Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah mengundang Presiden Iran Ebrahim Raeisi untuk mengunjungi kerajaan, menyusul kesepakatan pemulihan hubungan yang ditengahi China baru-baru ini antara kedua negara.
Fusilatnews – Mohammad Jamshidi, wakil kepala staf presiden Iran untuk urusan politik, mengumumkan dalam postingannya di akun Twitternya pada hari Ahad, mengatakan raja Saudi telah menyampaikan undangan tersebut dalam sebuah surat.
“Dalam sepucuk surat kepada Presiden Raeisi, Raja Arab Saudi menyambut baik kesepakatan antara dua negara bersaudara, (dan) mengundangnya ke Riyadh,” katanya, seraya menambahkan bahwa Raja Saudi telah menyerukan untuk membangun kerja sama ekonomi dan regional antara keduanya. negara.
Pejabat senior Iran mengatakan Raeisi menyambut baik undangan tersebut.
Undangan terbaru dipandang sebagai langkah signifikan menuju peningkatan hubungan antara Iran dan Arab Saudi.
Setelah beberapa hari negosiasi intensif yang diselenggarakan oleh China, Iran dan Arab Saudi akhirnya mencapai kesepakatan pada 10 Maret untuk memulihkan hubungan diplomatik dan membuka kembali kedutaan dan misi dalam waktu dua bulan.
Menurut pernyataan bersama, Iran dan Arab Saudi menggarisbawahi perlunya menghormati kedaulatan nasional dan menahan diri untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain.
Mereka setuju untuk menerapkan perjanjian kerja sama keamanan yang ditandatangani pada April 2001 dan kesepakatan lain dicapai pada Mei 1998 untuk meningkatkan kerja sama bidang ekonomi, komersial, investasi, teknis, ilmiah, budaya, olahraga, dan kepemudaan.
Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada Januari 2016 setelah pengunjuk rasa Iran, yang marah dengan eksekusi ulama terkemuka Syiah Sheikh Nimr Baqir al-Nimr oleh pemerintah Saudi, menyerbu kedutaannya di Teheran.
Kedua pihak telah mengadakan lima putaran perundingan di ibu kota Irak, Baghdad sejak April 2021.
Sumber: Presstv
























