• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gibran Ngegame dan Salah Membaca UUD: Wapres Tapi Minus Konteks

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 10, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Gibran Ngegame dan Salah Membaca UUD: Wapres Tapi Minus Konteks
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang (8/11/2025), Gibran Rakabuming Raka, didampingi Kapolri dan Menko Pangan, menyampaikan pidato terkait sektor swasembada pangan. Secara substansial, pidato Gibran berisi permintaan bantuan agar aparat dan kementerian terkait bekerja sama demi mencapai “cita-cita presiden”.

Namun, inti pidato ini justru menimbulkan tanda tanya besar: apakah seorang Wakil Presiden memahami makna kontekstual dari tujuan bangsa dan negara, sebagaimana termaktub dalam UUD 1945? Alih-alih menekankan pemahaman konstitusi dan konteks pembangunan ekonomi—termasuk memajukan kesejahteraan umum—Gibran lebih banyak terkesan fokus pada kegiatan yang proporsional bagi remaja, seperti ngegame, dibanding menyiapkan diri sebagai Wakil Presiden.

Siapakah seharusnya subjek pencapaian cita-cita bangsa dan negara? Tentunya adalah penyelenggara negara atau pelaksana eksekutif tertinggi yang dipimpin Presiden. Pemisahan antara cita-cita presiden dengan cita-cita bangsa dan negara, sebagaimana ditampilkan Gibran, menunjukkan ketidakmampuan memahami hubungan fundamental antara kepemimpinan eksekutif dan tujuan konstitusional: memajukan kesejahteraan umum melalui penyediaan kebutuhan dasar rakyat—pangan, sandang, dan papan.

Dalam konteks pidato di Tigaraksa, publik seharusnya menyimpulkan bahwa Gibran “salah membaca” dan tidak mampu menghadirkan pemikiran seorang Wakil Presiden. Kesalahan ini bukan sekadar perbedaan perspektif, melainkan miskonsepsi mendasar: seolah cita-cita presiden bisa dipisahkan dari cita-cita bangsa, padahal keduanya adalah satu kesatuan.

Ketidakmampuan Gibran semakin jelas ketika dianalisis dari sisi struktur kalimat dan tata bahasa UUD 1945. Frasa “Memajukan kesejahteraan umum untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat” menuntut pemahaman:

  1. Subjek: Pemerintah atau penyelenggara negara (meski tidak disebut eksplisit)
  2. Predikat: Meningkatkan taraf hidup
  3. Objek: Masyarakat Indonesia
  4. Keterangan tujuan: Menyediakan kebutuhan sandang, pangan, dan papan

Namun Gibran gagal memaknai struktur sederhana ini, yang seharusnya menjadi dasar arahan bagi setiap pejabat negara. Ironisnya, tamatan SMP yang dipaksakan setara SMA ini justru diplot untuk duduk sebagai Wakil Presiden dua periode oleh sang ayah. Hasilnya? Sebuah cermin nyata ketidaklayakan dirinya dalam memberikan arahan kepada pejabat negara maupun tamu yang hadir.

Pertanyaan besar muncul: kenapa sosok seperti ini tetap dijadikan Wakil Presiden oleh Jokowi? Dari sisi konstitusi, pengalaman, dan kemampuan berpikir strategis, keputusan tersebut jelas tidak pantas. Publik berhak bertanya: apakah ini sebuah langkah politis berbasis nepotisme atau sekadar ambisi keluarga yang mengabaikan kapasitas dasar seorang Wakil Presiden?

Kesimpulannya, Gibran menunjukkan bahwa hobinya ngegame dan latar pendidikan yang dipaksakan setara SMA tidak cukup membekalinya untuk memahami tugas konstitusional. Menjadi Wakil Presiden bukan soal kedekatan keluarga dengan Presiden, melainkan kemampuan membaca, memahami, dan mengeksekusi tujuan bangsa dan negara. Pada titik ini, publik harus sadar: citra figur publik dan legitimasi konstitusional tidak bisa diganti dengan promosi keluarga atau status politik semata.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Horor yang Menghantui Pejabat-pejabat Indonesia: Khawatir di Nepalkan

Next Post

SERAKAHNYA ELIT NEGARA DI BALIK KEBIJAKAN ETANOL DAN LPG SUBSIDI

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Next Post

SERAKAHNYA ELIT NEGARA DI BALIK KEBIJAKAN ETANOL DAN LPG SUBSIDI

Antara Trisakti Bung Karno dan Trilogi Pembangunan Pak Harto: Sebuah Sinergi

Antara Trisakti Bung Karno dan Trilogi Pembangunan Pak Harto: Sebuah Sinergi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...