• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Husein Ali Rafsanjani, “Domba” di Antara Kawanan “Serigala”

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 12, 2023
in Feature
0
Husein Ali Rafsanjani, “Domba” di Antara Kawanan “Serigala”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media

Jakarta – Jika berada di antara kawanan serigala, maka ikut mengaumlah, jangan mengembik seperti domba, niscaya akan selamat. 

Nasihat bernada satire ini sepertinya relevan ditujukan kepada Husein Ali Rafsanjani, seorang guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Diberitakan, video Husein Ali Rafsanjani di TikTok soal dugaan pungutan liar (pungli) saat acara Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) di Bandung, Jabar, viral. Saat ikut latsar, kata Husein di video itu seperti dilansir sejumlah media, dirinya dimintai uang. Padahal saat itu, ia sama sekali tidak memiliki uang. Husein kemudian melaporkan hal ini ke aplikasi Lapor.go.id.

Tak berselang lama, Husein disidang oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran selama enam jam oleh 12 orang. Husein mengaku diintimidasi sehingga kemudian mengundurkan diri.

Untunglah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turun tangan, sehingga Husein urung mengundurkan diri dari ASN. Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata kemudian menonaktifkan sementara Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani.

Jika Kang Emil dan Bupati Jeje tak turun tangan, niscaya Husein akan benar-benar kehilangan statusnya sebagai ASN. Kang Emil dan Jeje turun tangan setelah video Husein di TikTok viral. “No viral no justice”.

Terlepas dari apakah Husein melaporkan dugaan pungli itu ke Lapor.go.id karena terpaksa dia tidak punya uang saat ikut latsar atau karena idealisme dan bisikan hati nuraninya, itu urusan lain. Yang jelas, upaya itu menunjukkan Husein dapat dikatakan jujur dan memiliki keberanian. Kalau tidak ada keberanian, tentu ia akan “mengembik” saja seperti domba yang lugu, tidak akan “mengaum” seperti serigala.

Ternyata, fenomena “domba” lugu di antara kawanan “serigala” bukan monopoli Husein Ali Rafsanjani. Sebelumnya fenomena yang sama juga terjadi di wilayah lain di Jabar, tepatnya di Kabupaten Cirebon.

Salah seorang perawat berstatus ASN di Kabupaten Cirebon Rakhmat Hidayat berani membongkar kasus dugaan korupsi di RSUD Arjawinangun, Cirebon. Hal itu membuat Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra murka. Rakhmat pun dimutasi dari RSUD Arjawinangun ke Puskesmas Kalimaro, Kecamatan Gebang, Cirebon.

Selang beberapa waktu kemudian, tepatnya pada 24 Oktober 2018, Sunjaya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak semua ASN memiliki keberanian semacam Husein Ali Rafsanjani dan Rakhmat Hidayat. Kebanyakan hanya akan “mengembik” atau menjadi “domba” yang lugu ketika kawanan “serigala” mengaum dan unjuk gigi.

Kalau pun berani melawan “serigala”, belum tentu “domba” akan “slamet” (selamat). Sebab, seperti disebut di atas, “no viral no justice” (tidak viral maka tidak akan ada keadilan). Husein dan Rakhmat selamat karena kasusnya viral.

Ada pula momentum yang mendukungnya, yakni OTT KPK dalam hal Rakhmat Hidayat, dan upaya mempertahankan integritas Kang Emil dalam hal Husein Ali.

“No Viral No Justice”

Di era media sosial ini, “no viral no justice” memang menjadi fenomena yang menggejala di mana-mana. “Kalau mau cepat ditangani, viralkan dulu kasusnya di media sosial, sebab ‘no viral no justice’.” Ungkapan bernada satire itu kini memang sedang menjadi trend, dan faktanya memang demikian.

Simak saja. Kementerian Keuangan dan KPK baru bergerak menelisik harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo setelah kasus penganiayaan yang dilakukan anak Kepala Bagian Umum Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan II ini, Mario Dandy Satriyo kepada David Ozora viral di media sosial. Penganiayaan itu membuka tabir rahasia kekayaan Rafael yang tidak wajar. Kini, KPK telah menetapkan Rafel sebagai tersangka suap atau gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Usai kasus harta kekayaan Rafael yang tak wajar itu viral, kasus serupa langsung bermunculan. Bahkan kemudian kasus yang nyaris sama juga terjadi.

AKBP Achiruddin Hasibuan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Pembinaan Operasional Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara gara-gara membiarkan anaknya, Aditya Hasibuan, menganiaya seorang mahasiswa bernama Ken Admiral. Bukan hanya dicopot, Achiruddin juga dipecat dari institusi Polri dan menjadi tersangka serta ditahan. Kini, kasus dugaan gratifikasi Achiruddin diserahkan penangannya oleh KPK ke Polda Sumut.

Kasus yang sempat “mandeg” sekian lama ini akhirnya mendapatkan penanganan semestinya setelah viral. “No viral no justice”!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Usulan Revisi UU TNI, Berpotensi Tumpang Tindih dengan Polri dan Ganggu Relasi Kemenhan-TNI

Next Post

Rumitnya Menjaga “Legacy” Vs “King Maker”

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Kotak Pandora Politik dan Olahraga

Rumitnya Menjaga "Legacy" Vs "King Maker"

Kemana Demonstrasi dan Protes Mahasiswa Atas Kenaikan BBM Bermuara?

Indonesia Dalam Bayang-bayang Potensi Malapetaka Ekonomi Global

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist