Presiden Joko Widodo meminta Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk segera bersiap dengan pesta demokrasi, Jokowi lebih lanjut menyatakan, untuk pertama kalinya Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Pmum presiden (pilpres), Pemilihan Umum Legislatif (pileg) dan pemilihan umum Kepala dDerah (pilkada) dalam tahun yang sama, yakni 2024. Sebab itu, Jokowi meminta mempersiapkan semuanya secara detail dan matang, demi menjaga agar kualitas demokrasi tetap terjaga.
Khusus untuk KPU, Jokowi minta agar menekankan pendidikan politik kepada masyarakat. “Jangan lagi membuat masyarakat terprovokasi oleh isu-isu politik identitas. Kita ajak masyarakat menyambut pemilu dengan gembira sebagai pesta demokrasi rakyat,” kata Jokowi dikutip dari akun Instagram Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg), Selasa (19/4/2022).
Di pihak lain, kata Jokowi, pemerintah akan memberikan dukungan sepenuhnya bagi pelaksanaan tugas KPU dan Bawaslu. “Terutama dukungan anggaran melalui APBN dan APBD, serta kesiapan teknis lainnya yang dibutuhkan oleh KPU dan Bawaslu,” jelas Jokowi.
Sebelumnya, Presiden Jokowi memperkirakan anggaran Pemilu 2024 mencapai Rp 110,4 triliun. Jokowi menyebutkan anggaran itu akan dialokasikan untuk KPU sebesar Rp 76,6 triliun dan Badan Bawaslu bernilai Rp 33,8 triliun.
Namun, KPU mengajukan rencana anggaran Pemilu 2024 “hanya” sebesar Rp76,7 triliun atau naik tiga kali lipat dibandingkan dengan anggaran Pemilu 2019.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri, DPR RI dan KPU telah menyepakati Pemilu 2024 akan digelar pada 14 Februari 2024.
























