• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jeritan Anak: Habis Etilen Glikol, Terbitlah Nitrogen Ngebul

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 18, 2023
in Feature
0
Jeritan Anak: Habis Etilen Glikol, Terbitlah Nitrogen Ngebul

Ilustrasi anak sakit (Dok. Mayapada)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Syafbrani ZA, Penulis dan Konsultan Publikasi

Jakarta – Kasus Gangguan Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) menjadi salah satu tragedi yang mewarnai perjalanan bangsa di sepertiga akhir tahun 2022. Meskipun beberapa bulan sejak kasus ini mencuat, pemerintah berhasil menghentikan hadirnya kasus baru yang sebelumnya sempat sangat melaju.

Tidak tanggung-tanggung, dampak dari kasus ini telah menyebabkan ratusan anak meninggal dunia. Duka ini tentu tidak bisa disubtitusi dengan ‘sekadar’ memusnahkan obat yang terindikasi tercemar senyawa tertentu dan melahirkan para tersangka.

Pemerintah, dalam hal ini di antaranya Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan lembaga terkait harus menjadikan kasus ini sebagai momentum untuk selalu optimal menjalankan fungsinya. Mulai dari pencegahan, pengawasan, sampai pada titik akhir, yaitu hukuman yang memberikan efek jera.

Keberadaan senyawa Etilen Glikol/Dietilen Glikol (EG/DEG) yang melebihi ambang batas pada obat-obatan yang dikonsumsi anak, menambah catatan kepiluan kita akan fakta hilangnya rasa kemanusian para pelaku. Obat yang seharusnya berfungsi sebagai penyembuh, namun diubah khasiatnya sehingga menjadi pembunuh.

Hadirnya para pelaku ini — baik dilakukan secara sengaja atau tidak — bisa dicegah jika setiap jalur peredaran obatnya diawasi dengan baik. Bahkan pencegahannya bisa dimulai sebelum kehadiran bahan baku obat. Artinya ketika kita saling abai dalam menjalankan fungsinya. Baik pemerintah, industri obat-obatan, serta masyarakat selaku konsumen.

Dapat dipastikan berdampak pada munculnya kasus-kasus baru yang sangat berpotensi merugikan masyarakat. Dan berujung maut kembali. Pastinya belum reda kesedihan serta ingatan kita terkait nestapa GGAPA ini, sekarang keberlangsungan hidup anak-anak kita kembali terancam dengan hadirnya jajanan yang disensasikan dengan liquid nitrogen (nitrogen cair).

Kasus yang bermula dari laporan terkait adanya siswa SD mengalami keracunan usai menikmati jajanan yang mengepulkan asap tersebut masih menjadi perbincangan. Pemerintah, meskipun terlambat (lagi), namun per 6 Januari 2023, telah mengeluarkan edaran tentang pengawasan terhadap penggunaan nitrogen cair pada produk pangan siap saji. Melalui edaran ini dijelaskan juga dampak nitrogen cair pada makanan yang dikonsumsi.

Di antara dampak tersebut adalah radang dingin dan luka bakar pada jaringan lunak, memicu kesulitan bernapas yang parah, dan menyebabkan tenggorokan terasa seperti terbakar. Bahkan, dampak terparahnya bisa menyebabkan kerusakan internal organ tubuh. Akhirnya, bukan tidak mungkin akan menimbulkan korban jiwa.

Meskipun jumlah kasus yang dilaporkan tidak sebanyak kasus GGAPA, tetapi melihat realitas viral dan larisnya jajanan ini harus menjadi perhatian bersama untuk kemudian direspons segera. Sebelum semuanya terlanjur terlambat. Apalagi jika dikorelasikan dengan kondisi masyarakat sebagaimana yang pernah dirilis tim jurnalisme data Kompas akhir tahun 2022 bahwa 68 persen tidak mampu mengonsumsi makanan bergizi.

Potret anak-anak yang demikian ini persis seperti pepatah ‘sudah jatuh tertimpa tangga pula.’ Organ-organ pencernaannya tidak hanya disusupi senyawa-senyawa berbahaya, ketahanan tubuh dan aktivasi otaknya bisa bertambah rapuh ketika asupan yang diberikan jauh dari standar gizi harian. Padahal, di saat yang sama kita sedang berkoar membangun cita-cita besar. Melahirkan generasi emas, generasi cerdas dan berkarakter.

Oleh karena itu, dua hal ini harus segera disejalankan. Upaya untuk menciptakan anak-anak Indonesia agar terbebaskan dari asupan makanan yang berbahaya juga harus diiringi dengan usaha mencukupi gizi pangannya.

Selanjutnya, edukasi yang diberi harus disejalankan dengan pengawasan teratur. Imbauan saja tidak cukup, apalagi ketika kondisinya sudah darurat. Perlu langkah-langkah taktis yang simultan dan berkelanjutan. Bukan hanya menunggu kasusnya datang.

Bayangkan saja, ketika ada perusahaan besar yang notabene karyawannya adalah orang-orang berpendidikan, tapi tetap saja kita masih kecolongan atas beredarnya obat-obatan yang tercemar zat berbahaya. Nah, bagaimana dengan para penjual jajanan anak yang di antaranya memiliki pengetahuan terbatas tentang kandungan isi makanan yang dijualnya? Begitu juga halnya dengan jajanan di sekolah.

Jika di sekolah saja jajanan di kantin-kantin itu masih belum terverifikasi aman, bagaimana kita berharap jajanan yang terpajang di pinggir-pinggir jalan bisa menyehatkan? Agaknya, pemerintah dengan segala kementerian atau lembaga terkaitnya sedang memiliki berjibun agenda kerja. Belum lagi ditambah kondisi tahun politik yang kadang banyak pesan-pesan politis harus ditunaikan. Hingga, persoalan keamanan, kenyamanan, dan masa depan anak agak sedikit tersisihkan. Tertutupi oleh isu dan persoalan lain yang dianggap lebih prioritas dan prestisius.

Maka, di tengah kondisi yang demikian, sebenarnya kita masih memiliki harapan pada dua entitas yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan anak. Keluarga dan sekolah. Selain terus berikhtiar untuk menyiapkan makanan bergizi di rumah, sudah saatnya para orangtua menjadi role model bagi anak-anaknya untuk tidak terjebak dengan gaya hidup yang di antaranya berwujud pada menu-menu makanan.

Mengikuti atraksi-atraksi dalam melahap makanan kekinian. Tidak peduli santapannya itu miskin gizi dan membawa bibit penyakit. Membangun kebiasaan untuk menjaga keamanan pangan memang sulit. Tidak hanya cukup dengan memahami paparan teori saja. Menghadapi iklan-iklan fantastis yang hadir di layar kaca, tampilan foto dan video yang mendeskripsikan kelezatan di berbagai akun media sosial, sampai pada hadirnya diskon-diskon khusus untuk para pembeli. Semua ini menjadi tantangan untuk kita berkata tidak.

Sementara itu, sekolah juga jangan menunda untuk mengambil langkah agar melakukan asesmen terhadap kantin-kantinnya. Silih berganti kasus-kasus keracunan massal akibat jajanan sekolah jangan dianggap hal yang wajar. Pengelolaan kantin sekolah jangan sampai terjebak pada obsesi untung rugi semata. Kantin sekolah jangan dipisahkan dari bagian pembelajaran yang berlangsung di sekolah.

Ketika di kelas anak-anak itu diajarkan menu empat sehat lima sempurna, kantin-kantin sekolahlah yang menjadi medium untuk menyajikan contoh menu-menu sehat tersebut. Harapannya, dengan kolaborasi aktif antara sekolah dan orangtua bisa menumbuhkan keseharian anak-anak yang bebas dari santapan tidak sehat serta membahayakan.

Kalau bukan kita yang peduli, berharap sama siapa lagi?

Dikutip dari Kompas.com, Rabu 18 Januari 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kolaborasi Merawat Kemerdekaan Pers

Next Post

Mangkrak Selama 19 Tahun, Presiden Perintahkan RUU PPRT Segera Disahkan Menjadi UU

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Mangkrak Selama 19 Tahun, Presiden Perintahkan RUU PPRT Segera Disahkan Menjadi UU

Mangkrak Selama 19 Tahun, Presiden Perintahkan RUU PPRT Segera Disahkan Menjadi UU

Ibu Mendiang Brigadir J  Kecewa  Mendengar Putri Hanya Dituntut  8 Tahun

Ibu Mendiang Brigadir J  Kecewa  Mendengar Putri Hanya Dituntut  8 Tahun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist