• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Pimpinan Ponpes Al Khoziny Tidak Jadi Tersangka?

fusilat by fusilat
October 12, 2025
in Feature, Law
0
Mengapa Pimpinan Ponpes Al Khoziny Tidak Jadi Tersangka?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bangunan asrama santri itu rubuh dalam sekejap. Malam yang mestinya tenang berubah menjadi kepanikan. Jerit minta tolong bercampur dengan doa yang belum selesai dilafalkan. Pagi harinya, puluhan santri dilarikan ke rumah sakit dengan luka parah—beberapa harus diamputasi.
Namun, seminggu berlalu, tak satu pun nama dijadikan tersangka.

Pemerintah datang dengan janji cepat: santunan untuk keluarga korban dan beasiswa bagi para santri yang terluka. “Negara hadir,” ujar seorang pejabat Kementerian Agama di depan kamera, mengenakan rompi tanggap darurat. Tapi di balik retorika empati itu, publik bertanya-tanya: siapa yang bertanggung jawab atas runtuhnya bangunan yang menelan masa depan anak-anak itu?

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyebut bangunan asrama itu belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) secara lengkap. Struktur pondasi dinilai rapuh, dengan dinding yang tak memenuhi standar keamanan. Seorang petugas teknis Dinas PUPR yang enggan disebut namanya mengatakan, “Itu bangunan lama yang direnovasi tanpa pengawasan. Kalau sesuai prosedur, tidak mungkin rubuh separah itu.”

Namun hingga kini, tidak ada satu pun pihak pondok yang dimintai pertanggungjawaban hukum. Kepolisian berdalih penyelidikan masih berjalan, menunggu hasil laboratorium forensik konstruksi. “Kami masih mendalami apakah ada unsur kelalaian atau tidak,” kata Kepala Polres setempat, tanpa menyebut tenggat waktu.

Di sisi lain, pimpinan pondok masih beraktivitas seperti biasa. Tidak ada pemeriksaan, tidak ada permintaan maaf publik, dan tidak ada inisiatif moral untuk bertanggung jawab. Seolah tragedi ini hanyalah musibah yang datang tanpa sebab.

Kita tentu tidak bisa menafikan faktor takdir, tapi menjadikan “musibah” sebagai perisai dari tanggung jawab hukum adalah kebiasaan lama yang tak kunjung hilang. Di negeri ini, hukum sering tumpul bila berhadapan dengan jubah agama. Ketika bangunan gereja roboh atau gedung sekolah negeri ambruk, proses hukum bisa cepat. Tapi ketika menyangkut lembaga keagamaan tertentu, penegak hukum mendadak gamang—takut dianggap menista ulama, takut kehilangan simpati.

Padahal, yang dipersoalkan bukan soal iman, melainkan soal keselamatan publik. Bangunan pendidikan, apa pun labelnya, tunduk pada aturan teknis yang sama. Jika sebuah pesantren bisa berdiri tanpa izin, itu bukan keajaiban spiritual, melainkan cermin dari lemahnya pengawasan dan keberanian negara untuk menegakkan aturan.

Kini, para santri korban hidup dengan tubuh yang tak lagi utuh. Pemerintah menyiapkan beasiswa, seolah pendidikan bisa menggantikan anggota tubuh yang hilang. Tapi siapa yang mengganti kehilangan rasa adil?
Santunan mungkin bisa menutup biaya hidup, tapi tak bisa menambal retak kepercayaan pada hukum yang diam di hadapan kekuasaan moral.

Tragedi Ponpes Al Khoziny bukan sekadar reruntuhan tembok—ia adalah runtuhnya tanggung jawab publik. Negara boleh hadir membawa bantuan, tapi kehadiran tanpa keberanian menegakkan hukum hanyalah kepura-puraan.

Dan sebelum ada tersangka, pertanyaan ini akan terus bergema di antara reruntuhan itu:
Mengapa pimpinan Ponpes Al Khoziny tidak jadi tersangka?


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Imunitas Politik Jokowi–Gibran: Dari Rechtstaat ke Machtstaat? – Sampai Kapan Jokowi dan Gibran ‘Dilindungi’ dari Hukum?)

Next Post

KAHMI Unkris Gelar Aksi dan Doa di Lapangan Banteng: Desak Dunia Wujudkan Palestina Merdeka

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
KAHMI Unkris Gelar Aksi dan Doa di Lapangan Banteng: Desak Dunia Wujudkan Palestina Merdeka

KAHMI Unkris Gelar Aksi dan Doa di Lapangan Banteng: Desak Dunia Wujudkan Palestina Merdeka

KESEIMBANGAN SISTEMIK: MEMBACA KRITIK FERRY LATUHIHIN KEPADA PURBAYA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist