• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Indonesia mau mencari contoh perbandingan negara mana lagi…?

fusilat by fusilat
February 17, 2022
in News
0
Indonesia mau mencari contoh perbandingan negara mana lagi…?

dok. Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Chris Komari

Activist Democracy, City Council 2002 dan 2008

Pengantar redaksi.

Sahabat Chris Komari, adalah orang Indonesia yang pernah menjadi Anggota City Council (semacam anggota DPRD tk II di Indonesia), banyak berbagi wawasan, khususnya soal Demokrasi, tata kelola Pemerintahan dan system Politik.

Senang sekali kami menurunkan tulisan bernas beliau, mudah2an dibaca dan jadi masukan kepada pihak terkait, mengenai system Presidential, sebagai tolok ukur untuk melihat bagaimana yang dimaksud dg system presidential, yg kami menilai Indonesia itu, tidak menganut system Presidential maupun system Parlementer.

Selamat membaca.

Banyak negara yg menjalankan system presidential dan memiliki multi partai, dan negara itu tidak memiliki persyaratan presidential threshold baik 1% atau 20% bagi warga negaranya untuk bisa menjadi kandidat Presiden, seperti negara:

USA

MEXICO

ARGENTINA

BRAZIL

PHILLIPINE

TURKEY

VENEZUELA

Saya itu heran, bahkan tepuk jidat ketika mengetahui HAKIM MK mengatakan bahwa negara USA itu tidak bisa dijadikan contoh sebagai negara demokrasi yg menjalankan system presidential, karena tidak memiliki multi partai seperti di Indonesia.

Selanjutnya hakim MK mengatakan bahwa di negara USA hanya memiliki 2 partai politik, yakni partai  REPUBLICAN dan partai DEMOKRAT + INDEPENDENT.

Sebagai seorang Activist Democracy yg cukup lama tinggal di USA, I was stunt dan shocked mendengarkan hal itu didepan mata dan telingga saya sendiri, ketika saya ikut hadir secara virtual pada sidang MK yg ke #3 membahas judicial review (JR) presidential threshold 20% pada tanggal 3 February 2022 yg baru lalu.

Saya kaget and shocked, karena statements dan argumentasi itu datangnya dari seorang HAKIM MK yg mulia, ketika membahas judicial review (JR) presidential threshold 20% dimana saya ikut hadir  menjadi salah satu pemohon prinsipalnya.

Pada PILPRES 2020 yg baru lalu di Amerika Serikat, ada 4 pasangan CAPRES dari 4 partai politik:

1). Joe Biden (Democrat Party).

2). Donald Trump (Republican Party).

3). Howie Hawkins (Green Party).

4). Jo Jorgensen (Libertarian Party).

Itu para CAPRES tahun 2020 baru lalu, ada 4 pasangan dan 4 partai politik.

Bagaimana mungkin negara USA dikatakan hanya memiliki 2 partai politik + independent….???

Jangan kaget, bahwa jumlah CAPRES (kandidat Presiden) pada PILPRES di Amerika Serikat tahun 2020 yang baru lalu, secara resmi terdaftar  sebanyak 1,212 kandidat Presiden di Federal Election Commission (FEC), semacam KPU di Indonesia.

Iya, sebanyak 1,212 kandidat Presiden di negara USA pada PILPRES tahun 2020 yg baru lalu.

Kenapa bisa begitu banyak…??? Itulah hebatnya system PRIMARY election dan demokrasi di Amerika Serikat.

Untuk bisa mendaftarkan diri menjadi seorang CAPRES di USA, hanya perlu memenuhi 3 syarat saja:

1). Lahir di USA, tentunya masih menjadi warga negara Amerika Serikat.

2). Berumur minimal 35 tahun.

3). Tinggal di negara Amerika Serikat secara permanent minimal 14 tahun.

Hanya 3 itu saja syarat untuk bisa menjadi seorang  kandidat Presiden di Amerika Serikat (USA).

Jadi hampir semua warga negara Amerika Serikat bisa mencalonkan diri menjadi kandidat Presiden merujuk pada prinsip demokrasi on EQUALITY and EQUAL OPPORTUNITY through FREE, OPEN and FAIR COMPETITION.

Tetapi ketika seorang CAPRES di Amerika Serikat itu mulai melakukan kampanye politik di seluruh negara bagian sebanyak 50 STATES itu dan  menerima donasi uang dari publik atau sudah mengeluarkan biaya kampanye lebih dari $5,000 dollar, maka CAPRES ini harus melaporkan diri (filling candidacy) secara resmi kepada Federal Election Commission (FEC) di Amerika Serikat, semacam KPU di Indonesia.

Dari 1,212 kandidat Presiden itu ketika mulai  melakukan kampanye Presiden dan tidak mendapatkan dukungan yg cukup significant dari minimal 50% dari total 50 negara bagian; minimal di 25 negara bagian, apalagi cuma dapat dukungan di 3 atau 4 negara bagian, maka para kandidat Presiden itu mulai berpikir, tahu diri, punya ETIKA politik, punya malu dan dengan segera mengambil keputusan lebih cepat untuk membatalkan (suspending) kampanye PILPRES.

Dari situlah kita tahu, ratusan kandidat Presiden itu mulai berguguran satu demi satu, seperti daun pohon yg gugur di musim spring (musim gugur).

Karena itu, biar ada 1 juta kandidat Presiden di Amerika Serikat, tidak akan masalah karena mengunakan system primary election….!!!

Dari 1,212 kandidat Presiden itu, dalam waktu 8 bulan hingga 12 bulan kampanye hingga mendekati kira-kira 1 bulan sebelum hari pemilihan umum (general election), pada akhirnya hanya akan tersisa 4 pasangan, 3 pasangan atau bahkan cuma 2 pasangan.

Karena apa….???

Ketika seorang CAPRES di USA itu sudah ketinggalan jauh dari kandidat lainnya, mereka tahu diri, mereka punya ETIKA politik yg tinggi dan punya rasa malu, karena tahu bakal tidak akan menang, dan segera menghentikan kampanye PILPRES.

Mereka tidak ingin di bully oleh para media di USA dan juga tidak ingin “on the record” menjadi politisi yg paling buntut  tapi ngotot terus ingin meneruskan kampanye PILPRES, wasting time, energy and money, tidak tahu diri dan tidak punya malu.

Kalau di Indonesia mungkin hal itu bisa terjadi, ada kandidat Presiden yg terus melakukan kampanye PILPRES karena ingin terus mendapatkan perhatian publik, spotlight di media, tidak punya malu dan tidak memiliki etika politik yg tinggi, meski tahu tidak bakal menang di PILPRES.

Bahkan sampai sekarang ini, jumlah partai politik di Amerika Serikat yg terdaftar (registered) dan qualified untuk bisa ikut PEMILU di USA itu jumlahnya lebih banyak dibanding dengan jumlah partai politik yg ada di Indonesia saat ini, seperti:

1). Republican party

2). Democrat party

3). Green party

4). Libertarian party

5). The American independent party

6). Peace and freedom party

7). Constitution Party.

8). Progressive party.

9). United Citizens party

10). Human rights party

11). People’s party

12). American solidarity party.

13). Reform Party

14). Socialist Party

15). Conservative Party

16). Independent Conservative Democratic Party

17). U.S Taxpayer’s Party

18). Liberal Party

19). American Solidarity Party

20). We The People Party

21). Party for Socialism and Liberation

22). Ace Party

23). George Wallace Party

24). American People’s Freedom Party

25). Democratic-Farmer Labor Party.

Itu hanya sebagian dan masih banyak partai politik lainya yg qualified dan registered untuk bisa ikut PEMILU di negara Amerika Serikat.

Jadi bagaimana mungkin negara Amerika Serikat itu hanya memiliki 2 partai politik + independent..?

……

Dari 167 negara yg dijadikan survey INDEX DEMOCRACY oleh the Economist Intelligence Unit (EIU) tiap tahun, tidak ada 1 negara lain pun yg memiliki persyaratan presidential threshold 20% ataupun 1% yang dikaitkan sebagai persyaratan untuk menjadi kandidat Presiden.

…

Lepas dari argumentasi konstitusi, HUKUM dan prinsip-prinsip demokrasi, presidential threshold 20% itu hanya akal bulus dan rekayasa dari partai politik besar di Indonesia yang ingin menguasai bursa PILPRES….!!! It’s that simple.

Masak begitu saja tidak bisa menelaah dan memamahinnya…!!!

Karena itu, presidential threshold 20% itu harus segera di hapuskan karena jelas inkonstitusionil, tidak demokratis, melanggar kedaulatan TERTINGGI RAKYAT dan tidak ada satupun negara lain yg melakukan itu.

…..

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fantastis !! Naik Tiga Kali Lipat, KPU Usulkan Anggaran Pemilu 2024 Sebesar Rp 86 Triliun

Next Post

Jokowi Alokasikan Dana Cadangan Menghadapi 2023

fusilat

fusilat

Related Posts

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban
Layanan Publik

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir
daerah

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026
ANDRE DONAS BANGGA JADI PENGARANG MINANG, Karya-karyanya Disebut Sarat Nilai Budaya dan Sosok Ibu
Komunitas

ANDRE DONAS BANGGA JADI PENGARANG MINANG, Karya-karyanya Disebut Sarat Nilai Budaya dan Sosok Ibu

May 26, 2026
Next Post
Jokowi Alokasikan Dana Cadangan Menghadapi 2023

Jokowi Alokasikan Dana Cadangan Menghadapi 2023

Kuasa Hukum Munarman Siapkan 17 Saksi Fakta dan Ahli

Kuasa Hukum Munarman Siapkan 17 Saksi Fakta dan Ahli

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026
ANDRE DONAS BANGGA JADI PENGARANG MINANG, Karya-karyanya Disebut Sarat Nilai Budaya dan Sosok Ibu

ANDRE DONAS BANGGA JADI PENGARANG MINANG, Karya-karyanya Disebut Sarat Nilai Budaya dan Sosok Ibu

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist