• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Jika Bobby Ditahan, Dinasti Jokowi Bisa Runtuh: Gibran, Kaesang, Iriana di Ujung Tanduk!

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
July 1, 2025
in Crime, Feature
0
Point of No Return: Nekat, Jokowi Pertahankan Kekuasaan dengan Segala Cara
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis — Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara sekaligus menantu Presiden Jokowi, kembali menjadi sorotan tajam. Ia pernah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah foto dirinya bersama keluarga menaiki jet pribadi beredar luas di publik. KPK melalui juru bicaranya saat itu, Tessa Mahardhika, membenarkan adanya laporan terkait dugaan gratifikasi berupa fasilitas jet pribadi tersebut. Sayangnya, proses hukum terhadap Bobby tampak stagnan, berbeda nasibnya dengan Hasto Kristiyanto yang ditahan atas dugaan gratifikasi, bahkan perkaranya telah disidangkan di pengadilan.

Kini, badai hukum lain tampaknya akan kembali menerpa Bobby. KPK tengah mempertimbangkan pemanggilan terhadap dirinya dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan nasional di Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Mantan orang kepercayaan Bobby yang berinisial TOP — eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum saat Bobby menjabat Wali Kota Medan — telah ditahan bersama empat orang lainnya oleh KPK.

Jika benar Bobby dipanggil dan kemudian ditahan, maka ini akan menjadi titik balik dalam peta kekuasaan politik nasional. Jokowi sebagai sosok sentral politik Indonesia selama satu dekade akan terlihat semakin rapuh. Runtuhnya Bobby akan menjadi awal dari efek domino: posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden bisa terguncang — terlebih sejak awal dia sudah dicap oleh banyak kalangan sebagai “anak haram konstitusi” pasca Pilpres 2024.

Bukan hanya Gibran. Kaesang Pangarep, Kahiyang Ayu, bahkan Iriana Jokowi pun bisa terseret. Kaesang dan Kahiyang dapat dijerat oleh penegak hukum jika keberanian aparat bangkit pasca lengsernya pengaruh Jokowi. Bahkan Iriana pun berpotensi diproses hukum karena dugaan penggunaan identitas palsu berupa gelar akademik S.E dan M.M.

Lalu, bagaimana dengan Jokowi sendiri?

Jokowi terancam bangkitnya kembali laporan kasus dugaan ijazah palsu yang pernah dilaporkan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ke Mabes Polri pada 9 Desember 2024. Jika penyidik Bareskrim benar-benar membuka kembali penyelidikan yang sempat dihentikan, maka titik terang bisa segera terungkap. Bukti-bukti yang ada cukup mencengangkan: foto pada ijazah S-1 Fakultas Kehutanan UGM yang diduga bukan foto Jokowi, serta nama dekan yang tertera dalam skripsinya — “Dr. Achmad Soemitro” — padahal seharusnya adalah Dr. Achmad Sumitro. Sebuah perbedaan yang fatal untuk institusi sebesar UGM.

Dengan dukungan analisis forensik digital dan penguatan dari ahli tata kelola dokumen pendidikan, penyidik memiliki peluang besar untuk menjadikan temuan ini sebagai “awal permulaan yang cukup” untuk menetapkan Jokowi sebagai tersangka, dan bahkan menerbitkan surat perintah penahanan.

Jika skenario ini terjadi, maka publik yang selama ini kecewa dan geram terhadap kebohongan demi kebohongan Jokowi, akan menyambutnya dengan euforia. Namun, kondisi ini akan menjadi beban berat bagi Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto. Prabowo harus menghadapi “ledakan” kekecewaan rakyat terhadap lebih dari 100 kebohongan Jokowi, dan dampak kerusakan yang ditimbulkannya di berbagai sektor kehidupan: ekonomi, hukum, pendidikan, dan moralitas publik.

Kerusakan sistemik ini tak muncul tiba-tiba. Semuanya bermula dari satu titik: ijazah palsu — jika benar dugaan itu terbukti — yang menjadi pondasi kebohongan massal, yang dilanggengkan oleh aktor-aktor besar: oknum di KPU Surakarta, KPU DKI Jakarta, dan KPU RI, serta para tim sukses Jokowi dari Pilkada hingga Pilpres 2019.

Kini, bangsa ini tengah menyongsong momen historis: apakah hukum akan bersinar terang, atau tetap terbenam dalam gelapnya kekuasaan?

Quo vadis bangsa ini? Hanya waktu dan keberanian penegak hukum yang akan menjawabnya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Baru Bebas, Langsung Dibekuk Lagi: Nurhadi Kembali Ditahan KPK atas Kasus TPPU

Next Post

Kondom Berserakan di Taman Jakarta, Jadi Tempat Asusila

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Kondom Berserakan di Taman Jakarta, Jadi Tempat Asusila

Kondom Berserakan di Taman Jakarta, Jadi Tempat Asusila

Saya Lalai

Saya Lalai

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...