Banyak Pejalan kaki yang merasa haknya dirampas oleh pihak Kedutaan Besar AS dan mengeluh karena haknya melewati trotoar ditutup beton dan kawat berduri dan memaksa para pejalan kaki turun ke badan jalan yang padat dengan kendaraan roda dua dan empat dengan kecepatan sedang. Tentu saja sangat membahayakan keselamatan para pejalan kaki
Jakarta – Fusilatnews – Depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/) tampak barrier beton dan kawat berduri masih berada di tengah trotoar.yang menjadi hak pejalan kaki dan memaksa pejalan kaki memutar langkah ke badan jalan karena trotoar tidak bisa dilewati.
Kelompok pemerhati hak pedestrian, Komunitas Pejalan Kaki, juga menuntut pembukaan trotoar tersebut. Tapi sampai pagi ini pihak Kedubes AS belum juga menyingkirkan beton dan kawat berduri yang menghalangi pejalan kaki untuk melewatinya.
Tampak sejumlah petugas keamanan berjaga di depan area gedung Kedubes AS. Terlihat juga beberapa pejalan kaki berjalan di badan jalan.
“Mengganggu sih, terus cukup berbahaya. Ada khawatir ini jalan besar, ada rasa nggak aman aja,” kata salah seorang pejalan kaki, Angga saat ditemui di lokasi.
Angga meminta beton penutup trotoar dibuka. Menurutnya trotoar bagian dari hak pejalan kaki.
“Kalau bisa pedestrian trotoar untuk pejalan kaki itu hak kita itu harusnya dibuka gitu,” ujarnya.
Sama dengan Angga, pejalan kaki lainnya bernama Herta ingin beton itu untuk dibuka. Dia menilai adanya beton pembatas trotoar itu menyulitkan gerak pejalan kaki.
“Mungkin bisa dibuka biar pejalan kaki nggak keluar repot dari trotoar. Trotoar kan hak pejalan kaki, kalau ditutup jadi repot sih pejalan kali,” imbuhnya.
Respons Dubes AS
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Republik Indonesia (RI),Sung Y Kim, sudah berjanji untuk mengangkat dan menyingkirkan trotoar depan kantor Kedubes AS. Sung Y Kim siap berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia.
Hal ini disampaikan Sung Y Kim lewat akun Twitter resminya, @USAmbIndonesia, dan diterjemahkan akun Twitter resmi Kedubes AS di Jakarta, @usembassyjkt. Pihak Kedubes AS menyadari kebutuhan Jakarta untuk memfasilitasi pejalan kaki.
“Aksesibilitas, keamanan, dan walkability adalah faktor pertimbangan penting untuk kota besar seperti Jakarta. Kami menyambut baik dan menantikan kerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk pembukaan kembali trotoar di depan Kedubes AS,” cuit Sung Y Kim, Selasa (6/6/).
Kelompok pemerhati hak pedestrian, Komunitas Pejalan Kaki, juga menuntut pembukaan trotoar tersebut.
Gara-gara trotoar ditutup, pejalan kaki harus melangkah keluar trotoar dan berjalan di badan jalan raya, badan jalan yang juga digunakan oleh kendaraan bermotor. Tak ada perlindungan bagi pejalan kaki dari kendaraan bermotor yang melaju.
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartonosiap mencari solusi dengan mengadakan pembahasan lebih lanjut dengan Kementerian Luar Negeri RI dan pihak Kedubes AS. “Akan dibahas dulu. Nanti kami sampaikan,” kata Heru saat dihubungi, Senin (5/6).






















