• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

INDONESIA DALAM KEGENTINGAN HUKUM: BISA MENJADI NEGARA GAGAL

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
February 23, 2025
in Feature, Law
0
INDONESIA DALAM KEGENTINGAN HUKUM: BISA MENJADI NEGARA GAGAL
Share on FacebookShare on Twitter

PENDAHULUAN

Sidang istimewa laporan tahunan Mahkamah Agung (MA) yang digelar pada Rabu, 19 Februari 2025, menjadi sorotan publik ketika Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebuah negara yang kuat bergantung pada sistem hukumnya. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa tanpa sistem hukum yang berfungsi dengan baik, negara akan menjadi gagal dan tak berguna bagi rakyatnya. Pernyataan ini tidak hanya sebagai peringatan, tetapi juga sebagai refleksi atas kondisi hukum Indonesia saat ini yang berada dalam keadaan genting. Pelanggaran hukum yang semakin marak, ketidakadilan dalam penegakan hukum, serta korupsi yang mengakar kuat dalam berbagai institusi negara menjadi ancaman nyata bagi stabilitas bangsa.

PELANGGARAN HUKUM: BUKTI KRISIS SISTEMATIS

Kasus PIK2PSN menjadi salah satu contoh nyata dari kegentingan hukum di Indonesia. Skandal ini menggemparkan negeri dan menunjukkan bahwa pelanggaran hukum tidak hanya terjadi di level individu, tetapi juga melibatkan seluruh elemen pemerintahan, mulai dari tingkat desa hingga kementerian. Tidak hanya itu, aparat kepolisian yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menegakkan hukum justru turut terseret dalam kasus ini.

Kasus PIK2PSN bukan satu-satunya. Berbagai kasus lainnya, mulai dari korupsi berjamaah, penyalahgunaan wewenang, hingga ketidakadilan dalam sistem peradilan, semakin memperlihatkan bahwa hukum di Indonesia berada dalam kondisi darurat. Ketika hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas, masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi hukum.

HUKUM SEBAGAI INSTRUMEN KEKUASAAN

Ironisnya, hukum di Indonesia sering kali dijadikan alat bagi penguasa untuk melanggengkan kepentingan mereka. Alih-alih ditegakkan secara adil, hukum cenderung digunakan untuk menekan oposisi, membungkam kritik, dan melindungi kepentingan kelompok elite. Hal ini terlihat dalam berbagai kasus yang menunjukkan ketimpangan perlakuan hukum antara mereka yang berkuasa dengan rakyat biasa. Ketika hukum lebih berpihak kepada penguasa dan elite ekonomi, rakyat kecil semakin tersisih dari keadilan.

Selain itu, lemahnya supremasi hukum juga menciptakan iklim ketidakpastian hukum bagi dunia usaha dan investasi. Investor asing maupun lokal menjadi ragu untuk menanamkan modalnya karena tidak ada jaminan bahwa hukum akan ditegakkan secara transparan dan adil. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi juga terhambat dan memperparah kondisi sosial masyarakat.

MENUJU NEGARA GAGAL?

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Indonesia berisiko menjadi negara gagal. Negara gagal bukan hanya diukur dari ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan fungsinya, tetapi juga dari ketidakberdayaan sistem hukum dalam menegakkan keadilan. Ciri-ciri negara gagal seperti melemahnya institusi negara, maraknya korupsi, meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, dan merosotnya kesejahteraan rakyat sudah mulai terlihat di Indonesia.

Negara-negara yang mengalami kegagalan hukum pada akhirnya mengalami disintegrasi sosial dan politik. Contoh seperti Venezuela dan beberapa negara di Afrika menunjukkan bahwa ketika hukum tidak lagi berfungsi, masyarakat cenderung mencari jalan mereka sendiri, baik melalui kekerasan, pemberontakan, maupun kejahatan terorganisir. Jika Indonesia tidak segera memperbaiki sistem hukumnya, maka bukan tidak mungkin ancaman serupa akan terjadi.

KESIMPULAN

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan Mahkamah Agung harus dijadikan alarm bagi seluruh elemen bangsa. Indonesia berada dalam kegentingan hukum yang berbahaya, dan jika tidak segera dibenahi, negara ini bisa menuju kehancuran. Reformasi hukum yang menyeluruh, independensi lembaga peradilan, serta komitmen kuat dari pemerintah dan masyarakat dalam menegakkan keadilan adalah langkah-langkah yang harus segera diambil. Tanpa itu, Indonesia tidak hanya gagal sebagai negara hukum, tetapi juga berisiko menjadi negara gagal dalam arti yang sesungguhnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pabowo pun Takluk Melawan Aguan: Arsin Jadi Tumbal

Next Post

Hukum Menjadi Alat Legitmasi Kepentingan Pengembang “Case PIK2”

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Hari Ini TNI AL Mentargetkan 5 Km Pagar Laut Di Perairan Pesisir Tangerang Dibongkar

Hukum Menjadi Alat Legitmasi Kepentingan Pengembang "Case PIK2"

Rakyat Tak Korupsi, Rakyat Tak Berdusta, Hanya Menuntut HakNya

Lebih Mudah Memprediksi Prabowo Gagal Daripada Akan Sukses

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...