• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hari Pangan Sedunia 2024 : HAK ATAS PANGAN UNTUK KEHIDUPAN DAN MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

by
October 16, 2024
in Feature
0
Hari Pangan Sedunia 2024 : HAK ATAS PANGAN UNTUK KEHIDUPAN DAN MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Tema Hari Pangan Sedunia 2024 adalah “Right to foods for a better life and a better future” atau “Hak Atas Pangan Untuk Kehidupan dan Masa Depan Yang Lebih Baik”. Tema ini menarik dan penting untuk dihayati lebih dalam. Hak atas pangan berarti bahwa pangan harus memadai, tersedia, dan dapat diakses oleh semua orang. Hak ini, mestinya dijadikan dasar setiap negara dalam menyusun kebijakan pangannya.
Hak ini merupakan hak asasi manusia yang mengikat secara hukum dalam hukum internasional, yang tercantum dalam pasal 11 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (ICESCR) pada tahun 1966. Sebanyak 171 negara telah meratifikasi ICESCR dan sedikitnya 45 negara telah mengakui hak atas pangan yang memadai dalam konstitusi mereka.

Bagi bangsa kita, dalam kaitannya dengan urusan Pemerintahan, Pangan telah ditetapkan sebagai urusan wajib dan bukan urusan pilihan, seperti pertanian, perikanan, perkebunan dan lain sejenisnya. Sebagai urusan wajib, setiap tingkatan Pemerintahan (Provinsi dan Kabupaten/Kota), wajib hukumnya untuk membiayai program yang berhubungan dengan urusan pangan.

Titik tekan hak atas pangan adalah pangan harus memadai, tersedia, dan dapat diakses oleh semua orang. Atau bisa juga dikatakan pangan harus layak dikonsumsi, tersedia sepanjang waktu dan harganya terjangkau oleh masyarakat. Dalam semangat ketahanan pangan, ada tiga hal yang menjadi penopang utamanya, yakni ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan.

Kondisi pembangunan pangan di negara kita sekarang, terekam masih memprihatinkan. Harapan mencapai swasembada pangan, terlihat masih mengemuka sebagai “bahasa politik”, belum menjadi “bahasa kehidupan”. Begitu pula dengan ketahanan pangan, kemandirian pangan dan kedaulatan pangan. Senua madhab pembangunan pangan diatas, terasa masih senang dijadikan sebagai jargon politik.

Pembangunan pangan, khususnya dunia perberasan di negeri ini, kini tengah menghadapi masalah yang cukup serius untuk ditangani lebih baik lagi. Turunnya produksi beras dengan angka cukup signifikan, kemudian diikuti oleh melesatnya harga beras di pasar dengan kenaikan ysng ugal-ugalan serta membengkaknya impor beras, menjadikan Indonesia tengah menghadapi “darurat beras”.

Sebagai bangsa yang pernah memproklamirkan diri dengan kisah sukses Swasembada Beras, tidak seharusnya kita mengalami penurunan produksi beras. Kalau pun hal itu betul terjadi, berarti ada yang salah dalam Tata Kelola Perberasan yang kita tempuh. Terlebih jika yang dijadikan biang kerok penurunan produksi beras adalah faktor sergapan El Nino.

Pemerintah sendiri mengakui, El Nino bukanlah masalah yang pertama kali kita alami. El Nino sudah sering menyergap bangsa kita. Namun, berkat keuletan dan kegigihan kita menghadapinya, maka El Nino bisa kita kendalikan. Persoalannya, mengapa sergapan El Nino kali ini, seperti yang tidak mampu diselesaikan dengan baik. Mengapa Pemerintah menuding El Nino biang keladi turunnya produksi beras ?
Padahal, sejak jauh-jauh hari BMKG telah mengingatkan agar kita dapat mewaspadai berlangsungnya iklim ekstrim. Coba kalau kita mampu menambah luas tanam dan berusaha mempercepat masa tanam sejak dua tahun lalu, tentu kita akan mengalami darurat beras seperti yang dialami sekarang. Pasti, suasana perberasan nasional akan aman-aman saja.

Sayang, sekalipun telah diingatkan agar kita menerapkan pola pendekatan “deteksi dini” dalam membaca isyarat jaman yang tengah menggelinding, namun Pemerintah seperti yang kesulitan keluar dari pendekatan sebagai “pemadam kebakaran”. Pemerintah lebih senang menjawab masalah, bukan menghindari agar masalah itu tidak terjadi.

Inilah yang kini terjadi dalam dunia perberasan nasional. Pemerintah tampak seperti yang kebakaran jenggot. Pemerintah rupanya baru sadar, yang namanya kebijakan perberasan, memang perlu digarap dengan sungguh-sungguh. Ketersediaan beras harus selalu ada. Jangan sekalipun kita mengalami kelangkaan beras. Inilah esensi dari beras sebagai komoditas politis.

Tema pilihan Badan Pangan Dunia (FAO) dalam memperingati Hari Pangan Sedunia 2024, hendaknya dapat dijadikan isu penting dalam menyiapkan pembangunan pangan ke depan. Hak atas pangan, betul-betul hal yang sangat mendasar dalam kehidupan setiap warga negara. Pemerintah jangan sampai teledor dalam memenuhi kebutuhan dasar warga negaranya.

Itu sebabnya, kalau sekarang terkesan ada keinginan politik untuk mencapai Swasembada Pangan, kita berharap agar hasrat seperti ini, bukan sebuah “bahasa politik” yang entah kapan dapat diwujudkan, tapi tekad semacam ini, penting dituangkan ke dalam kebijakan, strategi, program dan kegiatan peberapannya di lapangan. Bahkan akan lebih afdol, bila dilengkapi oleh Roadmap pencapaiannya.

Akhirnya penting disampaikan, setiap tahun bangsa-bangsa di dunia akan memperingati Hari Pangan Sedunia dengan beragam tema yang diangkat. Catatan kritisnya adalah apakah setiap tema yang dipilih dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara telah mampu memberi hasil yang diharapkan ? Rasanya, kita cukup kesulitan untuk menjawabnya.

Terlebih dengan tema yang dipilih untuk tahun 2024, yang intinya bicara soal hak atas pangan. Setiap anak bangsa, memiliki hak untuk memperoleh pangan bagi kehidupannya. Tapi, tidak setiap anak bangsa akan merasakan pangan yang dibutuhkannya. Pemerintah berkewajiban untuk memenuhinya. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ahlak Haikal Hassan Itu Dalam Bahasa Agama disebut sebagai Nifaq

Next Post

Polda Jateng Tak Jadi Umumkan Tersangka, Keluarga Dokter Aulia Risma Lestari Kecewa

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
Polda Jateng Tak Jadi Umumkan Tersangka, Keluarga Dokter Aulia Risma Lestari Kecewa

Polda Jateng Tak Jadi Umumkan Tersangka, Keluarga Dokter Aulia Risma Lestari Kecewa

Gibran Merapat ke Golkar?

Siapa Takut Jadi Wapres? Gibran Akan Memberikan Pembekalan di Depan Para Calon Menteri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...