• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ketika Korupsi Dibunuh oleh Diktator: Pelajaran dari China dan Korea Utara

Ali Syarief by Ali Syarief
July 22, 2025
in Crime, Feature
0
Ketika Korupsi Dibunuh oleh Diktator: Pelajaran dari China dan Korea Utara
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di tengah keputusasaan banyak negara demokratis dalam memberantas korupsi, dua negara otoriter—China dan Korea Utara—menawarkan narasi berbeda. Keduanya dikenal menerapkan pendekatan yang sangat keras, bahkan brutal, terhadap para koruptor. Hukuman mati, kamp kerja paksa, hingga penghilangan tanpa jejak menjadi “senjata” utama. Tapi apakah kekerasan bisa benar-benar membunuh korupsi?

China: Antikorupsi sebagai Senjata Kekuasaan

Di bawah kepemimpinan Xi Jinping, China meluncurkan kampanye besar-besaran untuk menumpas korupsi sejak 2012. Slogan “Melawan Harimau dan Lalat” menjadi jargon perang: harimau melambangkan pejabat tinggi, lalat adalah birokrat kecil. Lebih dari 4 juta pejabat telah dihukum, mulai dari pemecatan, penyitaan aset, hingga eksekusi mati.

Namun di balik prestasi itu, kampanye antikorupsi juga digunakan untuk menyingkirkan lawan-lawan politik Xi. Dalam sistem satu partai tanpa peradilan independen, penindakan korupsi rentan menjadi alat politik. Dengan mengendalikan Komisi Disiplin Partai dan Komisi Pengawasan Nasional, Xi memastikan bahwa siapa pun yang tak sejalan, akan disapu bersih atas nama moral.

Korea Utara: Korupsi Adalah Penghianatan terhadap Pemimpin

Berbeda dengan China yang masih mempertahankan struktur hukum formal, Korea Utara tidak mengenal sistem peradilan yang independen. Di negeri di mana Kim Jong-un dianggap setara dewa, korupsi adalah bentuk pengkhianatan mutlak terhadap pemimpin. Mereka yang kedapatan menyalahgunakan jabatan, tak peduli besar atau kecil, bisa langsung dieksekusi, dipenjara seumur hidup, atau dikirim ke kamp kerja paksa bersama seluruh keluarganya.

Korupsi di Korut tidak dilihat dari nilai kerugiannya terhadap negara, tapi dari seberapa jauh itu dianggap mengancam kesetiaan ideologis terhadap Partai dan Dinasti Kim. Ini bukan pemberantasan korupsi untuk menegakkan keadilan, melainkan untuk menciptakan ketakutan total.

Tabel Perbandingan Singkat

AspekChinaKorea Utara
Sistem HukumSemi-legal, dikendalikan partai (PKT)Tanpa hukum formal yang transparan
Lembaga PenindakanKomisi Disiplin, Komisi Pengawasan NasionalDepartemen Keamanan Negara, Organisasi Partai
Jenis HukumanHukuman mati, penjara seumur hidup, penyitaan asetEksekusi mati, kamp kerja paksa, penghilangan paksa
Tujuan PenindakanDisiplin partai, stabilitas kekuasaan Xi JinpingLoyalitas absolut kepada Kim Jong-un
Celah/KritikAlat politik, tidak menyentuh akar sistemikTeror total, represi sistematis, tak ada keadilan hukum

Pelajaran: Kekuatan Tanpa Demokrasi Bukanlah Solusi

China dan Korea Utara sama-sama menunjukkan bahwa korupsi bisa ditekan dengan kekuasaan mutlak. Tapi keduanya juga membuktikan bahwa ketakutan tidak serta-merta membangun sistem yang adil. Korupsi memang bisa “dibunuh,” tetapi keadilan, transparansi, dan partisipasi publik ikut dikubur bersamanya.

Demokrasi sejati membutuhkan pemberantasan korupsi tanpa mengorbankan hak asasi manusia, tanpa menjadikan hukum sebagai alat politik, dan tanpa menukar keadilan dengan rasa takut.

Jika kekuasaan hanya melahirkan ketakutan dan pembungkaman, maka kita hanya mengganti satu bentuk korupsi dengan yang lain: korupsi kekuasaan yang lebih absolut.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerkosa atau Pemeras Seksual? Hukum Jangan Salah Baca Kasus Guru LS

Next Post

Jokowi dan Prabowo: Pelaku Kekuasaan dalam Cengkraman Korupsi Absolut

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi
Economy

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?
Birokrasi

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
Maling Berkedok Gizi Terbukti!
Crime

Plot Twist Pencopotan Kepala BGN

June 6, 2026
Next Post
Jokowi dan Prabowo: Pelaku Kekuasaan dalam Cengkraman Korupsi Absolut

Jokowi dan Prabowo: Pelaku Kekuasaan dalam Cengkraman Korupsi Absolut

Antara Ilusi Keajaiban dan Realitas Gagal: Fenomena Yusuf Mansur

Ajaran Yusuf Mansur: Doa, Keajaiban, dan Iman yang Melenceng dari Realitas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

June 6, 2026
Maling Berkedok Gizi Terbukti!

Plot Twist Pencopotan Kepala BGN

June 6, 2026
Dari MOTAH 65 ke Jepang: Ketika Pengelolaan Sampah Masih Terjebak Cara Primitif

Dari MOTAH 65 ke Jepang: Ketika Pengelolaan Sampah Masih Terjebak Cara Primitif

June 5, 2026
Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

Ketika Orang Jepang Menanam Bakau, Kita Menanam Vila

June 5, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist