• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Horor yang Menghantui Pejabat-pejabat Indonesia: Khawatir di Nepalkan

fusilat by fusilat
October 10, 2025
in Crime, Feature
0
Jokowi di Ujung Senja: Ketika Kekuasaan Tak Lagi Menjadi Tameng
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di lantai-lantai tinggi gedung kementerian, di balik kaca tebal yang memantulkan kota Jakarta, terdengar desah yang tak kasat mata. Desah ketakutan. Pejabat-pejabat negeri ini duduk di kursi mereka yang dingin, menatap layar-layar berita, membaca kabar dari Nepal dengan jantung yang berdetak tidak beraturan. Gedung Parlemen dibakar. Aparat nyaris dilynching. Pelajar dan mahasiswa bergelimpangan. Kata “Nepal” kini tidak sekadar nama negara; ia adalah bayangan yang merayap di setiap sudut kantor, di sela-sela dokumen, di balik laporan anggaran yang menumpuk, membisikkan pertanyaan mengerikan: Jika ini terjadi di sini, apakah kita siap?

Di setiap rapat, setiap briefing, setiap pesan yang dikirim lewat WhatsApp internal, ada gema Nepal yang tak henti-hentinya memantul. Pejabat tahu, rakyat yang merasa dibungkam atau diabaikan bisa berubah menjadi massa yang membakar simbol-simbol kekuasaan dalam hitungan jam. Setiap rumor, setiap ketidakadilan kecil, setiap kebijakan yang terselip di antara kepentingan politik, bisa menjadi bara yang menunggu hembusan api. Nepal telah menunjukkan itu.

Hantu Nepal menempel di dinding, di lantai, bahkan di udara. Lampu ruangan yang meredup, suara langkah kaki malam, ketukan di jendela — semuanya terasa seperti bisikan peringatan. Mereka membayangkan asap yang membumbung dari gedung Parlemen, teriakan massa, kaca yang pecah, dan bau hangus yang menempel di hidung mereka meski mereka berada ribuan kilometer jauhnya. Dalam kepala mereka, Nepal bukanlah berita; ia adalah visi kehancuran yang mungkin terjadi di tanah sendiri.

Setiap malam, ketika lampu kantor padam, bayangan itu semakin nyata. Patung-patung di lobi seakan menatap mereka, membisikkan: “Kekuasaan tanpa kewaspadaan adalah rapuh.” Dan memang, hantu Nepal bukan hanya sekadar metafora. Ia adalah suara rakyat yang terpinggirkan, yang marah karena ketidakadilan, yang siap menyalakan amarah kolektif bila diabaikan. Pejabat mulai menyadari bahwa ketakutan itu nyata: ketakutan kehilangan legitimasi, ketakutan reputasi hancur, ketakutan bahwa rakyat bisa bangkit dan menuntut pertanggungjawaban dengan cara yang brutal.

Namun, di balik horor itu, ada pelajaran pahit. Nepal mengajarkan bahwa ketakutan bisa menjadi guru yang keras. Pejabat harus belajar membaca denyut nadi rakyat, menyalurkan aspirasi sebelum menjadi amarah, menegakkan transparansi sebelum kecurigaan menjadi dendam. Mengabaikan itu berarti membiarkan bayangan Nepal menelan mereka — bukan dalam kematian fisik, tetapi dalam kehancuran reputasi, kredibilitas, dan legitimasi.

Di ruang-ruang rapat Jakarta, bisikan itu tetap ada. Kata “Nepal” menggantung di udara, membungkam, menghantui. Pejabat yang lalai tidak hanya akan dikejar rasa takut, tetapi akan ditelan oleh bayangan yang mereka abaikan, seperti korban-korban Nepal yang menjadi simbol kegagalan pemerintah membaca kemarahan rakyat.

Diksi yang menghantui ini menuntut kewaspadaan, kesadaran, dan keberanian. Ia bukan sekadar khawatir; ia adalah mantra, amukan hantu politik yang berulang setiap kali kebijakan salah arah dibuat. Khawatir di Nepalkan adalah peringatan: kekuasaan yang angkuh tanpa mendengar rakyatnya adalah undangan bagi kehancuran yang menunggu di tikungan. Dan hantu Nepal, seperti asap pekat yang tidak terlihat namun terasa, akan selalu mengintai di setiap keputusan yang salah.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Awal Baru bagi Timur Tengah

Next Post

Gibran Ngegame dan Salah Membaca UUD: Wapres Tapi Minus Konteks

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Gibran Ngegame dan Salah Membaca UUD: Wapres Tapi Minus Konteks

Gibran Ngegame dan Salah Membaca UUD: Wapres Tapi Minus Konteks

SERAKAHNYA ELIT NEGARA DI BALIK KEBIJAKAN ETANOL DAN LPG SUBSIDI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist