• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Indonesia Menghambur-hamburkan Tenaga Muda Potensial – Tenaga Muda Terbuang di Negeri Sendiri

Potret SDM dan Kesejahteraan: Mengapa Petugas Cleaning Service Kita Masih Berusia Muda?

Ali Syarief by Ali Syarief
August 1, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Indonesia Menghambur-hamburkan Tenaga Muda Potensial – Tenaga Muda Terbuang di Negeri Sendiri

Istimewa - ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Tokyo – Fusilatnews –Dalam beberapa perjalanan ke luar negeri, saya berkesempatan mengamati hal sederhana yang menyimpan ironi mendalam: para petugas kebersihan di Bandara Internasional Changi, Singapura, dan Haneda, Jepang, sebagian besar adalah lansia. Sebaliknya, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, petugas serupa didominasi anak-anak muda berusia di bawah 30 tahun. Sekilas, ini tampak sebagai perbedaan biasa. Namun jika kita melihat lebih dalam, ada cermin besar yang memantulkan kualitas kesejahteraan, struktur ekonomi, dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sebuah negara.

Lansia Produktif: Simbol Kesejahteraan dan Martabat

Di Changi dan Haneda, kehadiran para lansia sebagai petugas kebersihan bukanlah tanda ketimpangan sosial. Sebaliknya, itu mencerminkan sistem sosial yang memberikan martabat dan kesempatan kerja kepada warga senior, bukan karena mereka terpaksa bekerja untuk bertahan hidup, melainkan karena mereka masih ingin merasa berguna dan aktif. Dalam masyarakat yang menua seperti Jepang dan Singapura, negara memfasilitasi ruang kerja yang layak bagi lansia — dengan sistem pensiun yang kuat, jaminan kesehatan, dan fleksibilitas kerja — menjadikan pilihan bekerja sebagai bagian dari keberdayaan, bukan keterpaksaan.

Anak Muda di Bawah Bayang-bayang Pekerjaan Kasar

Bandingkan dengan Indonesia. Ketika anak-anak muda bekerja sebagai cleaning service di bandara internasional, pertanyaannya bukanlah “mengapa mereka bekerja?”, tetapi “mengapa hanya ini pilihan yang tersedia?”. Ini adalah gejala serius dari persoalan mendalam: terbatasnya lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda, rendahnya akses pendidikan vokasi yang relevan, serta gagalnya negara menciptakan ekosistem ekonomi yang berbasis pada pertumbuhan kualitas SDM.

Indonesia berada dalam masa bonus demografi. Namun, bonus itu hanya tinggal jargon bila mayoritas generasi muda justru terjerembab ke pekerjaan yang tak sesuai dengan potensi usia produktifnya. Apakah mereka bekerja dengan upah layak? Apakah ada jaminan sosial? Dan lebih penting lagi: apakah ada harapan peningkatan karier, atau hidup mereka akan stagnan di pekerjaan tersebut?

Gagal Memanfaatkan Bonus Demografi

Bonus demografi bukan soal banyaknya anak muda, tetapi bagaimana negara mengarahkan energi produktif mereka ke sektor yang bernilai tambah tinggi. Sayangnya, negara masih lalai membangun jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Ketika lulusan SMA atau bahkan sarjana tidak bisa bersaing, maka pekerjaan semacam cleaning service menjadi ‘pelarian’ terakhir — bukan pilihan utama.

Kondisi ini diperparah oleh upah minimum yang rendah, ketimpangan distribusi pekerjaan antar wilayah, serta budaya kerja yang belum menghargai keterampilan tinggi. Negara-negara seperti Jepang dan Singapura bisa menjaga warganya bekerja dengan bermartabat karena mereka menata sistem SDM dan kesejahteraan secara menyeluruh — dari pendidikan dasar hingga jaminan pensiun.

Kesejahteraan dan Keadilan Sosial

Fenomena ini juga berbicara tentang keadilan sosial. Di negara maju, pekerjaan kasar tidak selalu identik dengan kemiskinan. Cleaning service di Haneda mungkin menerima insentif, tunjangan kesehatan, dan perlindungan hukum yang setara dengan profesi lain. Di Indonesia, pekerjaan ini seringkali dibarengi dengan eksploitasi tenaga kerja outsourcing, upah minim, tanpa jaminan hari tua.

Ini adalah kegagalan kebijakan yang tidak hanya menimpa individu, tetapi juga mencerminkan lemahnya negara dalam melindungi warganya secara struktural.

Penutup: Saatnya Mereformasi SDM dan Kesejahteraan

Apa yang saya saksikan di Changi dan Haneda bukanlah soal profesi tertentu, tapi tentang bagaimana negara memperlakukan rakyatnya. Di sana, usia tua bukan akhir dari produktivitas, melainkan kesempatan untuk tetap aktif dan dihargai. Sementara di sini, usia muda bukanlah awal dari harapan, tapi sering kali awal dari keputusasaan.

Indonesia membutuhkan reformasi besar-besaran dalam sistem ketenagakerjaan, pendidikan vokasi, perlindungan sosial, dan redistribusi ekonomi. Kita tak bisa terus membiarkan anak muda menjadi tulang punggung kerja kasar tanpa masa depan, sementara para lansia kita terpinggirkan dan tak punya tempat di ruang produktivitas.

Kesejahteraan rakyat dan kualitas SDM harus menjadi poros utama pembangunan, bukan sekadar angka statistik dalam pidato kenegaraan. Sebab pada akhirnya, kualitas sebuah bangsa tercermin dari bagaimana ia memperlakukan yang muda maupun yang tua — di ruang kerja, bukan hanya di mimbar retorika.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Makna Abolisi dan Relevansinya dalam Sistem Hukum Indonesia

Next Post

Beathor Suryadi Ungkap Dugaan Peran Paiman Raharjo di Balik Dokumen Bodong Jokowi di Pilkada Solo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Beathor Suryadi Ungkap Dugaan Peran Paiman Raharjo di Balik Dokumen Bodong Jokowi di Pilkada Solo

Beathor Suryadi Ungkap Dugaan Peran Paiman Raharjo di Balik Dokumen Bodong Jokowi di Pilkada Solo

Musim Panas, Musim Diskon: Festival Belanja dan Rasa di Jepang

Musim Panas, Musim Diskon: Festival Belanja dan Rasa di Jepang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist