• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Jangan Melecehkan Diksi Indonesia Gelap

Ali Syarief by Ali Syarief
August 21, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Jangan Melecehkan Diksi Indonesia Gelap
Share on FacebookShare on Twitter

Menyebut keadaan bangsa hari ini sebagai Indonesia Gelap bukanlah pelecehan, melainkan cermin kejujuran. Gelap adalah metafora dari lemahnya penegakan hukum, rapuhnya keadilan, dan buramnya arah demokrasi kita. Kata ini lahir dari realitas sehari-hari yang disaksikan rakyat, bukan dari ilusi atau propaganda.

Kasus paling sederhana adalah perkara dugaan ijazah palsu. Sesuatu yang seharusnya bisa selesai hanya dengan memperlihatkan ijazah asli di depan publik, justru dibiarkan berlarut-larut. Bukankah ini menandakan betapa hukum kerap mandul ketika berhadapan dengan kepentingan politik?

Lebih jauh, puncak gelap itu tampak dalam pelanggaran konstitusi yang melegalkan pencalonan Gibran. Putusan Mahkamah Konstitusi yang penuh konflik kepentingan adalah artefak kelam yang mencoreng sejarah republik. Inkrah bukan berarti adil, dan hukum yang dipelintir hanya melahirkan preseden buruk bagi masa depan demokrasi.

Di bidang sosial-ekonomi, rakyat menanggung beban yang semakin berat. Menurut standar PBB, angka kemiskinan Indonesia masih tinggi, bahkan semakin memperlebar jurang dengan gaya hidup hedon para pejabatnya. Sementara sebagian rakyat sulit membeli beras, para elit sibuk mengumbar pesta dan kemewahan.

Pelanggaran hukum lain pun tampak dari intervensi aparat militer dalam ranah sipil. Nama-nama seperti Letkol Tedy dan Kabulog menjadi bukti nyata. Reformasi yang dahulu berjuang memisahkan militer dari politik, kini diabaikan dengan enteng.

Kejanggalan lain hadir dalam praktik pengangkatan para buzzer politik menjadi komisaris BUMN. Jabatan publik strategis dijadikan hadiah politik, bukan berdasarkan kompetensi. BUMN yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi justru berubah menjadi ladang bancakan.

Dari sisi ekonomi, kinerja buruk tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Utang baru tahun 2026 sudah direncanakan, seolah menjadi tradisi rutin tanpa solusi struktural. Utang yang terus menggunung hanyalah bom waktu yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Kerusakan lingkungan pun tak kalah parah. Alih fungsi lahan, baik darat maupun laut, dari milik rakyat dan negara ke tangan swasta semakin masif. Hutan digunduli atas nama investasi, pesisir dirampas demi proyek properti dan tambang. Rakyat kehilangan tanahnya, negara kehilangan kedaulatannya, sementara korporasi asing dan kroni politik semakin berkuasa.

Dan last but not least, korupsi. Fenomena ini semakin masif, sistemik, dan terang-terangan. Penangkapan pejabat bukan lagi hal mengejutkan, tetapi seolah rutinitas bulanan. Ironisnya, lembaga penegak hukum yang seharusnya berperang melawan korupsi justru digerogoti integritasnya.

Kejanggalan lain pun masih banyak:

  • Pendidikan yang makin mahal dan komersial, menjauh dari amanat konstitusi.
  • Kesehatan yang dikuasai logika pasar, di mana BPJS sering gagal memberi pelayanan memadai.
  • Media arus utama yang kehilangan independensi karena tekanan pemilik modal dan politik.
  • Partai politik yang lebih sibuk menjadi kendaraan kekuasaan keluarga daripada memperjuangkan aspirasi rakyat.

Maka, jangan pernah melecehkan diksi Indonesia Gelap. Karena gelap bukan sekadar kata, melainkan refleksi kenyataan. Dan selama bangsa ini dibiarkan berjalan dalam kegelapan, suara rakyat hanya akan tenggelam dalam pekik buzzer, deru mesin oligarki, dan pesta pora para penguasa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mutu Agung Lestari Tbk Rayakan 58 Tahun, Teguhkan Langkah di Industri dan Riset

Next Post

Gibran dan Politik Absurditas: Ketika Tahu Bulat Dipaksa Menjadi Steak Wagyu

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”
Birokrasi

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?
Birokrasi

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam
Birokrasi

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026
Next Post
Membaca Pertarungan Anak-Anak Presiden “Gibran dan AHY” Merebut Kursi Indonesia Satu

Gibran dan Politik Absurditas: Ketika Tahu Bulat Dipaksa Menjadi Steak Wagyu

Kapolda Metro Jaya Berani Lawan Arus? 12 Aktivis Tak Akan Jadi Tersangka?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...