• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi Butuh Karantina?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 21, 2025
in Feature, Health
0
Jokowi Butuh Karantina?

Istimewa - CNN

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)


Satu kalimat pendek, namun sarat makna: “Bapak saat ini sedang pemulihan dari alergi kulit. Pascapulang dari Vatikan.” Ucapan ajudan pribadi Presiden ke-7 Republik Indonesia, Kompol Syarif Fitriansyah, yang dikutip media detikJateng (5/6/2025), seakan menjadi pintu masuk pada pusaran rumor seputar kondisi kesehatan Joko Widodo alias Jokowi.

Narasi pun berkembang liar. Di media sosial, ruang tanpa batas bagi spekulasi dan rumor, kabar itu bukan sekadar berhenti pada “alergi kulit”. Isu berubah bentuk: dari desas-desus Jokowi menderita Sindrom Stevens-Johnson (SJS)—penyakit langka dan serius—hingga kabar palsu yang lebih sadis: Jokowi disebut-sebut mengidap lepra atau kusta. Kabar tersebut telah dibantah secara resmi dan dilabeli hoaks oleh Kominfo melalui laman komdigi.go.id. Namun sebagaimana karakter informasi di era digital, bantahan sering kalah cepat dari persebaran.

Ketika mantan orang nomor satu di negeri ini, yang kini masih menjabat di lembaga nasional strategis “Danantara” bentukan Presiden Prabowo, mengalami gangguan kesehatan, publik berhak tahu. Ini bukan sekadar soal simpati atau kepo publik terhadap tokoh besar. Ini juga tentang etika pemerintahan, transparansi, dan—jika memang penyakitnya menular—kewaspadaan publik.

Sejauh ini, tidak ada keterangan resmi dari pihak keluarga. Gibran Rakabuming Raka, yang bukan hanya putra sulung tetapi juga Wakil Presiden terpilih, diam. Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI yang begitu piawai bermain di media sosial, pun belum angkat suara. Ketidakhadiran pernyataan resmi dari lingkaran inti Jokowi hanya menyuburkan spekulasi. Terlebih, publik tahu betul: Jokowi bukan tipe politisi yang ‘berdiam di balik dinding’. Ia selama ini begitu dekat dengan rakyat, membaur tanpa sekat, memeluk dan bersalaman dengan siapa pun yang ditemuinya.

Maka jika penyakit yang dideritanya berpotensi menular, seperti yang dikhawatirkan sebagian masyarakat, bukankah karantina menjadi pilihan logis? Ini bukan soal penghinaan terhadap beliau. Ini semata soal antisipasi demi kesehatan publik. Jika rakyat kecil yang terkena penyakit menular saja bisa dipaksa menjalani karantina, mengapa mantan presiden tidak? Apalagi, status Jokowi kini bukan warga sipil biasa. Ia masih memegang posisi penting dalam proyek besar nasional.

Tentu, kita tidak menginginkan Jokowi menjadi korban stigma. Namun, ketertutupan informasi dan minimnya komunikasi resmi hanya akan memperburuk keadaan. Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan, Humas Danantara, atau pihak berwenang lain seharusnya tidak menunggu situasi memburuk atau menjadi bola liar yang tak terkendali.

Apalagi, belakangan ini Jokowi juga tengah diterpa berbagai isu lain yang turut menggerus kepercayaan publik. Dugaan penggunaan ijazah palsu, kasus kebakaran di Pasar Pramuka yang menyeret-nyeret namanya, hingga polemik soal kapal pengangkut nikel di Raja Ampat yang disebut-sebut miliknya. Klarifikasi memang sudah diberikan, namun publik kadung skeptis. Sebagian bahkan menganggap Jokowi sekadar “menyangkal” sebagaimana kebiasaan lamanya yang dinilai tidak jujur dalam berkata-kata.

Dalam situasi seperti ini, kesehatan bukan sekadar urusan pribadi. Ia adalah bagian dari kepercayaan publik. Dan kepercayaan, sebagaimana kita tahu, sangat mudah runtuh ketika kejujuran dan transparansi mulai dikompromikan.

Jokowi tak bisa lagi menyandarkan diri pada citra “merakyat” semata. Rakyat kini menuntut kejelasan. Jika benar hanya alergi kulit ringan, katakan. Jika lebih serius, ungkapkan dengan bijak. Dan jika memang penyakit itu menular, maka karantina bukanlah penghinaan—melainkan langkah logis demi kebaikan bersama.

Jika Jokowi ingin tetap dihormati sebagai negarawan, maka saat ini adalah momentum baginya untuk menunjukkan sikap kenegarawanan yang sejati: terbuka, jujur, dan bertanggung jawab terhadap dampak sosial dari segala aspek kehidupannya—termasuk soal kesehatan.

Karena dalam negara demokratis, kesehatan pejabat publik adalah bagian dari urusan publik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hak-Hak LGBT Terancam Selama Bulan Pride di Amerika Serikat

Next Post

KDM Akan Kuperlakukan Seperti Kepada JKW

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Next Post
KDM Akan Kuperlakukan Seperti Kepada JKW

KDM Akan Kuperlakukan Seperti Kepada JKW

Pasokan Langka Atau Dibuat Langka, Harga Beras Mahal,  Porsi Nasi di Warteg Dikurangi

Harga Beras Menggila, Rakyat Terlunta: Di Mana Negara?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...