• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Imunitas Politik Jokowi–Gibran: Dari Rechtstaat ke Machtstaat? – Sampai Kapan Jokowi dan Gibran ‘Dilindungi’ dari Hukum?)

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 12, 2025
in Crime, Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Damai Hari Lubis


Abstrak

Tulisan ini berangkat dari narasi media Fusilat News ( https://fusilatnews.com/apakah-jokowi-dan-gibran-punya-kelainan-jiwa/ ) dan sejumlah media daring pada September 2024, yang kala itu menyoroti perilaku kekuasaan Jokowi dan Gibran dengan nada skeptis—bahkan mempertanyakan kondisi kejiwaan dan moral politik keduanya. Setahun kemudian, pada September 2025, analisis tersebut terbukti memiliki dasar: berbagai gejolak hukum dan politik muncul, mengonfirmasi bahwa kekuasaan yang dipelihara tanpa kritik telah melahirkan ketimpangan serius dalam sistem hukum dan demokrasi Indonesia.


Analepsis dan Fakta-Fakta yang Terjadi

Kegaduhan publik yang sebelumnya hanya berupa dugaan, kini menjelma menjadi kenyataan:

  1. Pada 9 Desember 2024, Jokowi dilaporkan ke Dumas Mabes Polri oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) atas dugaan penggunaan ijazah palsu.

  2. Sejumlah purnawirawan jenderal TNI/Polri secara terbuka meminta Gibran Rakabuming Raka dilengserkan dari jabatan politiknya.

  3. Jokowi justru melapor balik beberapa aktivis, menuding mereka menyebar fitnah terkait kasus ijazah S-1 palsu, yang menjadi dasar laporan 9/12/2024.

  4. Keabsahan ijazah D-1 milik Gibran turut digugat melalui pengadilan, memperkuat persepsi publik tentang kerapuhan legitimasi akademik keluarga presiden.

  5. Publik menduga, Mabes Polri dengan restu Kapolri Listyo Sigit sengaja menyembunyikan bukti atau fakta hukum terkait keaslian ijazah Jokowi.


Analisis: Kekuasaan yang Dilindungi, Hukum yang Dibelenggu

Pertanyaan mendasar pun muncul:
Sampai kapan Jokowi dan Gibran akan terus “dilindungi”?
Apakah proteksi terhadap keduanya tidak mengganggu stabilitas pemerintahan saat ini dan mengancam transisi politik ke depan?

Jika laporan publik per 9 Desember 2024 dibiarkan menggantung tanpa proses hukum yang jelas, maka wajar bila rakyat bertanya:
Siapa sebenarnya Jokowi? Apa jasanya bagi bangsa ini?
Sebab, dibandingkan kontribusinya, dampak kerusakan moral dan hukum yang ditinggalkannya mungkin jauh lebih besar. Kekuasaan yang seharusnya menjadi pelindung rakyat justru berubah menjadi investasi kejahatan berjamaah, dibungkus jargon gotong royong.


Ironi Hukum dan Ketakutan Kolektif

Kini muncul fenomena yang lebih mengkhawatirkan:
Setiap individu atau kelompok yang berusaha menegakkan hukum secara objektif terhadap Jokowi atau Gibran justru dicap kriminal, penyebar kebencian, atau pelaku fitnah.
Padahal, dalam sistem hukum yang sehat, kritis terhadap kekuasaan bukanlah kejahatan, melainkan bentuk tertinggi dari tanggung jawab warga negara.

Apakah ini tanda bahwa Indonesia telah diam-diam bergeser dari negara hukum (rechtstaat) menuju negara kekuasaan (machtstaat)—di mana hukum tunduk kepada kehendak penguasa?


Fiat Justitia Ruat Caelum: Sebuah Slogan yang Kehilangan Jiwa

Pepatah klasik dari senator Romawi, Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM) — fiat justitia ruat caelum (“keadilan harus ditegakkan sekalipun langit runtuh”) — kini hanya tinggal slogan kosong.

Dalam praktiknya, prinsip itu berubah menjadi:

“Fiat iustitia, sed potestatem serva” —
Tegakkan keadilan, tapi jangan ganggu kekuasaan.

Hukum bukan lagi panglima, melainkan pelayan bagi kepentingan politik.


Penutup: Diam Bukan Berarti Setuju

Lalu, apakah rakyat yang diam dianggap menyetujui keadaan ini?
Ibarat seorang gadis yang dijodohkan tanpa suara, diamnya dianggap tanda setuju.
Padahal, dalam konteks bangsa, diam rakyat bukan tanda restu, melainkan luka yang belum sempat bersuara.


Kesimpulan Kritis

Jika sistem hukum terus tunduk kepada kekuasaan dan aparat menjadi tameng bagi elite politik, maka republik ini perlahan kehilangan maknanya. Proteksi terhadap Jokowi dan Gibran bukan hanya persoalan moral dan hukum, melainkan ancaman langsung terhadap masa depan demokrasi Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penundaan Eksekusi Silfester: Abuse of Power dan Absennya Pengawasan

Next Post

Mengapa Pimpinan Ponpes Al Khoziny Tidak Jadi Tersangka?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Mengapa Pimpinan Ponpes Al Khoziny Tidak Jadi Tersangka?

Mengapa Pimpinan Ponpes Al Khoziny Tidak Jadi Tersangka?

KAHMI Unkris Gelar Aksi dan Doa di Lapangan Banteng: Desak Dunia Wujudkan Palestina Merdeka

KAHMI Unkris Gelar Aksi dan Doa di Lapangan Banteng: Desak Dunia Wujudkan Palestina Merdeka

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...