• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Ijazah Tak Pernah Hadir, Tapi PengKritik Dipenjara

Hukum Tanpa Akal Sehat: Ketika Kritik Diadili, Bukti Dikesampingkan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
July 11, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Law
0
Jokowi Undercover: Selimut Misteri di Balik Ijazah dan Keadilan yang Terkubur
Share on FacebookShare on Twitter

Aparat jangan dzalim! Arah angin sudah berubah. Zaman lancar berdusta sudah usai. Kini, rakyat mulai “gatal-gatal” melihat ketidakadilan yang dipelihara.

Oleh: Damai Hari Lubis — Pengamat KUHP

Dalam salah satu pertimbangan putusan terhadap Bambang Tri Mulyono (BTM), terdapat kutipan yang patut dicermati:

“Bahwa terhadap pembelaan ini tidak pernah dibuktikan adanya rekayasa foto digital maupun uji forensik terhadap dokumen yang dianggap dipalsukan dan dokumen pembanding (aslinya) yang seharusnya diuji di laboratorium forensik. Faktanya, Terdakwa tidak pernah dapat mengajukan bukti ijazah yang dituduh palsu tersebut supaya bisa diuji di Labkrim forensik. Namun, terdakwa dan penasihat hukum justru selalu meminta Jaksa dan Hakim untuk menghadirkan ijazah aslinya.”

Lalu, di mana letak kekeliruannya? Dari sisi asas dan teori hukum pidana, semestinya semua pihak — baik penegak hukum maupun pengadilan — berorientasi pada pencarian kebenaran materiil. Tujuannya agar tidak keliru menghukum seseorang. Apakah permintaan kuasa hukum BTM untuk menghadirkan ijazah asli Presiden Jokowi bukan bagian dari upaya mencari kebenaran?

Justru, sesuai pendapat Jaksa Penuntut Umum sendiri, uji forensik sangat dibutuhkan. Namun bagaimana mungkin uji tersebut bisa dilakukan bila yang dihadirkan hanya fotokopi ijazah yang dilegalisir — dari tingkat SD, SMP, SMA hingga S-1 — tanpa satu pun ijazah asli sebagai objek pemeriksaan forensik?

Anehnya lagi, dalam persidangan perkara pidana di PN Surakarta, Presiden Jokowi tidak pernah hadir sebagai saksi korban. Tidak ada BAP, tidak ada pemeriksaan langsung. Tidak ada pula ijazah asli yang dapat dijadikan bahan pembanding, apalagi untuk menilai keaslian dokumen S-1 UGM yang disengketakan.

Jadi, bagaimana mungkin para terdakwa dianggap telah berbohong atau menyebar hoaks, sementara data pembanding tidak pernah dihadirkan? Maka tidak semestinya vonis dijatuhkan atas dasar anggapan “fitnah”.

Namun anehnya, Pengadilan Tinggi Semarang kemudian menganulir vonis tersebut dan memutus bahwa tindakan para terdakwa bukan fitnah atau kebohongan, melainkan ujaran kebencian. Putusan ini kemudian diperkuat oleh Mahkamah Agung.

Pertanyaannya: kebencian terhadap siapa? Jika tidak terbukti ada fitnah dan tidak terbukti ada kebohongan, lalu darimana datangnya unsur kebencian itu? Secara logika hukum, ini merupakan bentuk konstruksi pasal yang dipaksakan — seolah ingin memenjarakan kritik melalui jalur tafsir emosional.

Hal serupa juga terjadi pada laporan terhadap sejumlah aktivis TPUA dan dua pakar IT, yang bahkan telah melakukan riset mendalam dan menyimpulkan bahwa dokumen yang diklaim sebagai ijazah Jokowi adalah palsu 100%. Dalam kasus ini, justru seharusnya aparat penegak hukum wajib meminta ijazah asli dari Presiden untuk dilakukan uji forensik, bukan langsung menetapkan pelapor sebagai tersangka.

Jika laporan berasal dari pihak pecinta Jokowi dan menyebut Jokowi sebagai korban, maka sesuai KUHAP, Jokowi harus diperiksa dan dibuatkan BAP sebagai saksi korban.

Negara hukum tidak boleh berubah menjadi negara tafsir. Penjara bukan tempat bagi mereka yang menyuarakan kritik berbasis data — apalagi jika negara belum bisa membuktikan bahwa kritik tersebut salah. Jika rasa benci tidak dapat dibuktikan, maka vonis atas dasar kebencian adalah bentuk kezaliman hukum.

Aparat jangan dzalim! Arah angin sudah berubah. Zaman lancar berdusta sudah usai. Kini, rakyat mulai “gatal-gatal” melihat ketidakadilan yang dipelihara.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hakim: Pengadilan Negeri Solo Tidak Berwenang – Sidang Ijazah Palsu Jokowi Batal Lagi

Next Post

Dr Tifa “Diseret” ke Polda Gara-Gara Ijazah Jokowi: “Kalau Asli, Tunjukkan Saja!”

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Feature

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna
Birokrasi

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Next Post
Dr Tifa “Diseret” ke Polda Gara-Gara Ijazah Jokowi: “Kalau Asli, Tunjukkan Saja!”

Dr Tifa “Diseret” ke Polda Gara-Gara Ijazah Jokowi: “Kalau Asli, Tunjukkan Saja!”

Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum

Ijazah Masih Misteri, Hukum Sudah Beraksi: Mengapa dr. Tifa yang Polisikan?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...