• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi dan Mitos Keberhasilan Infrastruktur: Jalan Tol Dibangun, Hukum dan Moral Bangsa Runtuh

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 20, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Tragedi Diplomasi: Ketika Jokowi Merendahkan, Tom Lembong Menyelamatkan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)


Selama dua periode kepemimpinannya, Joko Widodo kerap dielu-elukan sebagai presiden yang berhasil membangun infrastruktur. Namun, apakah pembangunan fisik dapat menutupi keruntuhan moral, hukum, dan keadilan sosial yang terjadi secara masif di era pemerintahannya?

Sektor Hukum: Keadilan yang Mati di Jalan

Kondisi hukum di bawah Jokowi sungguh memprihatinkan. Gejala pelanggaran hukum oleh penguasa dibiarkan tanpa koreksi. Tragedi kematian 894 petugas KPPS Pemilu 2019, pembunuhan 6 laskar FPI di Tol KM 50 Cikampek, hingga mandeknya proses hukum terhadap kasus korupsi besar seperti BTS Kominfo dan dugaan pemerasan oleh pejabat publik, menjadi potret buram wajah penegakan hukum Indonesia.

Ironisnya, figur-figur yang tersangkut kasus justru tetap dipercaya menduduki jabatan strategis. Sementara laporan terhadap dugaan ijazah palsu Jokowi justru berbalik menyeret para pelapornya menjadi terlapor. Sebuah anomali hukum yang memperlihatkan bagaimana kekuasaan dapat memutarbalikkan logika keadilan.

Sektor Politik dan Moralitas: Kekuasaan Tanpa Etika

Dalam bidang politik, degradasi moral tampak begitu nyata. Jokowi tercatat berulang kali mengingkari ucapan dan janjinya sendiri — bahkan publik menilai bisa mencapai puluhan hingga ratusan kali. Parlemen yang seharusnya menjadi pengawas justru menjadi saksi bisu atas kebohongan dan pelanggaran konstitusi yang dibiarkan.

Bagaimana mungkin Menko Polhukam bersama enam institusi negara membubarkan ormas tanpa proses pengadilan, lalu berani menyatakan bahwa “pemerintah boleh melanggar hukum demi kepentingan rakyat”? Pernyataan seperti ini bukan sekadar sesat pikir, tapi penghinaan terhadap prinsip negara hukum.

Lebih parah lagi, muncul wacana Jokowi tiga periode dengan alasan adanya “big data” berisi 110 juta rakyat yang konon menginginkan penundaan Pemilu. Ide absurd ini tidak hanya menistakan akal sehat, tapi juga menunjukkan lemahnya karakter moral dan intelektual para elit yang seharusnya menjaga marwah konstitusi.

Untungnya, bangsa ini masih memiliki seorang Negarawati dari partai yang tegas menolak wacana gila tersebut. Namun, sejarah politik mencatat: sikap konstitusional itu justru dibalas dengan pengkhianatan oleh Jokowi dan putranya, Gibran Rakabuming Raka.

Sektor Ekonomi: Infrastruktur di Atas Pondasi Utang

Satu-satunya “prestasi” yang sering dijadikan tameng adalah pembangunan infrastruktur, terutama jalan tol. Data menunjukkan, panjang jalan tol Indonesia meningkat hampir tiga kali lipat dari 780 km pada 2014 menjadi 2.200 km hingga akhir 2024.

Namun, pertanyaan mendasarnya: berapa besar utang yang ditanggung bangsa ini untuk membangun jalan-jalan itu? Transparansi tentang sumber pendanaan, utang luar negeri, dan keterlibatan swasta nyaris tidak pernah dijelaskan secara terbuka. Tanpa data rinci dan akuntabilitas, sulit menilai apakah pembangunan ini benar-benar sebuah keberhasilan atau justru beban ekonomi jangka panjang.

Selain itu, sejumlah proyek besar seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), anggaran Covid-19, dan dugaan penyimpangan di sektor pajak serta pertambangan masih menyisakan banyak misteri. Bahkan laporan internasional seperti OCCRP (Organized Crime and Corruption Reporting Project) menempatkan Jokowi di antara daftar pemimpin negara paling korup di dunia — sebuah pukulan telak bagi citra pemerintahan yang mengklaim bersih.

Penutup: Jalan Tol ke Arah yang Salah

Jika keberhasilan hanya diukur dari beton dan aspal, maka benar — Jokowi berhasil. Tapi di balik itu, hukum ambruk, moralitas beku, dan keadilan sosial lumpuh. Bangsa ini seolah sedang menempuh perjalanan panjang di jalan tol megah menuju jurang kehancuran nilai.

Maka, pertanyaan yang patut diajukan bukan lagi “Jokowi berhasil membangun infrastruktur?”, melainkan:
“Apakah bangsa ini masih punya arah setelah hukum, moral, dan nurani dihancurkan atas nama pembangunan?”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terbukti, Prabowo Berhasil Bungkam PDIP

Next Post

Kembalikan KPK kepada KPK yang Sejati

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Wali Kota Semarang Ditahan KPK Dalam Kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Semarang.

Kembalikan KPK kepada KPK yang Sejati

Prediksi HRS Sepertinya Benar, Prabowo Berencana Sunat Anggaran Makan Siang Gratis dari Rp 15000,- Jadi Rp 7.500

Mengurangi Nasi, Bukan Sekadar Janji: Saatnya Pemerintah Berhenti Main Proyek dalam Urusan Pangan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...