Menteri Telekomunikasi Iran mengatakan peluncuran kapsul seberat 500 kilogram pada roket ruang angkasa kelas baru yang dibuat di dalam negeri bernama “Salman” merupakan pembuka jalan bagi penerbangan luar angkasa berawak.
Teheran= TRT World – Fusilatnews = Iran telah meluncurkan kapsul yang dirancang untuk membawa makhluk hidup sebagai langkah menuju pengiriman astronot ke luar angkasa, media pemerintah melaporkan – tes terbaru teknologi ruang angkasa yang dikritik oleh Barat.
Kapsul tersebut berhasil dikirim hingga ketinggian 130 kilometer (80 mil), kantor berita IRNA mengutip pernyataan Menteri Telekomunikasi Issa Zarepour pada hari Rabu (6/12).
Menurut Issa peluncuran kapsul seberat 500 kilogram pada roket luar angkasa kelas baru buatan dalam negeri bernama “Salman” dapat membuka jalan bagi penerbangan luar angkasa berawak.
Belum jelas apakah ada hewan hidup di dalam kapsul tersebut, yang peluncurannya dilakukan 13 tahun setelah Iran mengirim Monyet, kura-kura, tikus, dan cacing ke luar angkasa.
AS meningkatkan kewaspadaan
Teheran telah mengalami beberapa kegagalan peluncuran satelit di masa lalu, dan keberhasilan peluncuran satelit militer pertamanya ke orbit pada bulan April 2020 mendapat kecaman keras dari Amerika Serikat.
Pada bulan September tahun ini, Korps Garda Revolusi Islam, sayap ideologis militer Iran, meluncurkan satelit pencitraan militer baru ke luar angkasa.
Iran selalu membantah ambisinya untuk mengembangkan senjata nuklir, dan bersikeras bahwa peluncuran satelit dan roketnya hanya untuk tujuan sipil atau pertahanan.
Teheran telah berada di bawah sanksi keras AS sejak Washington menarik diri dari perjanjian nuklir penting pada tahun 2018.
Perjanjian tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama atau JCPOA, memberikan keringanan sanksi kepada republik tersebut sebagai imbalan atas pembatasan kegiatan nuklirnya yang bertujuan untuk mencegah negara tersebut mengembangkan hulu ledak atom.


























