• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hidup Tanpa Ijazah, Jadilah Ajip Rosidi. Hidup dengan Ijazah Palsu, Jadilah Politikus?

fusilat by fusilat
July 13, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Hidup Tanpa Ijazah, Jadilah Ajip Rosidi. Hidup dengan Ijazah Palsu, Jadilah Politikus?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Di Indonesia, ijazah sering diperlakukan sebagai simbol legitimasi. Selembar kertas yang diyakini mampu membedakan siapa yang layak dihormati dan siapa yang tidak. Padahal sejarah memperlihatkan, yang menentukan kualitas seseorang bukanlah ijazah, melainkan integritas, karya, dan kejujuran.

Nama Ajip Rosidi adalah contoh yang nyaris sempurna.

Ajip Rosidi tidak pernah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia bukan sarjana. Namun dunia akademik justru mengundangnya untuk mengajar. Ia menjadi dosen tamu di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, bahkan dipercaya mengajar bahasa dan sastra Indonesia di Jepang. Puluhan buku lahir dari tangannya. Ratusan esai, cerpen, puisi, dan kajian kebudayaan menjadikannya salah satu sastrawan paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern.

Ajip tidak membutuhkan gelar akademik untuk memperoleh kehormatan. Reputasinya dibangun melalui karya yang dapat dibaca, diuji, dan diperdebatkan. Legitimasinya lahir dari kontribusi intelektual, bukan dari selembar ijazah.

Ia membuktikan bahwa pendidikan formal memang penting, tetapi kejujuran dan kemampuan jauh lebih penting.

Sebaliknya, dalam dunia politik, ijazah sering berubah fungsi. Bukan lagi sekadar bukti pernah menempuh pendidikan, melainkan menjadi alat legitimasi kekuasaan. Ketika sebuah ijazah dipersoalkan, yang dipertaruhkan bukan hanya nasib pemiliknya, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Karena itu, setiap dugaan mengenai keaslian dokumen pendidikan seorang pejabat publik semestinya dijawab secara terbuka melalui mekanisme hukum dan pembuktian yang dapat diverifikasi. Dalam negara hukum, tuduhan bukanlah vonis, dan pembelaan bukanlah pembuktian. Transparansi menjadi kepentingan publik agar kepercayaan terhadap lembaga negara tetap terjaga.

Perbandingan antara Ajip Rosidi dan seorang politikus bukanlah soal siapa lebih pintar. Perbandingan itu berbicara tentang dua cara membangun legitimasi.

Yang pertama membangun nama melalui karya.

Yang kedua—apabila benar menggunakan dokumen yang tidak sah, sesuatu yang harus dibuktikan melalui proses hukum—akan membangun legitimasi di atas fondasi yang rapuh. Jika fondasinya runtuh, seluruh bangunan kepercayaan publik ikut terguncang.

Ironisnya, masyarakat sering lebih sibuk mengejar gelar daripada menghasilkan karya. Kita hidup di zaman ketika banyak orang rela membeli simbol, tetapi enggan membangun substansi.

Ajip Rosidi menunjukkan jalan berbeda. Ia tidak memiliki ijazah perguruan tinggi, tetapi menghasilkan warisan intelektual yang terus dibaca lintas generasi. Ia membuktikan bahwa penghormatan tidak selalu datang dari gelar, melainkan dari konsistensi berkarya.

Karena itu, pelajaran yang sesungguhnya sederhana.

Kalau memang tidak memiliki ijazah, tidak perlu malu. Berkaryalah seperti Ajip Rosidi.

Tetapi jika seseorang mengaku memiliki ijazah, maka keaslian dokumen itu harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, terutama apabila yang bersangkutan menduduki jabatan publik. Kepercayaan publik tidak dibangun oleh klaim, melainkan oleh transparansi dan akuntabilitas.

Pada akhirnya, sejarah jarang mengingat selembar ijazah. Sejarah lebih sering mengingat karakter pemiliknya.

Ajip Rosidi dikenang karena karyanya.

Sementara para politikus akan dikenang oleh satu hal yang paling mereka tinggalkan: integritas, atau ketiadaannya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

 IPW Sinyalir Ada Konspirasi Politik Tingkat Tinggi dalam Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Minta Jaksa Agung Dicopot

Next Post

Kejaksaan Mengadili Kejaksaan: Konflik Kepentingan dan Krisis Kepercayaan

fusilat

fusilat

Related Posts

Birokrasi

Kejaksaan Mengadili Kejaksaan: Konflik Kepentingan dan Krisis Kepercayaan

July 13, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Crime

 IPW Sinyalir Ada Konspirasi Politik Tingkat Tinggi dalam Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Minta Jaksa Agung Dicopot

July 13, 2026
Dagelan Hukum Perkara Febrie Adriansyah
Feature

Dagelan Hukum Perkara Febrie Adriansyah

July 13, 2026
Next Post

Kejaksaan Mengadili Kejaksaan: Konflik Kepentingan dan Krisis Kepercayaan

Beredar Surat Diduga dari Kejaksaan Agung, Instruksikan Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Beredar Surat Diduga dari Kejaksaan Agung, Instruksikan Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beredar Surat Diduga dari Kejaksaan Agung, Instruksikan Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Beredar Surat Diduga dari Kejaksaan Agung, Instruksikan Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

July 13, 2026

Kejaksaan Mengadili Kejaksaan: Konflik Kepentingan dan Krisis Kepercayaan

July 13, 2026
Hidup Tanpa Ijazah, Jadilah Ajip Rosidi. Hidup dengan Ijazah Palsu, Jadilah Politikus?

Hidup Tanpa Ijazah, Jadilah Ajip Rosidi. Hidup dengan Ijazah Palsu, Jadilah Politikus?

July 13, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

 IPW Sinyalir Ada Konspirasi Politik Tingkat Tinggi dalam Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Minta Jaksa Agung Dicopot

July 13, 2026
Dagelan Hukum Perkara Febrie Adriansyah

Dagelan Hukum Perkara Febrie Adriansyah

July 13, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Ijazah Jokowi

July 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beredar Surat Diduga dari Kejaksaan Agung, Instruksikan Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Beredar Surat Diduga dari Kejaksaan Agung, Instruksikan Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

July 13, 2026

Kejaksaan Mengadili Kejaksaan: Konflik Kepentingan dan Krisis Kepercayaan

July 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...