• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Ali Syarief by Ali Syarief
October 11, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pernyataan yang saling tumpang tindih antara dua menteri terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk perbaikan gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo membuka kembali luka lama bangsa ini: lemahnya koordinasi antarpejabat negara dan rendahnya disiplin birokrasi terhadap prinsip tata kelola keuangan publik.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dengan enteng menyebut bahwa perbaikan ponpes yang ambruk pada 29 September 2025 akan menggunakan APBN. Pernyataannya bahkan disertai keyakinan, “Insyaallah cuma dari APBN ya,” seolah anggaran negara itu sekadar dana darurat yang bisa diambil sewaktu-waktu. Namun, yang mengejutkan, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, justru mengaku belum menerima kabar tersebut. Ia bahkan baru mengetahui rencana itu dari media.

Kontradiksi ini bukan sekadar salah komunikasi teknis. Ia adalah gejala penyakit kronis: hilangnya disiplin kebijakan fiskal dan koordinasi antarlembaga negara. Bagaimana mungkin dua pejabat setingkat menteri berbicara mengenai sumber dana negara tanpa sinkronisasi terlebih dahulu? Padahal, penggunaan APBN bukanlah perkara sepele—ia adalah hasil keputusan politik tertinggi yang disusun, dibahas, dan disetujui bersama DPR RI, dengan dasar program kerja Presiden yang dijanjikan kepada rakyat.

APBN bukan kas pribadi kementerian. Ia adalah kontrak sosial antara pemerintah dan rakyat. Setiap rupiah yang digunakan harus memiliki legitimasi hukum dan moral: hukum karena disahkan bersama parlemen, moral karena berasal dari keringat rakyat pembayar pajak. Ketika Menteri PU menyebut akan memakai APBN tanpa koordinasi dengan Menteri Keuangan, yang sesungguhnya terjadi adalah pelanggaran etika fiskal dan pelecehan terhadap prinsip akuntabilitas publik.

Lebih ironis lagi, alasan “darurat” yang dikemukakan seolah menjadi pembenaran atas kelalaian birokrasi. Tidak ada aturan yang membolehkan kementerian seenaknya mengambil dana negara tanpa mekanisme formal hanya karena situasi dianggap mendesak. Dalam sistem keuangan negara yang sehat, kondisi darurat pun memiliki prosedur jelas—melalui pos belanja tak terduga, bantuan sosial, atau alokasi khusus yang harus disetujui Menteri Keuangan.

Di sisi lain, muncul pula pernyataan dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, yang berjanji akan “mencarikan dana” untuk pesantren-pesantren rawan kecelakaan. Janji ini mungkin terdengar manis di telinga publik, namun semakin menambah kebingungan. Apakah pemerintah sedang berbicara dengan satu suara? Atau masing-masing menteri sedang membangun citra politiknya sendiri di hadapan umat?

Ketidaktertiban komunikasi seperti ini berbahaya. Ia mencerminkan pemerintahan yang tidak solid, tidak sistematis, dan tidak memahami makna tanggung jawab fiskal. Jika menteri-menteri saling bicara tanpa sinkronisasi, bagaimana mungkin rakyat percaya bahwa uang mereka dikelola dengan aman?

Pemerintah seharusnya belajar bahwa APBN bukan instrumen politik pencitraan, melainkan wujud amanah rakyat. Koordinasi antarkementerian bukan hanya prosedur birokratis, tetapi fondasi moral dari pemerintahan yang bertanggung jawab. Dalam konteks ini, pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa justru menunjukkan hal positif: kehati-hatian. Namun, kehati-hatian itu menjadi sia-sia bila tidak diiringi dengan sistem komunikasi internal yang jelas dan tegas.

Kita membutuhkan pemerintahan yang berbicara dengan satu suara, bukan orkestra sumbang di mana setiap menteri memainkan nada politiknya sendiri. Jika tidak, APBN akan terus menjadi korban dari kekacauan birokrasi dan kepentingan pribadi yang berlindung di balik jargon “kepentingan rakyat.”


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

HORE… HKTI BERSATU LAGI!

Next Post

Ketika Para Jenderal Mengurus Sawah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Ketika Para Jenderal Mengurus Sawah

Ketika Para Jenderal Mengurus Sawah

Kejatuhan Dina Boluarte: Cermin Bagi Indonesia di Tengah Wacana Pemakzulan Gibran

Kejatuhan Dina Boluarte: Cermin Bagi Indonesia di Tengah Wacana Pemakzulan Gibran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist