• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Jeritan Sopir Angkot: Ketika Penumpang Semakin Sepi

Ali Syarief by Ali Syarief
March 15, 2025
in Economy, Feature
0
Jeritan Sopir Angkot: Ketika Penumpang Semakin Sepi
Share on FacebookShare on Twitter

Dari rumah ke tempat saya biasa nongkrong sambil ngopi, jaraknya hanya sekitar tiga kilometer. Tidak terlalu jauh, jadi sesekali saya memilih naik angkot dibandingkan membawa kendaraan sendiri. Selain menghindari susahnya mencari parkir, saya juga ingin sedikit berkontribusi pada sopir angkot yang semakin hari semakin kehilangan penumpangnya. Tarifnya pun murah, hanya Rp10.000 pulang-pergi.

Hari itu, seperti biasa, saya naik angkot jurusan Stasiun–Lembang. Hanya ada saya dan satu penumpang lain. Sepanjang perjalanan, angkot terasa lengang, lebih banyak bangku kosong daripada yang terisi. Rasa penasaran pun muncul, dan saya memutuskan untuk bertanya kepada sang sopir.

ā€œSudah berapa rit hari ini, Pak?ā€ tanya saya.

Sang sopir, pria paruh baya dengan wajah yang tampak letih, menjawab lirih, ā€œBaru empat rit.ā€

Saya mengangguk, mencoba memahami beban yang ia pikul. Empat rit dalam sehari? Itu sangat sedikit jika dibandingkan dengan masa-masa dulu ketika angkot selalu ramai dan penumpang silih berganti naik-turun di setiap pemberhentian.

ā€œSekarang sepi penumpang,ā€ tambahnya. ā€œHampir nggak pernah penuh, malah lebih banyak kosongnya.ā€

Saya mengangguk lagi, kini dengan perasaan yang lebih berat. ā€œKenapa, Pak?ā€ tanya saya.

Sopir itu menghela napas panjang sebelum menjawab. ā€œSekarang orang-orang sudah pada punya motor sendiri.ā€

Jawaban itu menghunjam saya dengan realitas yang begitu nyata. Kenaikan jumlah pengguna motor pribadi memang tidak bisa dielakkan. Cicilan motor semakin mudah, bahkan dengan uang muka rendah, seseorang bisa membawa pulang kendaraan roda dua. Harga bensin yang masih lebih terjangkau dibandingkan ongkos angkot harian membuat banyak orang beralih dari angkutan umum ke kendaraan pribadi. Akibatnya? Angkot-angkot yang dulu menjadi primadona transportasi, kini harus berjuang sekadar untuk bertahan.

Keluhan Pak Sopir bukan hanya miliknya sendiri. Ini adalah keluhan yang mewakili banyak orang, terutama mereka yang bergantung pada pendapatan harian dari sektor informal. Para pedagang kecil, tukang ojek pangkalan, buruh harian, semua mengalami tekanan yang sama. Pendapatan merosot, tapi kebutuhan hidup terus meningkat. Harga sembako naik, biaya pendidikan melonjak, dan kebutuhan dasar semakin sulit dijangkau.

Sementara itu, di layar televisi, di forum-forum pemerintah, di pidato para pejabat, kita sering mendengar narasi optimisme tentang ekonomi yang membaik. Angka pertumbuhan dipamerkan, proyek-proyek besar diklaim sebagai bukti kemajuan. Tapi di jalanan, di pasar, di rumah-rumah rakyat kecil, cerita yang terdengar justru berbeda. Cerita tentang perjuangan, tentang betapa beratnya hidup saat ini.

Pak Sopir dan mereka yang senasib dengannya tidak butuh statistik yang menggembirakan. Mereka butuh kebijakan nyata yang bisa membantu mereka bertahan. Transportasi publik yang lebih baik, regulasi yang mendukung usaha kecil, serta solusi bagi mereka yang kehilangan mata pencaharian akibat perubahan zaman.

Keluhan-keluhan ini mungkin terdengar sederhana, tapi jika kita mendengar lebih dalam, ini adalah potret nyata dari masyarakat bawah yang semakin hari semakin terhimpit. Gamparkan, keluhan yang mewakili banyak orang, yang sayangnya, sering kali hanya dianggap sebagai angin lalu oleh mereka yang duduk di kursi kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Memperingati Islamofobia: Antara Ketakutan dan Realitas

Next Post

Agama Samawi: Menyembah Tuhan yang Sama, Mengapa Umat Islam Tertinggal?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN
Feature

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026
Feature

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Next Post
Agama Samawi: Menyembah Tuhan yang Sama, Mengapa Umat Islam Tertinggal?

Agama Samawi: Menyembah Tuhan yang Sama, Mengapa Umat Islam Tertinggal?

Taksonomi Bloom: Dari 6 Tingkat Cara Berfikir – Indonesia Baru Pada Level Satu

Taksonomi Bloom: Dari 6 Tingkat Cara Berfikir - Indonesia Baru Pada Level Satu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026
GILIRAN IKHSANUDIN NOORSY CERAHKAN EMAK-EMAK ASPIRASI INDONESIA: PERADABAN BANGSA DIMULAI DARI KELUARGA

GILIRAN IKHSANUDIN NOORSY CERAHKAN EMAK-EMAK ASPIRASI INDONESIA: PERADABAN BANGSA DIMULAI DARI KELUARGA

June 11, 2026
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...