Oleh: Entang Sastraatmadja
Hore… HKTI bersatu lagi!
Perpecahan panjang yang membelah tubuh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akhirnya berakhir. Dengan semangat kerukunan dan kesadaran untuk kembali ke khittah perjuangan, dua kubu yang sempat bertentangan kini melebur menjadi satu. Tak ada lagi HKTI versi Prabowo atau versi Oesman Sapta. Yang ada kini hanyalah satu HKTI, satu wadah, satu semangat — di bawah kepemimpinan Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia.
HKTI dan Misi Besarnya
Sebagaimana diketahui, HKTI adalah organisasi sosial berskala nasional yang berdiri sejak 27 April 1973 di Jakarta melalui penyatuan 14 organisasi pertanian utama. Organisasi ini bersifat mandiri, independen, dan berperan sebagai pelindung serta pembela kepentingan kaum tani.
Tujuan HKTI sederhana namun fundamental: meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, serta harkat dan martabat petani, penduduk pedesaan, dan pelaku agribisnis lainnya.
Fokus geraknya mencakup:
- Pemberdayaan Petani: melalui pelatihan dan pendidikan guna meningkatkan produktivitas.
- Pengembangan Pertanian: menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional.
- Advokasi: memperjuangkan hak-hak petani di tingkat nasional.
Struktur organisasinya terdiri atas Dewan Pimpinan Nasional (DPN) di tingkat pusat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat provinsi, serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di tingkat kabupaten/kota. HKTI bekerja sama dengan pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat sektor pertanian nasional.
Akhir dari Dualisme yang Panjang
Perpecahan HKTI bermula pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-7 tahun 2010 yang menghasilkan dua faksi — satu dipimpin Prabowo Subianto, satu lagi oleh Oesman Sapta Odang — masing-masing mengklaim diri sebagai ketua umum yang sah.
Mahkamah Agung (MA) kemudian memutuskan Prabowo sebagai Ketua Umum HKTI periode 2010–2015, namun Oesman Sapta tetap mempertahankan klaim kepemimpinannya. Dualisme ini berlangsung lebih dari satu dekade, hingga akhirnya berakhir pada Munas X HKTI tahun 2025, ketika Sudaryono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum.
Sudaryono dan Babak Baru HKTI
Terpilihnya Sudaryono sebagai Ketua Umum HKTI periode 2025–2030 menandai era baru bagi organisasi ini. Ia membawa visi untuk menjadikan HKTI sebagai garda terdepan kedaulatan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Ada beberapa faktor yang mendukung terpilihnya Sudaryono:
- Latar belakang dan pengalaman. Ia memiliki pengalaman panjang di bidang pertanian, politik, dan organisasi sosial.
- Dukungan politik. Sebagai kader Partai Gerindra, Sudaryono mendapat dukungan kuat dari partai dan tokoh-tokoh senior, termasuk Prabowo Subianto.
- Komitmen terhadap pertanian. Ia menegaskan tekad untuk menjadikan HKTI sebagai motor utama kemandirian pangan.
- Kemampuan membangun kemitraan. Sudaryono berjanji memperkuat sinergi antara petani, pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi guna mempercepat peningkatan kesejahteraan petani.
Program dan Tantangan
Sebagai Ketua Umum, Sudaryono membawa sejumlah agenda besar:
- Meningkatkan kesejahteraan petani. HKTI harus hadir lebih dekat dengan kebutuhan petani dan memperkuat daya saing sektor pertanian.
- Mengakhiri dualisme. Penyatuan dua kubu menjadi tonggak penting pemulihan soliditas organisasi.
- Mengembangkan program strategis. Mendorong inovasi teknologi, peningkatan produktivitas, serta akses pasar bagi petani.
- Memperkuat posisi HKTI. Menjadikannya mitra strategis pemerintah dalam mencapai kedaulatan pangan nasional.
- Membangun lembaga pendukung. Termasuk lembaga riset, badan usaha, dan pusat pelatihan petani.
- Konsolidasi organisasi. Memperkuat struktur hingga ke daerah agar HKTI benar-benar hadir di tengah petani.
Namun, jalan Sudaryono tentu tidak mudah. Ia harus:
- Mengatasi persoalan mendasar petani — dari harga hasil tani, akses modal, hingga regenerasi.
- Menyatukan barisan organisasi setelah lebih dari sepuluh tahun terbelah.
- Meningkatkan produktivitas pertanian di tengah tantangan global dan perubahan iklim.
- Membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan antar pemangku kepentingan.
- Menjawab tantangan ketahanan pangan nasional yang semakin kompleks.
Menatap Masa Depan HKTI
Dengan latar belakangnya sebagai Wakil Menteri Pertanian dan pemahaman yang mendalam terhadap sektor agraria, Sudaryono diharapkan mampu mengembalikan kejayaan HKTI sebagai organisasi petani yang solid, profesional, dan berdaya juang tinggi.
HKTI kini memiliki momentum baru untuk meneguhkan jati diri: “Petani sejahtera, bangsa berdaulat.”
Semoga semangat baru ini menjadi bahan renungan dan inspirasi bagi semua insan tani Indonesia.
(Penulis: Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Oleh: Entang Sastraatmadja





















