• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi dan Prabowo: Pelaku Kekuasaan dalam Cengkraman Korupsi Absolut

Ali Syarief by Ali Syarief
July 22, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi dan Prabowo: Pelaku Kekuasaan dalam Cengkraman Korupsi Absolut
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam pentas republik yang sedang kehilangan martabatnya, dua nama besar berdiri sebagai aktor utama: Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Yang satu adalah presiden dua periode yang tak juga puas melepas panggung, dan yang satu lagi adalah prajurit tua yang akhirnya berada di singgasana setelah berkali-kali tersingkir. Dalam drama ini, kita tidak sedang menyaksikan regenerasi kekuasaan, melainkan konservasi kekuasaan. Bukan pergantian kepemimpinan, tapi pewarisan kendali. Ini bukan politik demokrasi, ini nepotisme dalam kostum prosedural.

Jokowi, alih-alih mundur dengan terhormat, justru cawe-cawe. Sebuah istilah Jawa yang terdengar lembut namun maknanya brutal: ikut campur. Dalam bahasa politik, cawe-cawe adalah upaya halus tapi manipulatif untuk tetap memegang kendali tanpa terlihat memerintah. Ia tak sekadar memberi restu, tapi juga mengarahkan, menyusun, bahkan mengatur jalan siapa yang boleh menang dan siapa yang tak boleh maju.

Ia menyiapkan segalanya: dari aturan hingga figur. Ia membajak Mahkamah, melahirkan putra sebagai wakil, dan mendorong Prabowo sebagai penerus—bukan karena yang bersangkutan cemerlang, tetapi karena mudah dikendalikan. Jokowi tidak mencari pemimpin untuk rakyat, tetapi pelanjut untuk kepentingannya sendiri.


Dan Prabowo? Ia bukan hanya bersedia dipoles, tapi juga rela dirias habis-habisan dengan simbol Jokowi. Dari narasi hingga tim sukses, semua dijejali aroma istana. Ia tidak menolak, tidak juga menunjukkan keinginan untuk lepas dari bayang-bayang Jokowi. Padahal, seorang pemimpin seharusnya tumbuh dari akar keyakinannya sendiri, bukan dari benih yang ditanamkan oleh pendahulunya.

Prabowo, dalam banyak kesempatan, terlihat menikmati posisinya sebagai “penerus” Jokowi, bukan sebagai tokoh perubahan. Ia tak menggugat ketimpangan yang ada, tak melawan arus kekuasaan yang manipulatif. Ia justru mengokohkan konstruksi kekuasaan Jokowi sebagai rumah barunya. Prabowo tidak sedang maju membawa gagasan; ia hanya sedang menikmati duduk di kursi yang sudah dipersiapkan, bahkan dengan wajah wakil presiden yang bukan pilihannya sendiri.


Apa yang dilakukan keduanya, dalam bahasa yang lebih telanjang, adalah bentuk korupsi kekuasaan yang paling absolut. Tidak harus mencuri uang negara untuk disebut korup, cukup mencuri kehendak rakyat, menelikung konstitusi secara halus, dan menjadikan pemilu sebagai formalitas prosedural belaka.

Jokowi tidak sedang menikmati hari tuanaya, setelah bertugas tugas sebagai presiden, ia sedang mengamankan kelanjutan kekuasaannya melalui tubuh orang lain. Prabowo bukan kandidat independen, ia hanyalah kendaraan baru yang dikemudikan oleh sopir lama.

Rakyat? Lagi-lagi hanya dijadikan penonton, atau lebih buruk: korban. Korban janji, korban narasi, korban tipu daya yang dikemas dengan retorika pembangunan dan stabilitas.


Inilah saatnya kita bicara jujur: Demokrasi kita sedang sakit, dan dua tokoh yang katanya berseberangan dulu, kini justru bersekutu dalam satu kepentingan: mempertahankan kekuasaan, dengan segala cara.

Saya bisa saja atau mungkin akan mengatakan, “Bangsa ini tidak kekurangan calon pemimpin, tapi kekurangan keberanian untuk memutus lingkaran penguasa yang merasa dirinya abadi.” Dan selama kita masih menganggap cawe-cawe itu sah, dan ketundukan Prabowo itu wajar, maka kita sedang membangun republik di atas lempengan ilusi—di mana yang kuat terus berkuasa dan yang lemah hanya dijadikan alat.

Dan akhirnya, dua tokoh ini bukan sedang berkompetisi. Mereka sedang berkolaborasi. Dalam korupsi kekuasaan yang lebih halus, lebih licin, dan lebih berbahaya dari yang pernah kita saksikan sebelumnya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Korupsi Dibunuh oleh Diktator: Pelajaran dari China dan Korea Utara

Next Post

Ajaran Yusuf Mansur: Doa, Keajaiban, dan Iman yang Melenceng dari Realitas

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Antara Ilusi Keajaiban dan Realitas Gagal: Fenomena Yusuf Mansur

Ajaran Yusuf Mansur: Doa, Keajaiban, dan Iman yang Melenceng dari Realitas

Koalisi AMIN Jika Netral Identik Konspirasi Kecurangan yang TSM

Damai Hari Lubis: Advokat Rakyat yang Kini Menjadi Tersangka dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...