• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengintai Dibalik Tirai Makan Bareng: Elektabilitas, Strategi Politik, dan Ancaman Terhadap Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
January 11, 2024
in Feature, Pemilu, Politik
0
Jokowi Dikritik; Perbaikan Jalan Propinsi Legacy Yg Buruk
Share on FacebookShare on Twitter

Bila bukan untuk maksud memonitor situasi lapangan, maka agenda makannya akanĀ  bareng dengan trio sekubu. Catat, jadi ini bukan urusan kedinasan. Adalah ansich cawe-cawe urusan Pilpres-24. Ā Pun agenda makan malam dengan Prabowo, bukan candle light dinner. Tapi dipastikan itu urusan lapsit (laporan situasi), berkaitan dengan sinyalemen elektabilitas Paslon no 2 – yang dilaporkan mulai menurun. Karena itu untuk akurasi, dilakukan konsinyir; dengan Zulkifli Hasan, lalu Airlangga Hartarto.

Hasto menilai jamuan makan tersebut, karena dilakukan berdua-duan, disebutnya sebagai pertemuan tertutup, tetapi kemudian dibuka maksud yang terkandungnya; “Kalau PDI Perjuangan, itu kan pertemuan tertutup, restorannya restoran mahal, bagus. Tentu saja mungkin, mungkin, karena melihat blusukan terakhir dari Pak Prabowo, ya biar Pak Prabowo makin kuat untuk blusukan,” tutur Hasto.

Tetapi yang paling dalam membaca maneuver Jokowi mengundang makan bareng ketiga Punakawannya adalah soal isu terkahir, yaitu trend survey paslon 02 menurun, baik hasil survei yang di publis, bisa jadi survey internal pun dengan hasil yang sama.

Ini yang paling utama esensinya. Jokowi tidak mau kehilangan segalanya. Point of no return. Mendorong nak Gibran ke panggung politik, adalah by all means untuk ancang-ancang proteksi dirinya, pasca lengser oktober 2024 yang akan datang. Bila Gibran gagal menjadi penguasa, Jokowi tidak punya teman setia lagi. Termasuk Prabowo sudah tidak akan punya kemampuan apapun.

Dalam alur cerita diatas, makan bersama tersebut dan pertemuan lainya, bukan hanya sebatas urusan santap bersama, tetapi mencerminkan strategi politik dan dinamika persaingan politik selama ini.

Meskipun diklaim sebagai pertemuan untuk makan bersama, sebenarnya terkait dengan laporan situasi elektabilitas dan perluasan dinamika dukungan politik.

Sementara antipasti ancaman dari berbagai pihak, tentu saja akan tetap mengusik dirinya, yang kemudian mengubah gesture-nya menjadi cawe-cawe dan nekad.

Bukan saja PDIP yang akan menjadi lawan Jokowi, tetapi PAN, Golkar bahkan PPP, ketika ketum-ketumnya berubah, partai itu akan menyangsi Jokowi melalui berbagai manuvernya. Karena over-acting para ketumnya saat ini, dinilai telah menelantarkan partainya, sehingga menurunkan tingkat electoral Partainya pada Pemilu 24 Februari nanti.

Sejumlah Tim Lawyer, yang kini sedang ber-acara di Pengadilan, yang menuntut Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya, adalah pintu masuk untuk memenjarakan Jokowi – bila kemudian terbukti ia memalsukan ijazahnya. Jokowi harus datang sendiri, untuk hadir di pengadilan dan membawa ijazah yang ia miliki.

Penulis, meminta informasi dari salah seorsang Tim Pengacara Ulama dan Aktifis, apa rencana mereka kedepan?

Damai Hari Lubis menjawab sebagai berikut; Pertama gugatan di PN.Jakarta pusat oleh kami TPUA, yang sedang dikerjakan adalah melakukan gugatan untuk buktikan bahwa ijasah Jokowi Ā palsu. Berdasarkan putusan yang sudah inkracht dari Judeks Juris MA. terhadap BTM dan Gus Nur dengan vonis 4 tahun berdasarkan putusan MA.

Karena sebagian besar publik menuduh bahwa Jokowi menggunakan ijasah palsu. Maka jika terbukti secara hukum pidana, Jokowi harus dihukum penjara, seberat beratnya secara akumulatif (berlapis lapis sesuai beberapa jenis tidak pidana dan jumlah pelanggaran dan kejahatan yg pernah Ia lakukan), karena sengaja menipu bangsa ini yg berjumlah ratusan jiwa. Serta kekacauan implikasi kepalsuan dirinya.

Selain ingin membangun efek jera untuk pejabat publik lainnya, agar tidak menggunakn sesuatu yang dilarang oleh konstitusi. Dapat disimpulkan terkait tuduhan publik adalah berwujud gugatan perdata onrechmatige overheidsdaad (perbuatan melawan hukum yang dilakukan penguasa) di PN. Jakpus.

Jokowi juga harus diproses secara hukum terkait penggunaan ijasah palsu, pelanggaran nepotisme serta kebohongan-kebohongannya yang jika dikalkulasi mencapai 100 lebih kebohongan. Pada prinsipnya perilaku Jokowi merupakan perbuatan tak bermoral.

Kepada Jokowi juga harus dibebankan seluruh kerugian yabg negara alami akibat atttude nya yang mencelakakan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara disetiap aspeknya.

Pendek kata oleh sebab hukum tak kenal kasta melainkan equal, maka Jokowi harus diproses hukum lalu dihukum seberat-beratnya jika terbukti selain oleh sebab keadilan harus ditegakan, juga demi kepastian hukum serta manfaat hukum terhadap setiap WNI tanpa pendang bulu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penyanyi Papan Atas Jepang Aki Yashiro Meninggal di usia 73 tahun

Next Post

Beda dengan Jokowi, Cak Imin Justru Anggap Megawati Seperti Ibu Sendiri

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Beda dengan Jokowi, Cak Imin Justru Anggap Megawati Seperti Ibu Sendiri

Beda dengan Jokowi, Cak Imin Justru Anggap Megawati Seperti Ibu Sendiri

Terkait LGBT Pola Pikir Mahfud MD Keliru Berat!?

Anies Butuh Ijtima Ulama Kedua Jika Terjadi Dua Putaran Pilpres 2024.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist