• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Jejak Jokowi dan Luhut di Skandal Tambang Nikel Raja Ampat

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
June 8, 2025
in Crime, Feature
0
Ketika Jokowi dan Luhut Bersabung Soal Pembatasan BBM Bersubsidi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Christovita Wiloto

Di Atas Karang, Di Bawah Kekuasaan

Sinar mentari pagi memantul di permukaan laut biru Raja Ampat. Di bawahnya, koral dan biota laut membentuk ekosistem yang sejak lama dipuja para ilmuwan dan wisatawan dunia. Namun, sejak ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark pada 2023, wilayah ini justru menjadi incaran kekuatan-kekuatan besar yang rakus. Alih-alih menjadi kawasan lindung, Raja Ampat kini menjadi monumen kegagalan negara menjaga masa depan ekologisnya.

Di sinilah, jejak kekuasaan mantan Presiden Joko Widodo dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terendus jelas. Skandal tambang nikel yang menyeruak di awal Juni 2025 tak hanya menyisakan kerusakan terumbu karang dan air yang keruh, tapi juga serpihan kepercayaan rakyat kepada negara. Kunjungan Bahlil Lahadalia pada 7 Juni 2025, hanya menambah teka-teki besar yang menuntut pengusutan menyeluruh.

Konteks Strategis: Raja Ampat, Ancaman dalam Keindahan

Sebagai jantung biodiversitas dunia, Raja Ampat memiliki posisi strategis bukan hanya secara ekologis tapi juga secara geopolitik. Lautnya menyimpan cadangan nikel laterit bernilai tinggi yang diburu untuk memenuhi industri kendaraan listrik global. Dalam narasi pembangunan hijau Jokowi, nikel menjadi bahan bakar utamanya. Namun ironi itu nyata: tambang yang disebut-sebut sebagai tumpuan masa depan justru merusak masa depan.

Investigasi lapangan mengungkap kerusakan berat—sedimen tambang menyebar mematikan koral, menggusur nelayan lokal, dan menghancurkan habitat yang menjadi basis ekonomi komunitas adat. Aktivitas tambang oleh PT Metra Mineral Pradana dan anak-anak perusahaannya terus berjalan tanpa konsensus warga dan tanpa penilaian AMDAL yang kredibel.

Dampak Sosial-Ekologis: Laut Mati dan Suku Terluka

1. Kerusakan Koral dan Deforestasi Laut
Kegiatan tambang memicu deforestasi skala besar di kawasan pesisir, mempercepat sedimentasi yang menyelimuti terumbu karang. Data LSM lingkungan menunjukkan 35% karang di area tambang kini mati.

2. Gangguan Kehidupan Nelayan dan Suku Lokal
Air yang keruh akibat limbah tambang menyebabkan hasil tangkapan ikan merosot. Suku-suku lokal kehilangan akses terhadap laut yang telah mereka jaga turun-temurun. Ketergantungan pada hasil laut kini berubah menjadi ketergantungan pada uluran pemerintah.

3. Pola Serupa di Sulawesi dan Halmahera
Skema tambang yang menguntungkan elite tapi merugikan warga lokal bukan hal baru. Di Morowali, Konawe, dan Halmahera, pola serupa muncul. Korporasi menguasai aset, warga digaji murah, dan kerusakan ekologis dijustifikasi sebagai “konsekuensi pembangunan.”

Jejak Oligarki: Dari Main Ide, Inalum, hingga Politik Izin

Dalam jaringan kekuasaan tambang, negara bukan pemilik, tapi fasilitator. Inalum, Main Ide, dan perusahaan-perusahaan tambang lain bergerak di bawah selubung koneksi politik. Nama-nama seperti Luhut dan Bahlil muncul dalam struktur formal dan informal bisnis tambang. Bahkan, laporan investigasi menyebut adanya praktik jual beli izin sebagai properti politik.

Dugaan penyelundupan bijih nikel ke China sebesar Rp14,5 triliun yang dilaporkan Faisal Basri menambah daftar hitam praktik mafia tambang yang beroperasi di bawah perlindungan negara.

Keuntungan Oligarki, Negara Rugi

Lebih dari 90% pasar nikel Indonesia dikuasai pihak swasta, terutama dengan keterkaitan elite politik. Negara justru mendapatkan porsi kecil dari keuntungan. Sementara itu, izin-izin tambang didistribusikan seperti kartu undangan musim pemilu—sebagai alat barter politik antarpartai seperti PDIP dan Golkar. Tambang berubah menjadi komoditas kekuasaan, bukan alat kesejahteraan.

Pembelaan Negara: Statistik Kosong dan Logika Formal

Pemerintah berdalih bahwa penurunan angka kemiskinan di Sulawesi membuktikan bahwa tambang membawa kesejahteraan. Surat edaran Mei 2020 yang menganjurkan ormas keagamaan untuk mendukung tambang juga jadi alat legitimasi. Tapi di balik itu, suara nelayan, suku lokal, dan ekosistem yang rusak tetap tak terdengar.

Membangun Ketahanan Sosial dan Ekologis

Skandal Raja Ampat bukan hanya kasus lingkungan. Ini adalah cermin telanjang bagaimana kekuasaan di era Jokowi dijalankan melalui algoritma politik-ekonomi yang dikendalikan oleh elite dan oligarki. Ini bukan sekadar konflik tambang, tapi krisis kepercayaan publik.

Parlemen harus mengambil peran. Pengawasan terhadap kementerian investasi dan pertambangan harus diperketat. Penegakan hukum tak boleh berhenti di level operator, tapi harus menyasar aktor utama di balik meja kekuasaan. Para pelaku penyelundupan dan pemegang izin palsu harus diadili. Evaluasi menyeluruh terhadap kawasan Geopark mesti dilakukan, dengan pendekatan berbasis hak rakyat dan kelestarian lingkungan.

Penutup: Monumen dari Kehancuran

Raja Ampat adalah saksi bisu dari persekongkolan antara negara dan korporasi. Ia kini menjadi monumen dari proyek pembangunan yang mengkhianati prinsip keadilan ekologis. Di atas batu karang yang runtuh dan laut yang mati, sejarah mencatat jejak kelam Jokowi dan para pewaris kekuasaannya.

Dalam era pasca-Jokowi, bangsa ini punya dua pilihan: terus melayani kepentingan elite, atau kembali menjadi negara yang melindungi hak hidup rakyat dan keberlanjutan bumi pertiwi. Kita tak bisa memilih keduanya.

Christovita Wiloto adalah penulis isu strategis dan pengamat kebijakan lingkungan dan demokrasi

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kudeta Konstitusi di Balik Amandemen: Seruan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945

Next Post

Kasih yang Tak Putus: Persaudaraan Prabowo-Mega, Pengucilan Jokowi, dan Cermin Strategi Indonesia

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Prabowo Berencana Bertemu Megawati Usai Pertemuan Dengan SBY

Kasih yang Tak Putus: Persaudaraan Prabowo-Mega, Pengucilan Jokowi, dan Cermin Strategi Indonesia

Sindrom Kaget Berjamaah: Tambang Nikel Tiba-Tiba Muncul di Raja Ampat

Ketika Hutan Dirambah dan Raja Ampat Di Embat: Luka Ekologis yang Tak Bisa Disembuhkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...