KABUL, 23 Juni (Reuters) – Jumlah korban tewas akibat gempa di Afghanistan pada Rabu mencapai 1.000, kata pejabat penanggulangan bencana, dengan lebih dari 600 orang terluka dan jumlah itu diperkirakan akan bertambah seiring informasi masuk dari desa-desa pegunungan terpencil.
Rumah-rumah telah menjadi puing-puing dan mayat-mayat yang terbungkus selimut tergeletak di tanah setelah gempa berkekuatan 6,1 skala Richter, terjadi, terlihat pafa foto-foto di media Afghanistan.
Sejumlah orang yang tidak diketahui masih terjebak di bawah puing-puing dan di daerah-daerah terpencil, kata pekerja kesehatan dan pasukan bantuan. Operasi penyelamatan terkendala oleh kondisi yang sulit termasuk hujan lebat, tanah longsor dan banyak desa terletak di daerah lereng bukit yang tidak dapat diakses.
“Banyak orang masih terkubur di bawah tanah. Tim penyelamat Imarah Islam telah tiba dan dengan bantuan penduduk setempat berusaha mengeluarkan korban tewas dan luka-luka,” seorang petugas kesehatan di sebuah rumah sakit di provinsi Paktika yang dilanda gempa, meminta anonimitas karena dia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Operasi penyelamatan akan menjadi ujian besar bagi otoritas Islam garis keras Taliban, yang mengambil alih negara itu bulan Agustus, lalu setelah dua dekade perang dan telah terputus dari banyak bantuan internasional karena sanksi.
Kementerian pertahanan yang dipimpin Taliban memimpin upaya penyelamatan.
Oleh : Mohammad Yunus Yawar dan Jibran Ahmad





















