Perang Israel di Gaza kini memasuki hari ke-96 sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 23.210 warga Palestina dan melukai 59.167 orang,
TRT World – Fusilatnews – Ditengah gelombang pembantaian warga Palestina di Gaza para pemimpin Israel menolak seruan global untuk perdamaian dan melanjutkan kekejamannya di wilayah kantong kecil tersebut.
Berdasarkan laporan lembaga penyiaran publik Israel, KAN. .Kementerian Kesehatan Israel memerintahkan rumah sakit di bagian utara negara itu untuk bersiap menerimaa ribuan pasien dari IDF yang terluka akibat bertempur sengit dengan Milisi Hamas di Gaza dan meningkatnya ketegangan dengan kelompok Hizbullah Lebanon,
KAN menegaskan kementerian telah meminta pusat-pusat kesehatan di wilayah utara untuk bersiap menghadapi kemungkinan memasuki “mode pulau terpencil,” yang dibiarkan tanpa pasokan medis, obat-obatan dan makanan selama berhari-hari.
Kementerian juga meminta rumah sakit untuk beralih ke mode darurat dalam beberapa jam dan meminta agar mereka mempertahankan tingkat okupansi 50 persen.
Ketegangan berkobar di sepanjang perbatasan antara Lebanon dan Israel di tengah baku tembak antara pasukan Israel dan Hizbullah dalam bentrokan paling mematikan sejak kedua belah pihak terlibat perang skala penuh pada tahun 2006..
Perang Lebanon 2006, juga disebut Perang Israel–Hizbullah 2006 dan dikenal di Lebanon sebagai Perang Juli bahasa Arab: Ḥarb Tammūz) dan di Israel sebagai Perang Lebanon Kedua Milhemet Levanon HaShniya), adalah konflik militer selama 34 hari di Lebanon, Israel utara, dan Dataran Tinggi Golan.
Partai utamanya adalah pasukan paramiliter Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Konflik dimulai pada 12 Juli 2006, dan berlanjut hingga gencatan senjata yang ditengahi PBB mulai berlaku pada pagi hari tanggal 14 Agustus 2006,
Meskipun secara resmi berakhir pada 8 September 2006 ketika Israel mencabut blokade lautnya di Lebanon. Karena dukungan militer Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada Hizbullah sebelum dan selama perang, beberapa orang menganggapnya sebagai putaran pertama konflik proksi Iran-Israel, dan bukan kelanjutan dari konflik Arab-Israel.
Sumber : TRT World


























