• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Taksonomi Bloom: Dari 6 Tingkat Cara Berfikir – Indonesia Baru Pada Level Satu

Ali Syarief by Ali Syarief
March 15, 2025
in Feature, Pendidikan
0
Taksonomi Bloom: Dari 6 Tingkat Cara Berfikir – Indonesia Baru Pada Level Satu
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Indonesia sering disebut sebagai negara berkembang dengan potensi besar. Namun, jika kita menggunakan perspektif tingkat berpikir dalam Taksonomi Bloom untuk menilai kemajuan bangsa, tampaknya Indonesia masih berada di Level I: Mengingat—masih sibuk menghafal sejarah, mengulang janji-janji pembangunan, dan terjebak dalam siklus nostalgia tanpa pergerakan yang nyata ke depan.

Sejak reformasi 1998, Indonesia berulang kali membahas isu-isu fundamental seperti demokrasi, hukum, dan keadilan sosial. Namun, diskursus ini sering kali hanya berkutat pada retorika tanpa implementasi yang signifikan. Pemerintah dan masyarakat terus mengingat—tetapi jarang benar-benar memahami, menerapkan, atau bahkan menciptakan solusi baru bagi permasalahan yang terus berulang.

Mengingat Janji, Melupakan Implementasi

Indonesia masih sibuk menghafal janji-janji politik yang diulang setiap pemilu. Retorika tentang kesejahteraan rakyat, pembangunan infrastruktur, dan pemberantasan korupsi terus bergema dalam pidato-pidato resmi, tetapi realisasinya sering kali tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan. Contohnya, proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus digembar-gemborkan sebagai lompatan besar menuju masa depan, tetapi kenyataannya lebih banyak menimbulkan pertanyaan ketimbang jawaban.

Memahami Realita? Belum

Seharusnya, negara ini sudah naik ke Level II: Memahami, di mana kebijakan tidak hanya sekadar diumumkan, tetapi benar-benar dipahami secara mendalam oleh pemimpin dan masyarakat. Sayangnya, banyak kebijakan lahir tanpa kajian matang atau pemahaman holistik tentang dampaknya. Misalnya, kebijakan impor pangan yang sering kali bertentangan dengan narasi kemandirian pangan yang selalu diulang-ulang. Ironisnya, Indonesia yang dahulu dikenal sebagai pusat rempah dunia kini harus mengimpor beras, garam, dan kedelai dalam jumlah besar.

Dari Mengingat ke Menerapkan

Indonesia harus segera beranjak dari hanya mengingat sejarah kejayaan dan retorika perubahan menuju menerapkan kebijakan berbasis data, analisis, dan evaluasi yang berkelanjutan. Perubahan ini menuntut keberanian politik, integritas pemimpin, serta peran aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan yang lebih transparan dan akuntabel.

Saat ini, bangsa ini masih berada di Level I—menghafal tetapi belum memahami, apalagi menciptakan solusi inovatif. Jika tidak segera beranjak ke level berikutnya, Indonesia akan terus berada dalam lingkaran stagnasi, di mana kemajuan hanya menjadi sekadar wacana tanpa realisasi.

Indonesia tidak bisa selamanya tertinggal di kelas remedial sejarah. Saatnya naik kelas.

Konsep 6 tingkat berpikir biasanya merujuk pada Taksonomi Bloom, yang mengklasifikasikan tingkat berpikir dari yang paling dasar hingga yang paling kompleks. Berikut adalah keenam tingkatan tersebut:

  1. Mengingat (Remembering)
    • Menghafal, mengenali, atau mengingat kembali informasi.
    • Contoh: Menyebutkan nama presiden pertama Indonesia.
  2. Memahami (Understanding)
    • Menjelaskan ide atau konsep dengan kata-kata sendiri.
    • Contoh: Menjelaskan apa itu demokrasi dalam bahasa sederhana.
  3. Menerapkan (Applying)
    • Menggunakan informasi dalam situasi baru atau menyelesaikan masalah praktis.
    • Contoh: Menggunakan rumus matematika untuk menyelesaikan soal cerita.
  4. Menganalisis (Analyzing)
    • Memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil dan memahami bagaimana bagian-bagian itu saling berhubungan.
    • Contoh: Menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan krisis ekonomi.
  5. Mengevaluasi (Evaluating)
    • Menilai atau membuat keputusan berdasarkan kriteria tertentu.
    • Contoh: Menilai keefektifan kebijakan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan.
  6. Menciptakan (Creating)
    • Menggabungkan ide-ide untuk membentuk sesuatu yang baru dan orisinal.
    • Contoh: Menulis esai atau membuat strategi kampanye politik berdasarkan analisis data.

Semakin tinggi tingkat berpikir, semakin kritis dan kompleks proses kognitif yang digunakan. Dalam jurnalisme atau analisis politik, biasanya seseorang harus berada pada tingkat menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan untuk menghasilkan tulisan yang tajam dan berbobot.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Agama Samawi: Menyembah Tuhan yang Sama, Mengapa Umat Islam Tertinggal?

Next Post

PDIP Tidak Boleh Berpangku Tangan – Harus Turut Menuntut Secara Hukum Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”
Birokrasi

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam
Birokrasi

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026
Economy

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
Next Post
Jokowi, Mega, Puan Bertemu Bahas Koalisi dan  Pemiliu

PDIP Tidak Boleh Berpangku Tangan - Harus Turut Menuntut Secara Hukum Jokowi

Aktivis Sipil Gedor Rapat Panja RUU TNI di Hotel Fairmont, Protes Pembahasan Tertutup

Aktivis Sipil Gedor Rapat Panja RUU TNI di Hotel Fairmont, Protes Pembahasan Tertutup

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist