• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Geger Tumpes Kelor PDIP dan Megawati

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 10, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Kung Fu Ibu Mega; Pukul, Rangkul, Cekik.
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – “Tumpes kelor” dalam terminologi Jawa disebut sebagai pembunuhan atau pemusnahan terhadap satu keluarga, bahkan hingga tujuh turunan.

Tumpes kelor biasanya dilakukan dengan metodologi santet, sehingga ada jenis santet yang bernama Santet Tumpes Kelor.

Kini, keluarga besar PDI Perjuangan sepertinya sedang menjadi sasaran tumpes kelor. Tidak dengan santet, tapi dengan senjata hukum dan politik.

Tumpes kelor inilah yang akan membuat dunia politik dan hukum Indonesia mengalami gonjang-ganjing atau geger dalam beberapa waktu ke depan.

Tumpes kelor secara hukum, antara lain Hasto Kristiyanto dijadikan tersangka. Sekretaris Jenderal PDIP itu, Selasa (24/12/2024) lalu ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dua perkara sekaligus yang semuanya terkait Harun Masiku.

Pertama, sebagai tersangka suap yang bersama Harun Masiku disangka menyuap Wahyu Setiawan, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2017-2022 agar Harun diloloskan sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Nazaruddin Kiemas, calon anggota legislatif DPR RI terpilih dari PDIP di Pemilu 2019 yang meninggal dunia.

Kedua, sebagai tersangka “obstruction of justice” (perintangan penyidikan) dalam upaya KPK menangkap Harun Masiku yang sejak 8 Januari 2020 buron hingga kini.

Penetapan dirinya sebagai tersangka itu dinilai Hasto sebagai politisasi hukum dan kriminalisasi kepada dirinya oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang ia nilai “nabok nyilih tangan” KPK. Musababnya, Hasto kerap mengkritik Jokowi dan keluarganya belakangan ini.

Meski sempat dibantah KPK, namun asumsi Jokowi “nabok nyilih tangan” KPK sulit dilepaskan dari kasus Hasto ini. Mengapa? Karena KPK baru tergopoh-gopoh menggarap Hasto setelah PDIP pecah kongsi dengan Jokowi pada Pemilu 2024 lalu, atau lima tahun setelah peristiwa penyuapan itu terjadi. Selama lima tahun itu, ke mana saja KPK?

Adapun “nabok nyilih tangan” berarti menampar seseorang dengan meminjam tangan orang lain. Atau dalam peribahasa disebut “lempar batu sembunyi tangan”.

Selain Hasto, Ketua DPP PDIP Yasonna Laoly juga sudah diperiksa KPK sebagai saksi kasus Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto. Bekas Menteri Hukum dan HAM itu juga sudah dicegah keluar negeri. Pentersangkaan Yasonna sepertinya tinggal soal waktu saja.

KPK juga sudah memeriksa Maria Lestari, anggota DPR RI dari PDIP sebagai saksi dalam kasus Harun Masiku. KPK juga telah memeriksa bekas Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai saksi kasus korupsi di BUMN itu.

Bukan tidak mungkin, dalam kasus Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto ini KPK akan memanggil Megawati untuk diperiksa sebagai saksi.

Kamis (9/1/2025) kemarin, Koalisi Masyarakat Anti Korupsi melaporkan sejumlah politikus PDIP ke KPK dengan berbagai kasus masing-masing. Ada Ahok, Ganjar Pranowo, Deddy Sitorus, dan Adian Napitupulu yang mereka laporkan.

Politik

Secara politik, PDIP juga sepertinya sedang menjadi sasaran tumpes kelor. Siapa pelakunya? Sepertinya juga sulit dilepaskan dari Jokowi, meskipun wong Solo itu sudah membantah.

Usai bertemu Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/1/2025) lalu, Effendi Simbolon yang belum lama ini dipecat PDIP mendesak agar Megawati Soekarnoputri mundur dari jabatan Ketua Umum PDIP sebagai konsekuensi politik atas perkara yang menjerat Hasto.

Desakan ini diprediksi akan terus disuarakan oleh mereka yang baru saja dipecat PDIP menjelang Kongres VI PDIP April mendatang.

Jokowi dan anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, serta menantunya, Bobby Nasution juga baru saja dipecat dari PDIP, menyusul Effendi Simbolon, Budiman Sudjatmiko dan Maruarar Sirait.

Sosok-sosok itu diprediksi akan menggoyang kursi Megawati yang akan dipilih kembali sebagai ketua umum di kongres nanti.

Sebelum di tersangkakan, Hasto juga disebut-sebut ditemui oleh seorang utusan yang menyampaikan pesan agar politikus asal Yogyakarta itu mundur dari jabatan Sekjen PDIP. Tapi Hasto bergeming.

Balas Dendam

Mengapa tumpes kelor sampai dilakukan terhadap keluarga besar PDIP? Itulah dendam. Itulah politik.

Dalam politik, tak ada kawan atau lawan abadi. Yang abadi adalah kepentingan.

Permusuhan dengan sesama saudara biasanya juga lebih sengit. Seperti Pandawa dan Kurawa yang berasal dari keturunan yang sama.

Seperti bangsa Indonesia dengan Belanda dan Jepang yang pernah menjajah, tapi dengan mudah melupakannya dan Indonesia relatif tak ada kekhawatiran akan kembali dijajah Belanda atau Jepang.

Berbeda dengan misalnya terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) atau Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di mana hingga kini bangsa Indonesia masih menyimpan dendam atau paling tidak kecurigaan gegara PKI dan DI/TII pernah melakukan pemberontakan.

Bahkan rezim Orde Baru pernah melakukan tumpes kelor terhadap para anggota PKI dan keluarganya atas mama balas dendam.

Ihwal balas dendam dalam politik, hal itu juga sudah menjadi kelaziman bangsa ini sejak zaman Ken Arok di awal abad ke-13 hingga kini.

Pergantian kekuasaan di era Singosari selalu diwarnai aksi balas dendam antara keluarga Tunggul Ametung dan keluarga Ken Arok secara turun-temurun.
Aksi balas dendam itu bahkan terjadi hingga tujuh turunan.

Di era modern ini, sejak Orde Lama, Orde Baru hingga kini Orde Reformasi, pergantian kekuasaan juga selalu diwarnai aksi balas dendam dari satu Presiden ke Presiden berikutnya. Dari Bung Karno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, Jokowi hingga kini Prabowo Subianto.

Kini, aksi balas dendam itu sedang melanda PDIP dan Megawati Soekarnoputri. Mereka akan di-tumpes kelor!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nama Lengkap 21 Pasangan Gubernur-Wagub Terpilih Menanti Pelantikan

Next Post

Jamur Shiitake “Nototemari” Terjual Seharga Rp36.750.000 (¥350.000) per Enam Buah di Lelang Pertama Tahun Ini

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Jamur Shiitake “Nototemari” Terjual Seharga Rp36.750.000 (¥350.000) per Enam Buah di Lelang Pertama Tahun Ini

Jamur Shiitake "Nototemari" Terjual Seharga Rp36.750.000 (¥350.000) per Enam Buah di Lelang Pertama Tahun Ini

Hasto Yakin Gibran Tetap Setia di PDIP dan Tidak akan Nola-noleh

Hasto Kristiyanto Tetap Konsentrasi sebagai Sekjen Partai Meski Berstatus Tersangka

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...