• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

GAS MELON: KEBIJAKAN MENYENGSARAKAN RAKYAT UNTUK PENGALIHAN ISU PIK2 PSN

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
February 4, 2025
in Crime, Feature
0
GAS MELON: KEBIJAKAN MENYENGSARAKAN RAKYAT UNTUK PENGALIHAN ISU PIK2 PSN
Share on FacebookShare on Twitter

Polemik mengenai kejahatan terkait PIK2 PSN yang mulai terbongkar kini coba ditutupi dengan pengalihan isu soal Gas Melon. Memang, menertibkan harga Gas Melon bisa diterima, namun bukan dengan cara yang drastis dan tiba-tiba. Kebijakan semacam ini justru berisiko menyengsarakan rakyat kecil, yang mana dengan mempersulit perizinan Gas Melon, akibatnya adalah hilangnya pasokan di pasaran.

Gas Melon merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, terutama untuk memasak. Bagi banyak rakyat kecil dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di sektor makanan, kebijakan ini sangat merugikan karena mengancam keberlangsungan usaha mereka.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengungkapkan bahwa harga gas di pusat adalah Rp 12.750, dan terkejut dengan harga Gas Melon yang dijual di warung mencapai Rp 20.000. Namun, jika dilacak dari harga di pangkalan pengisian Rp 15.000, masuk agen Rp 18.000, dan pengecer menjualnya di warung Rp 20.000, rakyat tidak protes karena yang penting mereka bisa mendapatkan gas tersebut. Ini adalah kebutuhan vital, dan harga yang sedikit lebih mahal bisa dimaklumi daripada kesulitan dalam mendapatkannya.

Namun, jika kebijakan ini mematok harga seragam Rp 12.750 atau Rp 18.000, pengecer menjadi bingung. Tidak semua pengecer memiliki modal besar atau cukup tabung gas kosong untuk menjadi agen. Menjadi agen memerlukan modal besar, yakni membeli minimal 60 tabung gas kosong yang harganya Rp 150.000 per tabung. Jika dihitung, biaya modal untuk menjadi agen bisa mencapai Rp 9.000.000, jumlah yang tidak sedikit bagi pengecer kecil.

Apakah Menteri Bahlil Lahadalia sudah memahami realita kehidupan rakyat kecil di lapangan? Kebijakan yang hanya menguntungkan pengusaha besar akan menyebabkan pengecer kecil, yang sebenarnya sangat dekat dengan rakyat, terpuruk. Kebijakan seperti ini jelas menunjukkan ketidakpahaman terhadap realita ekonomi rakyat.

Jika kebijakan ini dipusatkan pada pengusaha pangkalan, maka yang bisa menjadi agen hanyalah mereka yang memiliki modal besar. Ini hanya akan memperparah ketimpangan ekonomi dan semakin menguntungkan pengusaha besar. Sementara itu, rakyat kecil, yang sangat bergantung pada Gas Melon untuk bertahan hidup, menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak pada mereka.

Kebijakan yang merugikan rakyat banyak ini, terutama yang menyangkut hajat hidup mereka, sejatinya adalah sebuah kejahatan. Gas Melon bagi rakyat kecil adalah soal hidup dan mati, karena pemerintah tidak memberikan alternatif bahan bakar lain yang lebih terjangkau untuk memasak. Apakah dengan kebijakan seperti ini, pemerintah bisa mendapatkan simpati rakyat?

Sudah saatnya kita berhenti membodohi rakyat dengan isu-isu kontra-isu yang hanya membuat mereka sengsara. Sebagai menteri, seharusnya pemikiran Anda lebih maju dan relevan dengan kebutuhan rakyat, bukan malah kebijakan yang membingungkan dan menambah beban hidup mereka.

Jika saja kekayaan ibu pertiwi ini dikelola dengan baik, dan sepenuhnya diarahkan untuk kemakmuran rakyat, mungkin Gas Melon bisa saja diberikan secara gratis. Tidak perlu ada kata “subsidi” yang sebenarnya merupakan kebohongan. Subsidi itu seharusnya diterima rakyat dari kekayaan negara yang mereka bayar melalui pajak.

Bicara soal subsidi, kenapa tidak kita lihat pula bagaimana kebijakan pemerintah terhadap negara lain, seperti subsidi yang diberikan oleh Megawati terhadap RRC dengan Gas Tangguh yang sampai hari ini masih dijual dengan harga 1/3 harga gas dunia. Apakah ini yang dimaksud dengan keberpihakan pada wong cilik? Bukankah tanggung jawab pada rakyat kecil lebih penting daripada politik kepentingan?

Dengan isu Gas Melon yang saat ini menjadi polemik, bisa jadi ini adalah cara untuk menutupi permasalahan besar terkait PIK2 PSN yang belum tuntas. Pemerintah harus sadar bahwa rakyat tidak boleh terus menerus dijadikan korban kebijakan yang tidak berpihak pada mereka.

Prihandoyo Kuswanto
Sukolilo, Surabaya

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Akibat Kebijakan Pemerintah Bukan Karena Pasokan Berkurang

Next Post

Bagaimana Iran Jadi pemimpin Global Dalam Bidang Drone,Rudal, dan Sistem Pertahanan Udara

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Feature

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Feature

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026
Next Post
Bagaimana Iran Jadi pemimpin Global Dalam Bidang Drone,Rudal, dan Sistem Pertahanan Udara

Bagaimana Iran Jadi pemimpin Global Dalam Bidang Drone,Rudal, dan Sistem Pertahanan Udara

Dengan Pengawalan Para Petinggi Gerindra, Pendukung Prabowo Akan Gelar Aksi Damai di Depan MK

Paradoks Kebijakan: Menteri Bahlil vs. Presiden Prabowo - "Gas Melon Dinormalkan Kembali"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026
Tangkap Tiyo Ardianto!

Tangkap Tiyo Ardianto!

June 16, 2026
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...