• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Ketika Para Jenderal Mengurus Sawah

Ali Syarief by Ali Syarief
October 11, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Ketika Para Jenderal Mengurus Sawah
Share on FacebookShare on Twitter

Cobalah buka daftar pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Nama-namanya akan membuat alis kita terangkat: para jenderal, mantan pejabat tinggi, politisi kawakan, dan segelintir pengusaha besar. Mereka memimpin organisasi yang namanya berakar dari kata “tani” — sebuah kata yang dalam benak banyak orang melekat pada sosok sederhana: kulit legam, tangan kasar, sandal jepit, dan topi caping.

Tapi di ruang rapat HKTI, jarang terdengar suara petani. Yang hadir adalah mereka yang lebih sering memegang pena dan mikrofon ketimbang cangkul dan sabit. Sebuah ironi yang begitu nyata, tapi terasa lumrah di negeri yang menyebut dirinya agraris.

Di desa-desa, petani sejati bergulat dengan harga pupuk yang naik, hasil panen yang tak seberapa, dan harga gabah yang terus ditekan tengkulak. Di kota, para “wakil petani” bicara tentang kedaulatan pangan dari balik podium hotel berbintang, diiringi denting sendok garpu pada makan siang prasmanan.

Kontradiksi itu seperti potret sarkastik tentang siapa yang benar-benar punya suara di negeri ini. HKTI lahir dari cita-cita mulia — mengangkat derajat petani, melindungi kepentingan mereka. Tapi realitasnya, petani justru menjadi objek, bukan subjek. Mereka dibicarakan, tetapi tak pernah diajak bicara.

Lihatlah ke luar negeri, di mana petani punya wajah yang berbeda. Di Amerika Serikat, Cheryl Rogowski, petani perempuan dari Pine Island, New York, menjadi simbol kemandirian dan ketekunan. Ia mengelola lahan puluhan hektar, memasarkan hasil panennya langsung ke pasar lokal, dan diakui karena inovasinya dalam pertanian berkelanjutan. Di Jepang, Takao Furuno menorehkan namanya dalam sejarah pertanian organik lewat metode “aigamo” — sistem tanam padi dengan bantuan bebek untuk menggantikan pestisida.

Petani di sana bukanlah simbol kemiskinan. Mereka pengusaha agrikultur, inovator, bahkan ilmuwan lapangan. Anak-anak muda tak malu bermimpi menjadi petani, karena profesi itu menjanjikan kesejahteraan sekaligus kehormatan.

Sementara di Indonesia, tanah subur dan hujan yang melimpah belum juga menghadirkan kemakmuran di ladang. Meski begitu, masih ada mereka yang mencoba melawan arus. Seperti Sutoro dari Sleman, petani muda yang memilih menanam sayuran organik dan memasarkan hasilnya lewat platform digital. Ia mengajari anak-anak muda di desanya bertani dengan ilmu, bukan sekadar tradisi. Ia membuktikan, bahwa petani bisa hidup bermartabat tanpa harus tunduk pada tengkulak atau proyek bantuan pemerintah.

Sayangnya, suara seperti Sutoro tenggelam dalam riuhnya pidato para elite. Dan di sinilah satir itu menjadi lengkap: organisasi petani diisi oleh mereka yang tak pernah menanam, sementara para penanam sejati bahkan tak diundang ke ruang rapat.

Di negeri yang katanya agraris, petani justru menjadi ornamen — hadir di baliho, tapi absen di kebijakan.

Kita akan terus terperanjat, selama kata “petani” masih lebih sering diucapkan oleh mereka yang tak tahu aroma lumpur sawah.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Next Post

Kejatuhan Dina Boluarte: Cermin Bagi Indonesia di Tengah Wacana Pemakzulan Gibran

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
Birokrasi

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Next Post
Kejatuhan Dina Boluarte: Cermin Bagi Indonesia di Tengah Wacana Pemakzulan Gibran

Kejatuhan Dina Boluarte: Cermin Bagi Indonesia di Tengah Wacana Pemakzulan Gibran

Jokowi, Gibran, Bobby, dan Kaesang: Mungkinkah Mereka Semua Berakhir dalam Satu Sel Penjara?

THE JOKOWI: DEMOKRASI SEBAGAI TOPENG KEKUASAAN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...