• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kasih yang Tak Putus: Persaudaraan Prabowo-Mega, Pengucilan Jokowi, dan Cermin Strategi Indonesia

fusilat by fusilat
June 8, 2025
in Feature, Politik
0
Prabowo Berencana Bertemu Megawati Usai Pertemuan Dengan SBY
Share on FacebookShare on Twitter

Di Sarikan dari Feature Christovita Wiloto

Di tengah sorak-sorai rakyat menyambut Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, ada kisah yang senyap, nyaris tak terdengar. Sebuah kisah yang tak muncul dalam baliho-baliho raksasa, tak termaktub dalam naskah pidato pelantikan, dan tak terucap dalam debat-debat politik di televisi. Kisah ini lebih dalam dari sekadar aliansi politik. Ia bersumber dari sesuatu yang lebih purba—kasih.

Kasih itu bernama Megawati Soekarnoputri.

Hubungan Prabowo dan Megawati bukanlah hubungan transaksional. Ia bukan aliansi pragmatis yang dibentuk demi ambisi politik sesaat. Ini adalah hubungan spiritual. Seperti hubungan kakak dan adik yang tidak lahir dari rahim yang sama, tapi dari darah ideologi yang sama pekatnya: Soekarno.

Prabowo bukan sekadar soekarnois. Ia adalah manifestasi dari jiwa Bung Karno. Lebih dari sekadar pengagum atau peniru, ia adalah pewaris sikap hidup sang proklamator: memilih jalan derita demi bangsa. Seperti Bung Karno yang rela dipenjara, Prabowo pun memilih pengasingan, diasingkan secara fisik dan politik. Tapi dari lorong gelap itu, ada satu tangan yang tak melepaskannya—Megawati.


Tahun 2012. Saya, Christophya Wiloto, berjumpa dengan Prabowo dalam kondisi paling rentan. Ia bukan jenderal flamboyan yang biasa Anda lihat di mimbar. Ia seorang lelaki yang baru pulih dari stroke dan kekalahan pilpres. Tapi yang lebih menyakitkan dari tubuh yang melemah adalah jiwa yang tertolak. Negeri ini belum siap menerima patriot sepertinya.

Namun, dalam keruntuhan itu, terang kasih muncul. Dan kasih itu datang dari Megawati. Ia tidak meninggalkan sang adik ideologis. Bahkan jauh sebelumnya, ketika Prabowo harus meninggalkan Indonesia, Megawati-lah yang secara diam-diam menariknya pulang. Bukan sekadar menarik tubuhnya ke tanah air, tapi menanamkan kembali semangat juangnya.

Tak banyak yang tahu: kepulangan Prabowo bukan semata dorongan pribadi, tetapi karena bisikan seorang kakak yang memahami luka sejarah bangsanya.


Masih di tahun yang sama. Jakarta berdiri di persimpangan sejarah. Prabowo memanggil saya dalam pertemuan empat mata. Ia bertanya dengan suara lemah tapi mantap: “Saya ingin bantu negeri ini. Tapi harus mulai dari mana?”

Lalu keluar sebuah nama: Joko Widodo.

Prabowo tidak mengenal Jokowi. Tapi ia percaya pada intuisi Megawati—seorang ibu yang saat itu sudah menaruh dukungan pada Fauzi Bowo dan menerima dana politik dalam jumlah besar. Prabowo tidak marah. Ia tidak menuding atau menuntut. Ia berstrategi. Ia menebus komitmen Mega. Demi bangsa. Demi masa depan Jakarta. Demi ideologi.

Jokowi naik. Ahok ikut. Tanpa pertemuan ini, sejarah Jakarta dan Indonesia tidak akan seperti sekarang.

Ironisnya, setelah naik ke atas panggung kekuasaan, Jokowi menjauh dari keduanya. Dari Mega. Dari Prabowo. Dari orang-orang yang memberinya pijakan pertama. Yang membentuknya tanpa klaim.


Hari ini, PDIP tidak lagi bersama Jokowi. Banyak yang mengira Mega dan Prabowo bersatu untuk menjatuhkan Jokowi. Tapi itu narasi keliru.

Mega bukan musuh Jokowi. Ia hanya menepi. Dan Prabowo tidak mengkhianati siapa-siapa. Ia hanya kembali ke pondasi sejatinya.

Keduanya, Mega dan Prabowo, adalah dua jiwa yang dipertemukan bukan karena pragmatisme, tapi karena luka sejarah yang sama. Karena kasih yang tidak putus, bahkan ketika jalan mereka berbelok. Persaudaraan ini tidak butuh kamera. Tidak butuh panggung. Ia hidup dalam hati dan strategi.


Bagi saya pribadi, kisah ini adalah anugerah Tuhan untuk republik ini. Di tengah politik yang penuh kepalsuan, pencitraan, dan manipulasi, masih ada kasih yang murni. Kasih yang tidak mencari pamrih. Seperti Prabowo yang pernah berkata kepada saya di tengah kejatuhannya: “Saya belum selesai berjuang.”

Kini, perjuangan itu nyata. Prabowo berdiri sebagai Presiden. Megawati mendampingi, mungkin tak di belakang podium, tapi di dalam strategi. Ia tetap kakak. Prabowo tetap adik. Dan kasih di antara mereka tetap utuh.

Kasih yang membentuk sejarah Indonesia—tanpa kita sadari.


Penutup: Sebuah Cermin
Hubungan Prabowo dan Megawati adalah cermin strategi Indonesia. Cermin yang memperlihatkan bahwa di balik layar politik, ada kekuatan yang lebih halus dan lebih tajam dari kalkulasi elektabilitas: kasih dan ideologi. Hubungan ini telah menyingkirkan siapa pun yang hanya mementingkan kekuasaan tanpa akar. Termasuk Jokowi.

Bukan karena Jokowi dibenci. Tapi karena dia lupa siapa yang pernah membangunnya dari bawah.

Dan sejarah, sebagaimana selalu, akan kembali pada mereka yang rela menderita demi rakyat. Seperti Bung Karno. Seperti Prabowo. Dan seperti Megawati.

Indonesia hari ini, diberkati karena kasih itu belum padam. Karena darah ideologi masih mengalir. Karena luka masa lalu telah disublimasi menjadi strategi masa depan.

Dan sejarah, sekali lagi, sedang ditulis dari hati.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jejak Jokowi dan Luhut di Skandal Tambang Nikel Raja Ampat

Next Post

Ketika Hutan Dirambah dan Raja Ampat Di Embat: Luka Ekologis yang Tak Bisa Disembuhkan

fusilat

fusilat

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Sindrom Kaget Berjamaah: Tambang Nikel Tiba-Tiba Muncul di Raja Ampat

Ketika Hutan Dirambah dan Raja Ampat Di Embat: Luka Ekologis yang Tak Bisa Disembuhkan

Fokus Pada Prioritas Program Swasembada Energi Pemerintah, Danantara Belum Prioritaskan Proyek Infrastruktur EBT

Merger Raksasa: Danantara Intip Peluang Masuk Saat GoTo-Grab Diambang Penyatuan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...