• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

THE JOKOWI: DEMOKRASI SEBAGAI TOPENG KEKUASAAN

fusilat by fusilat
October 11, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi, Gibran, Bobby, dan Kaesang: Mungkinkah Mereka Semua Berakhir dalam Satu Sel Penjara?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dinasti kekuasaan itu kini menjelma teater politik keluarga. Demokrasi dijadikan dekorasi, hukum dijadikan properti.


Orang-orang di lingkaran istana menyebutnya “keberlanjutan.”
Tapi di mata rakyat yang menatap dari luar pagar kekuasaan, itu tampak seperti “pengulangan.” Pengulangan wajah, pengulangan nama, pengulangan kuasa. Dari Joko Widodo di istana, Gibran Rakabuming Raka di kursi wakil presiden, Bobby Nasution di Medan, hingga Kaesang Pangarep di panggung partai politik — The Jokowi kini menjelma dinasti.

Dan seperti dinasti lainnya, mereka bersembunyi di balik kata besar yang mudah disukai: demokrasi.


I. LEGITIMASI DARI ANGKA

Menjelang akhir masa jabatannya, survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi masih di atas 70 persen. Di istana, angka itu dirayakan; di media, disebarkan; di panggung politik, dijadikan tameng.

Namun bagi banyak orang, angka-angka itu tak lagi mencerminkan keyakinan. Ia lebih mirip cermin kabur — pantulan dari mesin pencitraan yang bekerja tanpa henti. Karena demokrasi sejati tidak diukur lewat persentase, melainkan dari sejauh mana kekuasaan mau tunduk pada aturan.

Demokrasi bukan ruang abu-abu. Ia adalah sistem yang regulated — diatur oleh hukum, bukan oleh selera kekuasaan.


II. DINASTI YANG BERAKAR DARI ISTANA

Dari Solo hingga Jakarta, dari Medan hingga panggung politik nasional, satu benang merah tampak jelas: keluarga.
Nama-nama itu silih berganti di bilik-bilik kekuasaan.

Gibran duduk di puncak kekuasaan negara. Bobby mengendalikan kota terbesar di Sumatera. Kaesang, dengan gaya santainya, memegang kendali partai. Semua dibingkai dengan narasi “anak muda berprestasi”, seolah rakyat diminta percaya bahwa darah bisa menggantikan proses, dan garis keturunan bisa menandingi kapasitas.

Namun publik tak mudah ditinabobokan. Muncul desakan agar KPK menyelidiki dugaan gratifikasi jet pribadi yang dikaitkan dengan Kaesang dan Bobby. Presiden menegaskan, “anak dan menantu sama di mata hukum.” Tapi publik menunggu: apakah hukum benar-benar berani berdiri setara?

Sementara itu, media sosial menjadi gelanggang pertempuran narasi. Berita penyitaan aset keluarga Jokowi beredar luas — dan meski kemudian terbukti keliru, persepsi sudah terbentuk. Dalam politik citra, yang benar sering kalah cepat dari yang viral.


III. KAESANG DAN POLITIK BADUT

Kaesang Pangarep mungkin wajah paling “cair” dari dinasti ini.
Lewat akun media sosialnya, ia menjadikan politik seperti ruang bercanda: ringan, penuh lelucon, dan sering kali tak serius. Tapi rakyat membaca sesuatu yang lain — keletihan melihat politik berubah menjadi komedi keluarga.

Ketika partai dijadikan mainan, ketika kekuasaan diwariskan seperti perusahaan keluarga, rakyat tahu: ada yang salah dalam cara negeri ini memahami demokrasi.


IV. DEMOKRASI BUKAN GAYA HIDUP

Di bibir para pejabat, kata “demokrasi” terdengar megah. Tapi di tangan The Jokowi, demokrasi menjadi sekadar gaya hidup politik — dikenakan ketika perlu, dilepas ketika tak nyaman.

Padahal demokrasi sejati adalah kesetiaan pada aturan. Ia tidak memilih berdasarkan hubungan darah, melainkan berdasarkan kehendak rakyat.
Ketika suara rakyat menuntut keadilan — adili Jokowi, makzulkan Gibran, seret Bobby ke KPK — maka itu bukan sekadar slogan jalanan. Itu adalah seruan agar republik kembali kepada makna dasarnya: kedaulatan hukum dan aspirasi rakyat.

Tapi kekuasaan sering tuli terhadap gema kebenaran. Mereka yang hidup di dalam istana jarang mendengar suara yang datang dari pagar luar.


V. HUKUM DAN KEKUASAAN: DUA WILAYAH YANG TAK BERTEMU

Menyeret The Jokowi ke ranah hukum bukan tindakan balas dendam. Itu adalah panggilan moral. Karena bila hukum berhenti di gerbang istana, maka demokrasi hanya tinggal kemasan kosong.

Rakyat kini belajar membaca hukum dengan mata sendiri. Mereka tak lagi percaya pada narasi resmi. Mereka tahu, keadilan yang ditunda demi kekuasaan adalah bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi.


PENUTUP: KETIKA SEJARAH MENJADI HAKIM

Setiap rezim selalu percaya dirinya abadi. Tapi sejarah selalu punya cara untuk mengingatkan.
Dinasti politik mungkin bisa mengendalikan panggung, tapi mereka tak pernah bisa mengendalikan arah cerita.

The Jokowi boleh membungkus diri dengan popularitas dan survei tinggi, tapi jika fondasinya dibangun dari penyalahgunaan kekuasaan, maka ia akan retak oleh suara rakyat sendiri.

Hari ini, gema itu mulai mengalun: seruan untuk mengadili, menuntut, dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Bukan karena kebencian — melainkan karena rakyat ingin mengembalikan makna sejati demokrasi: bahwa kekuasaan, sebesar apa pun, harus tunduk pada aturan.

Dan pada akhirnya, atas nama demokrasi pula, sejarah akan mengadili mereka.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kejatuhan Dina Boluarte: Cermin Bagi Indonesia di Tengah Wacana Pemakzulan Gibran

Next Post

Ijazah Palsu: Dosa Administratif dan Dosa Akhlak

fusilat

fusilat

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
Sudah Sampai di Puncak Gunung Lakon – Keluar Ijazah IR-HC Dari Jalan Pramuka

Ijazah Palsu: Dosa Administratif dan Dosa Akhlak

Ekonomi 2026: Negara Menuju Krisis Fiskal dan Disintegrasi Daerah

Gibran dalam Bayang-bayang Purbaya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist