FusilatNews- Kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan akan bisa digunakan pada Juni 2023. Kereta cepat ini akan melintas ke beberapa stasiun sepanjang Jakarta-Bandung dan mentok di wilayah Tegalluar, Kabupaten Bandung. Kereta cepat tersebut akan memulai perjalanan dari Stasiun Halim di Jakarta Timur. Kemudian, lanjut perjalanan ke Stasiun Karawang sebagai pemberhentian pertama, lalu Stasiun Padalarang pemberhentian kedua, dan terakhir di Stasiun Tegalluar yang sekaligus menjadi depo kereta cepat.
Seperti diketahui, meski bernama Kereta Cepat Jakarta Bandung, kereta ini sejatinya tak menghubungkan Kota Jakarta dengan Kota Bandung. Ini karena lokasi stasiun kereta berada di Tegalluar yang masuk Kabupaten Bandung, dan Stasiun Padalarang yang merupakan wilayah Kabupaten Bandung Barat. Baik Padalarang maupun Tegalluar, merupakan wilayah pinggiran atau daerah penyangga Kota Bandung. Untuk menuju pusat Kota Bandung dari kedua wilayah tersebut, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 30-45 menit, itu pun jika jalanan lenggang alias tanpa macet. Jika jalanan macet, tentulah membutuhkan waktu lebih lama. Itu sebabnya, penumpang disarankan perlu turun di Padalarang dan beralih menggunakan KA feeder.
PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menyebut kereta feeder yang disiapkan nantinya akan berangkat dari Stasiun Padalarang menuju Cimahi dan Bandung. “Para penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang turun di stasiun Padalarang bisa menuju Kota Bandung dengan menggunakan KA Feeder yang disediakan oleh PT KAI [Kereta Api Indonesia],” ujar GM Corporate Secretary KCIC Rahadian Ratry, Selasa (30/8/2022).
Rahadian menyebut integrasi dengan kereta api KAI akan menjadi salah satu integrasi antarmoda Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang ditargetkan beroperasi Juni 2023. Selain itu, Rahadian mengatakan saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai perusahaan transportasi untuk menyediakan angkutan feeder penumpang Kereta Cepat menuju daerah lainnya.
Dilansir dari Kompas.com Presiden Direktur PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan penumpang kereta cepat dari Jakarta yang ingin melanjutkan perjalanan ke Kota Bandung atau Cimahi harus berhenti di Stasiun Padalarang milik KCIC dan berjalan kaki menuju Stasiun Padalarang milik PT KAI. Kedua stasiun itu terpisah jarak beberapa ratus meter. Stasiun kereta cepat dan kereta reguler itu saat ini dibangun dalam satu kawasan atau hub. Nantinya, di Stasiun Padalarang PT KAI, penumpang bisa menaiki KA feeder yang menuju ke Kota Bandung dan Cimahi. Selain menggunakan KA feeder, penumpang kereta cepat yang turun di Padalarang dan hendak ke Bandung dan Cimahi, bisa menggunakan kereta lokal (KRD Bandung Raya).
“Di Stasiun hub Padalarang ini, akan terjadi konektivitas yang nyaman bagi penumpang KCJB yang ingin langsung melanjutkan perjalanan ke Kota Cimahi dan Bandung dengan KA feeder yang dilayani oleh PT KAI,” kata Dwiyana, dikutip dari Antara, Sabtu (3/12/2022).
Ia menjelaskan, penambahan stasiun hub di Padalarang dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti demografi, komersial, dan infrastruktur di area Padalarang, yang memadai dan mampu menyasar penumpang yang berasal dari Bandung bagian barat. “Stasiun kereta cepat akan berada di sebelah barat stasiun KA Padalarang. Penumpang yang hendak menggunakan layanan kereta cepat dari Padalarang atau sebaliknya akan disediakan KA konvektivitas menuju Stasiun Cimahi dan Bandung,” katanya. Ia memaparkan, KA feeder akan menggunakan rangkaian KRD yang didesain seperti KA Bandara, dan melayani rute dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung serta dapat berhenti di Stasiun Cimahi.
Menurut rencana, pemberangkatan KA feeder ini adalah setiap 20 menit pada jam sibuk dan 30 menit di luar jam sibuk atau menyesuaikan operasional kereta cepat. Durasi perjalanan dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung adalah 18 menit. Jika berhenti di Stasiun Cimahi maka durasi perjalanan menjadi 22 menit. Alternatif lainnya bagi penumpang yang menuju Kota Bandung, bisa turun dan keluar dari Stasiun Padalarang, dan berganti moda transportasi lain seperti angkutan umum terdekat ataupun transportasi online. Namun, pada opsi ini, penumpang kereta cepat yang menuju ke Kota Bandung harus bersiap dengan kemacetan. Seperti diketahui, jalan arteri dari Padalarang menuju pusat Kota Kembang via Cimahi selama ini dikenal dengan jalur kemacetan parah.
Jika penumpang kereta cepat dijemput dengan menggunakan kendaraan pribadi atau taksi online, akses ke Kota Bandung lainnya setelah turun dari kereta cepat adalah melalui Tol Cipularang dan keluar di Pasteur ataupun Pasir Koja. Sementara itu, pengoperasian Stasiun Tegalluar diharapkan dapat menyasar penumpang di Bandung bagian timur, yang nantinya terhubung dengan Bus Rapid Transit, taksi, ataupun moda transportasi lainnya.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News






















