FusilatNews- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto untuk diam dan tidak membanding-bandingkan kepala daerah khususnya yang dipimpin oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara PKS Muhammad Kholid
“Baiknya, stop membanding-bandingkan kepala daerah,” kata Kholid melalui keterangan pers , dikutip Tempo.co, Minggu 18 September 2022.
Kholid mengatakan, jika ingin terus membandingkan kepala daerah terutama yang dipimpin oleh PKS, maka dirinya meminta agar Hasto juga berkaca terhadap daerah yang dipimpin oleh PDI Perjuangan.
“Fakta bahwa kepala Daerah dari PDIP merupkan yang terbanyak terjerat kasus Korupsi? Apakah ini termasuk prestasi?,” kata Kholid.
Kholid meminta agar Hasto berhenti dan tidak terus memperolok daerah yang dipimpin oleh PKS. Jika pernyataan Hasto itu terakit dengan sikap PKS yang gencar menolak kenaikan harga BBM
“Jadi baiknya, setop membanding-bandingkan kepala daerah. PKS mengkritik dan menolak kebijakan kenaikan harga BBM karena memang alasan dan rasionalitasnya tidak ada! Di tengah minyak dunia turun, di tengah ekonomi rakyat masih babak belur karena pandemi, kok tega-teganya naikkan harga BBM?” ungkapnya.
Kholid mengklaim bahwa PKS mendukung atau tidak kenaikan harga BBM bukan karena oposisi atau koalisi dengan pemerintahan yang aktif.
“PKS pernah dukung kenaikan BBM di periode pertama SBY. Tetapi PKS juga pernah menolak kenaikan harga BBM di periode kedua SBY, meskipun PKS di koalisi. Jadi PKS objektif saja. Di luar atau di dalam pemerintahan PKS bisa menolak. PKS menolak bukan karena oposisi atau koalisi. PKS menolak karena suara hati rakyat dan nalar atau rasionalitas publik,” terang Kholid.
Baru kemudian Kholid melontarkan sindiran ke PDIP. Dia mengungkit tangisan elite PDIP saat harga BBM era SBY naik dan kejutan selamat ulang tahun untuk Puan Maharani, yang diberikan dalam rapat paripurna DPR RI beberapa waktu lalu usai Presiden Jokowi menaikkan harga BBM.
“Dulu nangis bombay saat BBM naik. Sekarang? Rayakan ulang tahun di DPR RI saat BBM naik? Mana tangisan kalian dulu itu?,” kata Kholid.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menantang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menunjukkan kepala daerah dari PKS yang berprestasi. Hal itu disampaikan Hasto Kristiyanto dalam merespons PKS yang belakangan keras menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut Hasto, sebelum mengkritik pemerintah, PKS semestinya melakukan otokritik karena ia pun mempertanyakan hasil kepemimpinan PKS puluhan tahun pimpin Depok.
























