Biografi Palsu, Hukum Mandul: Kita Tunggu Akhir Cerita di Meja Hakim

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist