• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kejatuhan Dina Boluarte: Cermin Bagi Indonesia di Tengah Wacana Pemakzulan Gibran

fusilat by fusilat
October 11, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Kejatuhan Dina Boluarte: Cermin Bagi Indonesia di Tengah Wacana Pemakzulan Gibran
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kongres Peru secara resmi mencopot Presiden Dina Boluarte dari jabatannya pada Jumat (10/10/2025) dini hari waktu setempat. Sidang pemakzulan yang digelar kilat itu menandai berakhirnya pemerintahan yang penuh gejolak: gelombang demonstrasi rakyat, tuduhan korupsi, serta meningkatnya kejahatan jalanan. Hanya beberapa jam setelah pemungutan suara, Ketua Kongres Jose Jeri (38) dilantik sebagai presiden sementara. Bagi Peru, ini bukan peristiwa baru. Namun bagi dunia — termasuk Indonesia — kejatuhan Boluarte mengandung pelajaran penting tentang bagaimana kekuasaan dan legitimasi publik bisa runtuh dalam sekejap ketika kepercayaan rakyat diabaikan.

Sejak menggantikan Pedro Castillo pada 2022, Boluarte mencoba tampil sebagai figur penyeimbang di tengah krisis politik. Tetapi alih-alih menghadirkan stabilitas, pemerintahannya justru menambah luka bangsa. Rezimnya ditandai oleh represi terhadap demonstran, krisis ekonomi yang kian dalam, dan dugaan korupsi yang menggerogoti fondasi moral pemerintahannya. Ia jatuh bukan karena kekuatan lawan politik semata, tetapi karena hilangnya legitimasi moral dan kepercayaan rakyat — dua hal yang menjadi inti dari keberlangsungan demokrasi mana pun.

Jika dicermati, dinamika politik di Peru ini bisa menjadi cermin reflektif bagi Indonesia, yang kini diwarnai oleh meningkatnya desakan moral untuk mempercepat pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Wacana tersebut muncul bukan semata karena ketidaksukaan politik, melainkan karena rasa muak publik terhadap praktik kekuasaan yang dianggap menyimpang sejak awal: mulai dari dugaan pelanggaran konstitusi dalam proses pencalonan, hingga aroma nepotisme yang semakin menebal di tubuh kekuasaan.

Seperti halnya Peru, krisis politik tidak selalu lahir dari oposisi yang kuat, tetapi dari kesewenang-wenangan kekuasaan yang menimbulkan jarak dengan rakyat. Dina Boluarte gagal karena ia tidak mampu membaca aspirasi rakyat yang menuntut perubahan. Ia bersembunyi di balik prosedur dan legalitas, sementara substansi moral kepemimpinan hilang. Di Indonesia, situasinya tidak jauh berbeda: ketika hukum dijadikan alat justifikasi politik, ketika kekuasaan diwarnai hubungan kekerabatan dan konflik kepentingan, maka benih krisis itu sebenarnya sudah disemai.

Namun perlu diingat, pemakzulan — baik di Peru maupun Indonesia — bukanlah semata urusan politik, tetapi ujian moral konstitusi. Ia menuntut keberanian lembaga negara untuk menegakkan prinsip keadilan dan integritas, bukan sekadar mencari keseimbangan kekuasaan. Dalam kasus Gibran, publik menanti apakah DPR dan MPR berani berdiri di atas hukum dan etika, atau justru tunduk pada kalkulasi politik praktis yang menutup mata terhadap pelanggaran moral demokrasi.

Peru telah membayar mahal akibat kompromi politik yang terlalu lama dibiarkan. Mereka kehilangan enam presiden dalam dua dekade, dan kini menghadapi kelelahan demokrasi. Indonesia tidak boleh mengikuti jejak itu. Pemakzulan seharusnya bukan akhir dari sebuah pemerintahan, melainkan awal dari pemulihan moral politik, saat hukum kembali berfungsi sebagai pelindung rakyat, bukan pelindung penguasa.

Kejatuhan Dina Boluarte memberi pesan yang gamblang: ketika kekuasaan kehilangan kepercayaan rakyat, maka legitimasi hukum pun tak lagi mampu menyelamatkannya. Dan bagi Indonesia, di tengah wacana pemakzulan Gibran, peristiwa di Peru menjadi pengingat keras — bahwa kekuasaan tanpa integritas hanyalah menunda kehancuran yang pasti datang.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Para Jenderal Mengurus Sawah

Next Post

THE JOKOWI: DEMOKRASI SEBAGAI TOPENG KEKUASAAN

fusilat

fusilat

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
Jokowi, Gibran, Bobby, dan Kaesang: Mungkinkah Mereka Semua Berakhir dalam Satu Sel Penjara?

THE JOKOWI: DEMOKRASI SEBAGAI TOPENG KEKUASAAN

Sudah Sampai di Puncak Gunung Lakon – Keluar Ijazah IR-HC Dari Jalan Pramuka

Ijazah Palsu: Dosa Administratif dan Dosa Akhlak

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist