• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Politisasi Tragedi: Trump, Prabowo, dan Kepentingan Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
January 31, 2025
in Feature, Politik
0
Prabowo Tantang Trump: Megaloman Vs Megaloman
Share on FacebookShare on Twitter

Kecelakaan tragis yang melibatkan pesawat American Airlines dan helikopter Black Hawk di Washington kembali mengguncang dunia penerbangan Amerika Serikat. Insiden ini tidak hanya menyoroti aspek teknis dan investigasi penyebab kecelakaan, tetapi juga menjadi bahan perdebatan politik yang melibatkan mantan Presiden Donald Trump. Dalam pernyataannya, Trump menyalahkan kebijakan Presiden Joe Biden dan mantan Presiden Barack Obama, menuding bahwa kebijakan mereka telah menyingkirkan karyawan kompeten dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA) demi agenda politik.

Trump dengan tegas menyatakan bahwa keselamatan harus diutamakan di atas segalanya, berbeda dengan kebijakan Demokrat yang ia nilai lebih mengedepankan ideologi ketimbang kompetensi. Dengan retorika khasnya, ia menuduh bahwa kebijakan yang disebutnya sebagai “terlalu putih” telah membuat FAA kehilangan tenaga kerja berkualitas. Di sisi lain, penyelidikan terkait kecelakaan ini masih berlangsung, dan berbagai pihak menyerukan pendekatan yang lebih objektif ketimbang menjadikannya sebagai senjata politik.

Namun, pendekatan Trump dalam menghubungkan kecelakaan dengan kebijakan pemerintahan sebelumnya bukanlah hal baru dalam lanskap politik Amerika. Politisasi tragedi sering kali digunakan untuk membangun narasi yang menguntungkan pihak tertentu, baik untuk meraih dukungan politik maupun untuk menggiring opini publik. Fenomena serupa juga terlihat dalam dinamika politik di Indonesia, di mana kebijakan penerus sering kali dianggap sebagai kelanjutan atau koreksi terhadap pemerintahan sebelumnya.

Di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk melanjutkan berbagai kebijakan Presiden Joko Widodo. Pernyataan ini memunculkan spekulasi bahwa Prabowo tidak hanya ingin meneruskan kebijakan strategis Jokowi, tetapi juga memperkuat dominasi oligarki yang telah mengakar dalam sistem politik Indonesia. Banyak pihak menilai bahwa kesinambungan kebijakan ini tidak sekadar didasarkan pada kepentingan nasional, tetapi juga pada kepentingan segelintir elite ekonomi dan politik yang mengendalikan kekuasaan.

Kesamaan pola antara Trump dan Prabowo dalam membangun narasi politik cukup mencolok. Trump menggunakan insiden kecelakaan pesawat untuk menyalahkan Demokrat dan menonjolkan keunggulan kebijakannya sendiri, sementara Prabowo menegaskan keberlanjutan kebijakan Jokowi demi menjaga stabilitas dan kepentingan oligarki. Keduanya memanfaatkan isu-isu besar untuk memperkuat legitimasi politik masing-masing.

Dalam konteks demokrasi, keselamatan penerbangan maupun kebijakan ekonomi dan politik haruslah didasarkan pada pertimbangan rasional dan objektif, bukan sekadar alat untuk kepentingan politik sesaat. Tragedi seperti kecelakaan pesawat di AS seharusnya menjadi momen refleksi bagi para pemimpin untuk memperbaiki sistem, bukan sekadar ajang saling menyalahkan atau membangun narasi politik.

Baik di AS maupun Indonesia, politik yang mengutamakan kepentingan elite ketimbang kesejahteraan masyarakat luas hanya akan memperpanjang masalah tanpa ada solusi nyata. Oleh karena itu, publik harus lebih kritis dalam melihat setiap pernyataan politik yang muncul pasca-tragedi, serta memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar membawa manfaat bagi banyak orang, bukan hanya untuk kepentingan segelintir kelompok berkuasa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tragedi di Sungai Potomac: Tabrakan Udara Antara Pesawat Komersial dan Helikopter Militer

Next Post

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI ?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?
Feature

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
Next Post
JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI ?

JOKOWI DAPAT DIHUKUM MATI ?

Makna Sumpah Jabatan: Komitmen Tertinggi atau Formalitas Semata? “Kasus Trump dan Jokowi”

Pendapat 2 Pakar "Jokowi Dapat Di Hukum Mati"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...