“Praktik broker selama ini sering menjadi masalah yang menimbulkan terjadinya dugaan mark up, penggelembungan angka, dan sebagainya,” ujar Al Araf.
Jakarta – Fusilatnews – Paska debat capres putaran ketiga, Persereruan kubu calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan melawan kubu calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto semakin serudan eskalatif.
Kubu Anies Baswedan menyorot pesaingnya, Prabowo Subianto, dengan mengkaitkan bisnis pembelian alutsista melalui pihak ketiga yaitu PT Teknologi Militer Indonesia alias PT TMI.
Menanggapi serunyanya pereseteruan ini Pengamat militer Ketua Centra Initiative, Al Araf, mengatakan praktek pengadaan alutsista yang benar adalah G to G
“Praktek pengadaan Alutsista (alat utama sistem senjata) yang baik dan benar adalah dengan G to G, government to government,” ujar Al Araf Selasa (9/1/2024)
Dengan begitu, yang menjadi subjek langsung dalam pengadaan Alutsista adalah antara pemerintah satu dengan pemerintah lainnya. keterlibatan pihak ketiga bisa mengakibatkan konsekuensi buruk dalam proses pengadaan alutsista.
“Praktik broker selama ini sering menjadi masalah yang menimbulkan terjadinya dugaan mark up, penggelembungan angka, dan sebagainya,” ujar Al Araf.
Sebelumnya diberitakan, Anies Baswedan menyinggung soal ‘orang dalam’ Prabowo Subianto di berbagai proyek Kementerian Pertahanan.
Anies menyampaikan masalah ni dalam sesi tanya jawab Debat Capres 2024 pada Ahad malam,pekan lalu di Istora Senayan, Jakarta.
“Tapi dalam kenyataannya pak, ketika Bapak di Kementerian Pertahanan, banyak ‘orang dalam’ dalam pengadaan alutsista, PT Teknologi Militer Indonesia, Indonesia Defense Security, lalu ‘orang dalam’ dalam pengelolaan food estate,” kata Anies kepada Prabowo.
Menanggapi hal tersebut, calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, mengklaim yang dituduhkan Anies tidak benar. Ia bahkan bersedia untuk duduk bersama dan membuka semua data-data yang diperlukan.
“Saya bersedia kita duduk, kita buka-bukaan. Mau bicara food estate, mau bicara apa, PT Teknologi Militer Indonesia, kita buka,” jawab Prabowo.
Munculnya PT TMI berdiri pada 14 Agustus 2020. Perusahaan ini diisi oleh orang-orang dekat Prabowo, seperti Glenny Kairupan yang menjabat komisaris utama.
Tiga komisaris lain adalah kader Gerindra, yaitu Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Angga Raka Prabowo; anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Judi Magio Yusuf; dan Prasetyo Hadi, anggota DPR dari Gerindra.
Sementara posisi direktur utama dipegang oleh Wakil Ketua Umum Tunas Indonesia Raya Satrio Dimas Aditya.
Tiga bulan setelah PT TMI berdiri, Prabowo mengirim surat kepada Direktur Utama Rosoboronexport, yaitu perusahaan resmi Rusia untuk ekspor dan impor produk pertahanan. Ia memperkenalkan PT TMI yang berada di bawah kendali yayasan milik Kementerian Pertahanan. Prabowo menyebut, perusahaan tersebut dipimpin oleh Mayor Jenderal (Purnawirawan) Glenny Kairupan


























