• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI ?

Mahdi Djakakarta Putra by Mahdi Djakakarta Putra
January 31, 2025
in Crime, Feature
0
JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI ?
Share on FacebookShare on Twitter

Abdullah Hehamahua

OCCRP akhir tahun lalu menetapkan Jokowi sebagai presiden terkorup nomor dua di dunia. Namun, Jokowi dan para pedukungnya menganggap hal tersebut sebagai fitnah. Bahkan, tanpa malu, mereka minta bukti.
Jokowi dan pendukungnya, dapat mengikuti beberapa seri artikel berikut agar paham, mengapa OCCRP menetapkannya sebagai koruptor kelas dunia. Artikel seri ini menginformasikan salah satu jenis korupsi berdasarkan motif.

Korupsi Berdasarkan Motif

Memahami rumusan OCCRP harus didahului dengan mengetahui jenis dan bentuk korupsi. Referensi internasional menyebutkan, korupsi berdasarkan motif ada 4 jenis yakni: corruption by need, corruption by greedy; corruption by opportunity; dan corruption by expose.
“Corruption by need” adalah korupsi yang dilakukan seseorang karena kebutuhan. Mayoritas PNS waktu Orde Baru korupsi karena gaji mereka sangat kecil.

Penulis pernah menjabat Wakil Ketua Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN), 2001 – 2004. Penulis ketika memeriksa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pejabat, menemukan banyak keunikan. Salah satunya, ada pejabat yang melakukan perjalanan dinas selama 200 hari dalam setahun.
Aneh tapi nyata. Sebab, masa Orde Baru, salah satu sumber penghasilan PNS yang signifikan adalah biaya perjalanan dinas. Ini karena, biaya perjalanan dinas diberikan dalam bentuk lumpsum. Aplikasinya, berapa pun sisa uang perjalanan dinas, tidak dikembalikan ke kantor. Ia sudah menjadi milik pegawai bersangkutan.

Pemerintah menetapkan waktu itu, PNS yang melakukan perjalanan dinas harus menggunakan pesawat Garuda. Faktanya, banyak yang menggunakan pesawat lain yang lebih murah harganya seperti Merpati atau Mandala.
Bagaimana mengakali laporan perjalanan dinas.? PNS terkait membeli tiket “bodong” di travel biro, Jakarta dengan harga Rp.75 ribu.

Olehnya, ketika sudah punya Peraturan Kepegawaian, SOP dan Kode Etik (2005), KPK meminta PNS menggunakan sistem “at cost” dalam perjalanan dinas. Aplikasinya, berapa pun sisa uang perjalanan dinas, harus dikembalikan ke kantor.

KPK dalam mengaudit laporan perjalanan dinas pegawainya, tidak memeriksa tiket penerbangan. KPK memeriksa “boarding pass.” Namun, salah seorang petugas di bandara Soeta menginformasikan, “boarding pass” pun dapat dipalsukan. “Pantas, iblis pun tidak mau bertugas di Indonesia,” batinku.

Jokowi tidak termasuk kelompok yang melakukan jenis “korupsi karena kebutuhan.” Sebab, beliau bukan PNS, apalagi pejabat. Jokowi seorang pengusaha meubel di Solo. Beliau lalu dicalonkan PDIP untuk menjadi walikota Solo, 2005 – 2015.

Jokowi dan “Corruption by Greedy”

“Corruption by greedy” adalah korupsi yang dilakukan karena keserakahan. Jokowi ketika menjadi walikota Sola, mulai menunjukkan keserakahannya. Sebab, Jokowi sebelum mengakhiri masa jabatan sebagai walikota Solo periode kedua 2010 – 2015, beliau maju dalam pilkada Jakarta, 2012. Bahkan, sebelum mengakhiri masa jabatan sebagai gubernur DKI sesuai janjinya waktu kampanye, Jokowi maju sebagai capres dalam Pilpres 2014.

Sikap serakah Jokowi tersebut dalam dilihat dari salah satu pidatonya ketika kampanye Pilpres 2019 di stadion Sriwedari, Solo, 9 Aparil 2019. Jokowi dengan birahi yang tinggi berucap: “Tahun 2014 kita menang 66 persen. Tapi saya enggak mau lagi hanya menang 66 persen. Enggak mau. Minimal 70 persen.”

Apakah sikap serakah kekuasaan dapat dijerat pidana korupsi.? Bisa. Sebab, pasal 3 UU Tipikor menyebutkan: “Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Perkataan “dapat” merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dalam undang-undang tersebut, mengisyaratkan adanya potensi terjadinya kerugian keuangan/perekonomian negara. Maknanya, sekalipun tidak terjadi kerugian keuangan negara secara kuantitatif, seorang PN dapat dipidana jika beliau menyalah-gunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada di dirinya.

Jokowi dalam Pilkada DKI telah menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, dan sarana sebagai walikota Solo dalam proses kampanye Pilkada DKI. Sebab, beliau tidak mengundurkan diri sebagai walikota Solo ketika mengikuti Pilkada DKI, 2012.
Bahkan, Jokowi mengalami masalah dalam pelantikannya sebagai gubernur DKI. Sebab, timbul persoalan administrasi kenegaraan akibat beliau secara resmi masih menjabat walikota Solo.

Jokowi Cawe-Cawe dalam Pilpres 2024

Keserakahan Jokowi dalam kekuasaan kembali muncul ketika beliau aktif kampanye dalam Pilpres 2024. Padahal, UU No 7/2017 tentang Pemilu, pasal 2009 sampai dengan pasal 305, melarang presiden dan wakil presiden yang bukan capres/cawapres ikut kampanye. Hanya presiden dan wakil presiden yang menjadi capres/cawapres kembali dapat berkampanya. Itu pun harus mengambil cuti resmi.
Faktanya, Jokowi dalam Pilpres 2024, aktif kampanye. Bahkan, tanpa mengambil cuti. Padahal, fasilitas yang digunakan selama kampanye adalah milik negara, sesuatu yang bertentangan dengan ketentuan pasal 3 UU Tipikor.

Keserakahan Jokowi sangat telanjang ketika melalui adik iparnya yang Ketua MK, memaksakan anaknya, Gibran bisa menjadi cawapres. Jokowi, dalam kontek ini, berdasarkan pasal 3 UU Tipikor, telah melakukan pidana korupsi sehingga dapat dijatuhi hukuman minimal setahun, maksimal 20 puluh tahun penjara.
Namun, jika perbuatan Jokowi tersebut menimbulkan kerusakan luar biasa terhadap tatanan hukum, kenegaraan, dan keuangan/perekonomian negara, maka beliau dapat dikenakan pasal 2 ayat (2) UU Tipikor. Aplikasinya, Jokowi dapat dijatuhi hukuman mati. Semoga !!! (bersambung). Shah Alam, 30 Januari 2025.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Politisasi Tragedi: Trump, Prabowo, dan Kepentingan Kekuasaan

Next Post

Pendapat 2 Pakar “Jokowi Dapat Di Hukum Mati”

Mahdi Djakakarta Putra

Mahdi Djakakarta Putra

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Makna Sumpah Jabatan: Komitmen Tertinggi atau Formalitas Semata? “Kasus Trump dan Jokowi”

Pendapat 2 Pakar "Jokowi Dapat Di Hukum Mati"

Usai Debat Sengit Dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATTR/ Kepala BPN), Kades Kohod “Menghilang” Dari Rumahnya

Usai Debat Sengit Dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATTR/ Kepala BPN), Kades Kohod "Menghilang" Dari Rumahnya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...